Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Belum Sampaikan Laporan Keuangan 2022, KRAS Terancam Suspensi

 

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam akan menghentikan perdagangan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) jika perusahaan tidak segera menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2022 hingga akhir Juni 2023.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa jika KRAS tidak mengajukan laporan atau membayar denda yang ditentukan, maka perdagangan saham KRAS akan dihentikan sementara.

"Jika mereka belum menyampaikan atau belum membayar denda, KRAS bisa di-suspend," ujar Nyoman kepada di Jakarta, Senin (12/6/2023).


Nyoman menjelaskan bahwa pihak BEI telah mengirimkan Surat Peringatan Pertama (SP1) dan Surat Peringatan Kedua (SP2) kepada KRAS, beserta denda sebesar Rp 50 juta, karena terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2022.

"Bagi perusahaan-perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan, sudah ada SP1, sudah ada SP2, dan SP2 sudah ada dendanya, nanti akan dilanjutkan dengan SP3," kata Nyoman.

Gak Nyangka, Juragan Perabot RI Punya Harta Rp 7,4 Triliun

 Alim Markus. Ist Foto: Alim Markus. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti lazimnya orang Tionghoa lain, Lin Xueshan juga ikut merantau mencari kehidupan baru. Dari Fujian dia akhirnya berlabuh di Surabaya dan dikenal sebagai Alim Husin. 

Leo Suryadinata dalam Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Biographical Dictionary (2012) mengungkap Alim Husin di Surabaya dikenal sebagai pendiri usaha jual-beli alat masak bernama UD Logam Djawa yang berjalan tahun 1960-an. 

Lewat usaha tersebut, Alim Husin memasarkan kompor, ember, gayung, dan alat rumah tangga lain. Tak hanya itu dia juga membuka jasa reparasi pompa air dan lampu petromak. 

Saat itu, Alim Husin sudah menikah dan punya anak laki-laki tertua bernama Lin Wenguang. Lin Wenguang kemudian dikenal sebagai Alim Markus. Alim Husin sangat sayang kepada Markus. Dia mendidik secara serius anaknya guna menjadi penerus bisnis perabotnya. 

Alhasil, Markus disekolahkan di berbagai lembaga pendidikan, baik formal atau non-formal. Dia pernah sekolah sampai SMP meski tidak lulus. Lalu lanjut lagi kursus akuntansi dan manajemen, serta bahasa asing, seperti Mandarin, Inggris, dan Korea. Semua itu ditempuh di luar negeri, salah satunya di National University of Singapore (NUS) Singapura. 


Setelah tumbuh besar, pada 1971 Husin dan Markus mendirikan usaha bernama Jin Feng yang artinya puncak emas. Bisnisnya pun sama, yakni perabot rumah tangga. 

Muhammad Ma'ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010) menyebut di Jin Feng, Markus menjadi direktur utama yang kemudian merubah nama perusahaan menjadi Maspion.

Menariknya, Maspion adalah singkatan dari "Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional". Tak heran, kalau Maspion selalu mengangkat isu mencintai produk dalam negeri, seperti terlihat pada iklan-iklannya di televisi. 

Di tangan Markus, Maspion berkembang hingga punya 7.000 macam produk rumah tangga. Apa saja yang ada di rumah, diproduksi oleh Maspion. Karena minim persaingan, maka Maspion menjadi incaran orang dan menjadi raja perabot. 

Seiring waktu, Maspion juga melebarkan sayap ke luar negeri. Sejak tahun 1990-an, Markus memasarkan perabot made in Indonesia itu ke pasar Amerika, Afrika, Eropa, Asia dan Timur Tengah. Selain itu, terjalin juga kerja sama dengan perusahaan besar, seperti Samsung dan Kawasaki.

Berkat ini, Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia (2008) menuliskan Maspion mendapat keuntungan dari kegiatan eskpornya senilai lebih dari US$ 100 juta pada 1995 dan berani membuka kantor di Kanada. 

Bagi Markus sendiri, usaha ini menjadikannya dia sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat dia memiliki harta sebesar US$ 500 juta atau Rp 7,4 Triliun. 

Kini Maspion Group mengembangkan sayap bisnis menjadi 8 kategori bisnis utama: Layanan Produk Konsumen, Produk Konsumen Industri, Konstruksi dan Material Bangunan, Hotel, Properti Komersil dan Properti Industri, Perbankan, Perdagangan dan Distribusi, Infrastruktur dan Energi, serta beragam bisnis lainnya.

Berikut anak usaha dari Maspion Group Bank Maspion Indonesia, PT Indalex, PT Indal Aluminium Industry, PT Indal Gypsum Industry, PT Furukawa Indal Aluminium, PT Weilburger Coatings Indonesia, PT Cashew Grebe Indonesia, PT Indal Servis Sentra, PT Maspion Trading, PT Maxim Housewares Indonesia, Bumi Maspion, Citra Maspion Contractor, Maspion Kencana, Ishizuka Maspion Indonesia, Alaskair Maspion, Srithai Maspion Indonesia

Top! Harga CPO Naik Tipis Meski Pasokan Diramal Melimpah

 Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau menguat di sesi awal perdagangan Kamis (8/6/2023) melanjutkan penguatannya sejak perdagangan kemarin. Namun pelaku pasar kini tengah terbebani oleh perkiraan pesediaan dan produksi Mei.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan naik 0,75% ke posisi MYR 3.345 per ton pada pukul 08:40 WIB. Kendati demikian, harganya masih berada di level YR 3.000, padahal pekan lalu sempat menyentuh level MYR 3.500. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

Pada perdagangan Rabu (7/6/2023) harga CPO ditutup menguat 0,12% ke posisi MYR 3.320 per ton. Dengan ini, dalam 3 hari perdagangan harga CPO masih melemah 1,8%, sementara jika dilihat secara bulanan harganya menguat 3,72%, dan masih mengalami koreksi tajam 20,46% secara tahunan.

Ekonomi China yang mulai lesu tengah diperhatikan oleh para pelaku pasar. China merupakan salah satu negara dengan konsumsi CPO terbesar di dunia. Wajar saja ketika ekonominya menurun potensi permintaan terhadap minyak nabati meningkat dan harganya juga bakal terancam. BESTPROFIT


Selain itu, harga CPO kini terbebani oleh perkiraan peningkatan persediaan dan produksi bulan Mei.

"Produksi dan pemulihan stok telah memberikan tekanan pada pasar kelapa sawit. Output akan meningkat hingga Q3 karena musiman dan berkurangnya kekurangan tenaga kerja," kata Refinitiv Agriculture Research dalam sebuah catatan yang dikutip dari Reuters.

"Sementara ekspor minyak sawit diperkirakan akan meningkat di bulan-bulan mendatang, kenaikan permintaan dapat dibatasi oleh harga yang tidak menarik dibandingkan dengan minyak lunak," tambahnya. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF­

Persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Mei diperkirakan naik 6,8% dari bulan sebelumnya menjadi 1,6 juta ton karena produksi melonjak ke level tertinggi sepanjang tahun ini,

Sebuah survei Reuters menunjukkan, produsen terbesar kedua di dunia diperkirakan akan mengalami kondisi El Nino yang lemah mulai Juni dan seterusnya, kata menteri lingkungan.

Selain itu, produsen utama Indonesia memperkirakan musim kemarau yang parah akibat dampak pola cuaca El Nino, yang mengancam panen dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Perlambatan curah hujan di Asia Tenggara sejauh ini kondusif untuk panen, namun ada kekhawatiran tentang peristiwa El Nino yang akan datang, yang akan membawa kondisi kering berkepanjangan di Indonesia dan Malaysia.

Dari sisi minyak saingannya, kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,03%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 0,3%. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,5% setelah melonjak 3,4% semalam.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global. Jika harga minyak saingannya naik maka hargapun mengikuti.

Menurut analisis teknikal Wang Tao yang dikutip dari Reuters, pada perdagangan hari ini harga CPO dapat menyebabkan penurunan ke kisaran MYR 3.287-3.251 per ton.

CNBC INDONESIA RESEARCH

Soal Bursa Karbon, OJK Tunggu Undangan Konsultasi dari DPR

 Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN Enjiniring dan Kepco Engineering and Construction Company Inc, Foto: dok. PLN

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera meluncurkan Peraturan OJK (POJK) terkait bursa karbon dalam waktu dekat. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu undangan konsultasi dari Komisi XI DPR RI sebelum aturan tersebut ditetapkan.

"Saat ini kami tengah menyiapkan POJK dan sedang menunggu undangan Komisi XI DPR RI untuk berkonsultasi," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (6/6).

Inarno menjelaskan, rancangan aturan OJK terkait bursa karbon memiliki mekanisme perdagangan unit karbon yang bersifat mandatory maupun voluntary. Harapannya, perdagangan bursa karbon dapat berlangsung mulai September 2023 sesuai ketentuan yang berlaku.

"Diharapkan POJK mengenai bursa karbon akan dirilis tanggal 11 Juli 2023," sebutnya.

Inarno mengaku, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyampaikan siapa yang menjadi pihak penyelenggara perdagangan bursa karbon meskipun POJK bursa karbon dirilis ditargetkan dirilis pada 11 Juli 2023.

"Siapa pun yang menjadi penyelenggara harus mengikuti atau sesuai ketentuan berlaku dalam aturan POJK bursa karbon tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, bursa karbon diatur berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Dalam aturan itu peran OJK juga akan mengawasi implementasi bursa karbon.

"Rencana awal akan dilakukan antara lain juga dengan perdagangan launching hasil dari apa yang sudah diakui sebagai bagian dari result based payment (RBT) sebesar 100 juta ton yang dalam hal ini Kementerian LHK sedang memfinalisasi itu yang terkait kesiapan dan proses menyiapkan bursa karbon," paparnya.

Namun begitu di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku belum tentu pajak karbon langsung diterapkan. Sebab, ia mengatakan, banyak faktor yang akan menentukan pemberlakuannya.

"Masih kita lihat bersama-sama nanti," kata Sri Mulyani saat ditemui di kawasan The Energy Building, SCBD, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Adapun faktor-faktor yang menentukan penerapan pajak karbon itu, salah satu yang disebutkannya adalah geliat pergerakan ekonomi. Jika gerak ekonomi mulai cepat otomatis karbon atau CO2 yang dihasilkan juga turut meningkat.

"Nah kita lihat nanti dari sisi ekonomi kita mungkin kalau momentum pemulihannya cukup robust dan kuat berarti cukup baik," tuturnya.

"Walaupun kita tetap waspada dengan lingkungan global di sisi lain komitmen terhadap climate change untuk bisa mengakselerasi kita juga akan melihat sebagai satu kebutuhan," ungkap Sri Mulyani.

Ia memastikan, dalam memberlakukan penerapan pajak karbon nantinya, tentu akan turut berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait, termasuk OJK. Tujuannya supaya mekanisme itu tidak hanya memperkuat penerimaan melainkan juga menekan emisi karbon.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya ini tidak hanya sekedar menjadi sesuatu instrumen yang untuk penerimaan tapi lebih untuk program climate change. Seperti yang dikatakan oleh Pak Mahendra bahwa salah satu instrumen juga untuk memperkuat dari bursa karbon itu adalah pajak karbon dan nanti tarif mengenai karbonnya itu sendiri," tegasnya.

Wamen BUMN Sebut WIKA Poles Laporan Keuangan, Benarkah?

 wijaya karya Foto: ist


PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencium aroma tidak enak dalam laporan keuangan perusahaan BUMN, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA.

Terkait hal itu, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan dalam hal penyusunan laporan keuangan perseroan selalu mengacu kepada ketentuan perundangan yang berlaku. PT BESTPROFIT


"Berupaya penuh untuk menyesuaikan dengan kaidah-kaidah akuntansi yang berlaku di Indonesia serta setiap laporan keuangan perseroan diaudit oleh kantor akuntan publik sebagai auditor independen dan juga laporan tersebut kami publikasikan kepada publik karena WIKA adalah perusahaan Tbk," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/6).

Mahendra juga mengatakan, terkait penelusuran dan investigasi yang dilakukan bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perseroan menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada Kementerian BUMN. BEST PROFIT


"Terkait dengan informasi diatas, tentunya kami menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada Kementerian BUMN selaku pemegang saham seri A WIKA dan mendukung setiap langkah yg dilakukan," sebutnya. BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES
BPF
­

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menduga PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memoles laporan keuangan.

"Memang di beberapa Karya, seperti Waskita dan WIKA memang pelaporan keuangannya juga tidak sesuai dengan kondisi riil," kata Tiko dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (5/6).

Menurutnya, laporan keuangan seolah-olah memperoleh keuntungan selama bertahun-tahun. Padahal fakta yang terjadi di lapangan berbeda. "Artinya dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun, padahal cashflow tidak pernah positif sebetulnya," sebutnya.

Tiko menegaskan, pihaknya bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedang melakukan penelusuran dan investigasi terkait hal itu. Bahkan, pihaknya akan menuntut manajemen jika terbukti adanya pemalsuan laporan keuangan.

"Kita akan mulai lakukan ini saya sudah lapor ke ketua BPKP. Apabila memang ada fraud dari sisi pelaporan keuangan kita bisa lakukan tindakan tegas dengan kerangka governance yang ada," tegasnya.

Kinerja WIKA sepanjang kuartal I-2023 memang tidak menggembirakan. Meski pendapatan bersih mampu tumbuh 37,34% secara tahunan menjadi Rp 4,34 triliun, tapi bottom line WIKA berbalik menanggung kerugian.

Posisi bottom line atau bagian laba/rugi WIKA berbalik dari sebelumnya membukukan laba bersih Rp 1,32 miliar pada kuartal I-2022 menjadi rugi Rp 521,25 miliar per 31 Maret 2023, rekor kerugian kuartalan terbesar yang ditanggung perusahaan kontruksi plat merah tersebut.

Di lain sisi, WIKA juga sedang berupaya memperbaiki posisi arus kas. Caranya dengan melakukan refocusing terhadap bisnis WIKA.

WIKA memperbanyak proyek-proyek infrastruktur dan gedung yang mayoritas pemiliknya adalah pemerintah. Tercatat lebih dari 77% dari portofolio proyek pada kontrak yang ditangani (order book) WIKA berasal dari infrastruktur dan gedung.

Sedangkan sisanya merupakan proyek-proyek Engineering, Procurement, Construction & Commissioning (EPCC) yang dimiliki BUMN.

Adapun sampai dengan kuartal I-2023, total order book WIKA tercatat sebesar Rp 51,3 triliun. Hingga periode Maret 2023, WIKA mengantongi kontrak baru sebesar Rp 6,1 triliun.

WIKA mengincar kontrak baru antara Rp 34 triliun - Rp 36 triliun sepanjang 2023. Artinya, nilai kontrak baru WIKA pada kuartal pertama baru mencapai 17,94% dari target kontrak baru yang diincar tahun ini. Jakarta, CNBC Indonesia

Inflasi Mei 2023 Mengecil Jadi 0,09 Persen

 

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Mei 2023 terjadi inflasi sebesar 0,09% dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mtm). Tingkat inflasi year to date (ytd) pada Mei 2023 sebesar 1,10%, sedangkan inflasi yeor-on year (yoy) sebesar 4,00% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,84.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan, inflasi secara mtm ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,33%, dan juga dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 0,40%.

"Penyumbang terbesar inflasi bulanan pada Mei 2023 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau," ungkap Pudji Ismartini dalam konferensi pers pengumuman Inflasi Mei 2023, Senin (5/6/2023)

Advertisement

Sementara itu, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kotabaru dan Timika masing-masing sebesar 6,04% dengan IHK masing-masing sebesar 121,80 dan 117,74, sedangkan yang terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,93% dengan IHK sebesar 114,16.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy pada Mei 2023, antara lain beras, telur ayam ras, bawang putih, air kemasan, rokok putih, rokok kretek filter, rokok kretek, tarif listrik, sewa rumah, bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, angkutan dalam kota, angkutan antar kota, mobil, solar, bensin, akademi/PT, nasi dengan lauk, dan emas perhiasan.

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Bakal Lanjut Terus Gak Nih?

 Arab Saudi Dukung Keseimbangan Harga Minyak Dunia Foto: Arab Saudi Dukung Keseimbangan Harga Minyak Dunia (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kembali menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (2/6/2023). Kenaikan harga minyak didompleng sikap pasar yang menunggu kemungkinan pemotongan OPEC+.

Harga minyak mentah WTI menguat hingga 0,30% ke posisi US$70,31 per barel sementara harga minyak mentah brent juga dibuka menguat hingga 0,28% ke posisi US$74,49 per barel.

Pada perdagangan Kamis (1/6/2023), minyak WTI ditutup menguat 0,69% ke posisi US$70,1 per barel sementara minyak brent juga menguat 0,60% ke posisi US$74,28 per barel.

Harga minyak naik pada hari Jumat di awal perdagangan Asia karena pasar mempertimbangkan kemungkinan pemotongan produksi OPEC+ yang mendorong harga selama akhir pekan di tengah sentimen positif atas kebijakan moneter AS dan tagihan plafon utang Washington.

Pasar diyakinkan oleh sinyal potensi jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve serta pengesahan RUU dari Dewan Perwakilan Rakyat yang menangguhkan plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS), kemungkinan mencegah default negara yang membawa bencana.

RUU plafon utang AS saat ini sedang menunggu persetujuan Senat, yang menurut Pemimpin Mayoritas Demokrat Chuck Schumer akan tetap bersidang pada Kamis malam waktu AS hingga disahkan. Sentimen pasar juga didukung oleh data stok minyak mentah AS hari Kamis dari Administrasi Informasi Energi, yang mengindikasikan bahwa impor minyak mentah telah melonjak minggu lalu.

Perhatian investor sekarang tertuju pada pertemuan 4 Juni mendatang dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang secara kolektif disebut OPEC+. Para menteri dari negara penghasil minyak utama akan memutuskan apakah akan memangkas produksi lebih lanjut untuk mendukung pendapatan pemerintah.

Pengurangan lebih lanjut dalam produksi OPEC+ setelah pemotongan mengejutkan mereka sebesar 1,16 juta barel per hari pada bulan April akan menjadi bullish untuk harga minyak mentah.

Sinyal tentang pemotongan tersebut bervariasi, dengan laporan Reuters dan analis dari bank termasuk HSBC dan Goldman Sachs menunjukkan bahwa pemotongan produksi lebih lanjut tidak mungkin terjadi dan bahwa blok tersebut akan mengadopsi pendekatan "wait and see". Pengamat pasar lain telah menunjuk data manufaktur yang lemah dari China dan AS sebagai pendukung kasus pemotongan OPEC+.

Di AS, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada hari Kamis bahwa PMI manufakturnya turun menjadi 46,9 bulan lalu dari 47,1 pada bulan April, bulan ketujuh berturut-turut PMI bertahan di bawah ambang batas 50, menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur di konsumen minyak terbesar dunia.

Data manufaktur dari China melukiskan gambaran beragam, dengan Caixin/S&P Global China PMI manufaktur Kamis yang lebih baik dari perkiraan kontras dengan data resmi pemerintah hari sebelumnya yang melaporkan aktivitas pabrik di bulan Mei telah menyusut ke level terendah dalam lima bulan.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger