BPF Jambi. Powered by Blogger.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

7-Eleven Minta Penjualan Nike Air Max 95 Dihentikan, Ini Sebabnya

 Nike Air Max 95

Nike Air Max 95 (Nike/Nike)

Texas, Beritasatu.com – Jaringan toko serba-ada 7-Eleven menggugat Nike di pengadilan federal Texas, Amerika Serikat, dengan tuduhan menggunakan desain garis oranye, hijau, dan merah yang dinilai sangat mirip dengan identitas merek (brand) milik perusahaan pada produk sepatu terbaru Nike.

Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa (1/7/2026) di Pengadilan Federal Dallas, 7-Eleven menyatakan desain sepatu Air Max 95 yang akan diluncurkan Nike pada Jumat (11/7/2026) menampilkan kombinasi tiga warna yang menyerupai ciri khas perusahaan sehingga berpotensi membingungkan konsumen.

BeritaSatu
00:00
ADVERTISEMENT

Menurut 7-Eleven, peluncuran sepatu tersebut juga dijadwalkan bertepatan dengan 11 Juli atau 7-Eleven Day, yang selama ini dikenal sebagai hari perayaan tahunan perusahaan sekaligus penyelenggaraan program Free Slurpee Day di gerai-gerai tertentu.

"Nike telah menunjukkan pengabaian yang ceroboh dan disengaja terhadap hak-hak 7-Eleven," demikian isi gugatan tersebut, dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

Hingga laporan ini disusun, Nike belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait gugatan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, 7-Eleven menyebut penggunaan identitas mereknya tanpa izin, ditambah peluncuran produk yang dilakukan hanya beberapa hari menjelang 7-Eleven Day, membuat perusahaan harus segera mengambil langkah hukum untuk melindungi mereknya.

Perusahaan juga menyatakan telah berulang kali berupaya menyelesaikan sengketa tersebut sebelum mengajukan gugatan. Namun, menurut dokumen gugatan, Nike tetap berencana melanjutkan promosi dan peluncuran sepatu sesuai jadwal.

7-Eleven menjelaskan telah menggunakan kombinasi warna oranye, hijau, dan merah selama puluhan tahun pada papan nama toko, materi iklan, merchandise, alas kaki, serta berbagai produk lainnya. Perusahaan juga mengeklaim memiliki sejumlah hak merek dagang atas desain tersebut.

Dalam gugatan itu, 7-Eleven menuduh Nike sengaja merancang sepatu tersebut agar mengingatkan konsumen pada merek 7-Eleven dan memanfaatkan popularitas perusahaan. Akibatnya, konsumen berpotensi mengira produk tersebut merupakan hasil kerja sama atau mendapat persetujuan resmi dari 7-Eleven, padahal tidak ada kemitraan antara kedua perusahaan.

Sebagai bagian dari gugatan, 7-Eleven juga mengutip sejumlah pemberitaan media yang menyebut desain sepatu tersebut terinspirasi dari identitas visual perusahaan.

Melalui gugatan tersebut, 7-Eleven meminta pengadilan menghentikan penjualan sepatu Air Max 95, memerintahkan penarikan produk yang telah didistribusikan, serta mewajibkan Nike membayar ganti rugi dan menyerahkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk tersebut.

Harga Minyak Turun 3 Hari Beruntun Didorong Pembicaraan Damai AS-Iran

 Ilustrasi minyak mentah

Ilustrasi minyak mentah (Odessa American via AP/Eli Hartman)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak dunia kembali turun pada Kamis (2/7/2026), menandai penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan dipicu oleh kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.

Dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2026), Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pembicaraan yang berlangsung di Doha menghasilkan kemajuan positif terkait pelaksanaan nota kesepahaman yang mengakhiri perang. Meski demikian, kedua pihak belum mencapai kemajuan berarti menuju kesepakatan damai yang bersifat permanen.

BeritaSatu
00:00
ADVERTISEMENT

Harga minyak mentah Brent pada Kamis siang turun 77 sen atau 1,1% menjadi US$ 70,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 84 sen atau 1,2% menjadi US$ 67,74 per barel.

ADVERTISEMENT

Kedua acuan harga minyak tersebut juga turun lebih dari 1% pada perdagangan sebelumnya dan menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir.

Analis Haitong Futures menilai terbukanya kembali Selat Hormuz bagi pengiriman minyak membuat pasokan minyak mentah kembali mengalir lancar ke pasar. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi kelebihan pasokan (oversupply), sementara persaingan memperebutkan pangsa pasar ikut menekan harga minyak.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari rencana negara-negara anggota OPEC+ yang diperkirakan akan kembali menyetujui kenaikan target produksi mulai Agustus 2026.

Sementara itu, bank investasi UBS memangkas proyeksi harga minyak Brent seusai tercapainya nota kesepahaman antara AS dan Iran yang diikuti meningkatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

UBS memangkas proyeksi rata-rata harga Brent untuk kuartal III 2026 sebesar US$ 25 per barel dan untuk kuartal IV sebesar US$ 10 per barel. Kini, UBS memperkirakan harga Brent rata-rata berada pada level US$ 80 per barel pada paruh kedua 2026 dan turun menjadi sekitar US$ 75 per barel pada 2027.

"Meski demikian, kami menilai masih terlalu dini untuk menganggap kondisi telah sepenuhnya normal. Risiko harga minyak masih cenderung mengarah ke kenaikan karena jumlah kapal tanker yang masuk ke Teluk Persia masih lebih sedikit dibandingkan kapal yang keluar," tulis UBS.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger