BPF Jambi. Powered by Blogger.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

PHK Marak, Pemerintah Andalkan Insentif Pajak dan Program Magang

 Program magang nasional  juga dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi para peserta.

Program magang nasional juga dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi para peserta. (Freepik.com/@pressfoto)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mengeklaim telah menyiapkan sejumlah insentif untuk membantu dunia usaha mempertahankan tenaga kerja di tengah meningkatnya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu stimulus yang diberikan adalah fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja yang memenuhi persyaratan, termasuk pekerja dengan penghasilan bruto hingga Rp 10 juta per bulan di sektor-sektor yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban perusahaan sehingga tidak perlu melakukan pengurangan tenaga kerja.

"Bantuan yang pemerintah sudah berikan itu dalam bentuk insentif untuk perusahaan supaya tidak melakukan penghentian. PPh-nya ditanggung pemerintah sampai Rp 10 juta, jadi kita berharap itu tidak melakukan PHK," ujar Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Selain insentif perpajakan, pemerintah juga mengoptimalkan Program Magang Nasional sebagai upaya mendukung dunia usaha sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Melalui program tersebut, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi peserta magang. Dalam skema itu, uang saku atau gaji peserta magang ditanggung pemerintah selama enam bulan sesuai ketentuan program, sehingga perusahaan memperoleh tambahan insentif dalam merekrut dan membina calon tenaga kerja.

Airlangga berharap kombinasi insentif perpajakan dan dukungan terhadap program magang dapat membantu perusahaan mempertahankan pekerja yang sudah ada sekaligus membuka peluang perekrutan tenaga kerja baru.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas pasar tenaga kerja di tengah meningkatnya tantangan ekonomi yang memicu PHK di sejumlah sektor.

"Pemerintah punya Program Magang Nasional sehingga dari magang itu menambah insentif tenaga kerja kepada perusahaan. Karena tenaga kerja baru yang masuk itu kan dibayar gaji juga oleh pemerintah," pungkas Airlangga.

Hashim Djojohadikusumo: Investasi di RI Aman bagi Investor Global

 Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo. (Antara/Andi Firdaus)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo menegaskan Indonesia tetap menjadi negara yang aman dan tepercaya bagi investor global untuk menanamkan modal maupun mengembangkan usaha. Kepastian tersebut didukung oleh kebijakan politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif sehingga terbuka terhadap kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.

Dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2026), Hashim mengatakan Indonesia konsisten menjaga posisi sebagai negara nonblok yang tidak berpihak pada kekuatan tertentu. Sikap tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk membangun hubungan ekonomi yang seimbang dengan seluruh mitra internasional.

"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai nonblok. Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," kata Hashim.

Menurut Hashim, kebijakan tersebut membuat Indonesia mampu menjalin hubungan investasi dengan berbagai negara tanpa membedakan latar belakang geopolitik. Investasi yang masuk berasal dari Rusia, China, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, hingga Australia.

ADVERTISEMENT

Ia memastikan seluruh investor dapat menjalankan usahanya dengan aman di Indonesia.

"Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi Anda aman. Investasi anda aman dan akan selamanya aman," ujarnya.

Hashim menambahkan hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand telah terjalin erat selama puluhan tahun. Kedua negara juga pernah menghadapi tantangan besar yang sama ketika krisis keuangan Asia melanda kawasan pada 1997.

Menurutnya, meski sempat mengalami tekanan ekonomi, dunia usaha di Indonesia maupun Thailand mampu bertahan sehingga menjadi fondasi kuat bagi penguatan kerja sama ekonomi hingga saat ini.

Ia juga menilai kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian justru menjadi momentum bagi Indonesia dan Thailand untuk mempererat kolaborasi, terutama dalam menghadapi tantangan seperti kenaikan harga energi dan fluktuasi harga komoditas.

Hashim yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi optimistis hubungan perdagangan kedua negara akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Optimisme tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dan Thailand yang menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai US$ 20 miliar pada 2030 melalui implementasi kemitraan strategis di berbagai sektor.

Target tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar US$ 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.

Dalam kunjungan perdana seorang perdana menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir tersebut, kedua negara juga mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030 sebagai pedoman untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, energi, ketahanan pangan, hingga sektor strategis lainnya.

Hashim berharap implementasi peta jalan tersebut dapat memperluas arus investasi dan perdagangan antara kedua negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger