BPF Jambi. Powered by Blogger.

Blog Archive

Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ikuti Penguatan Emas, Harga Perak Antam Hari Ini Naik Rp 350

 Ilustrasi perak Antam

Ilustrasi perak Antam (ChatGPT)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga perak yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Senin (24/8/2026), menguat mengikuti pergerakan harga emas.

Melansir laman Logam Mulia, harga perak Antam mengalami kenaikan Rp 350 per gram dari Rp 45.550 per gram menjadi Rp 45.900 per gram.

Sementara itu, harga perak batangan 250 gram tercatat sebesar Rp 11,875 juta. Sedangkan harga perak ukuran 500 gram dijual Rp 22,950 juta. Namun, kedua produk perak tersebut belum tersedia.

Pada pekan kemarin, harga perak Antam naik dari Rp 42.800 per gram pada Minggu (16/8/2026) menjadi Rp 45.550 per gram pada Sabtu (22/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, harga perak Antam bertambah Rp 2.750 per gram atau sekitar 6,43% dalam periode tersebut.

Adapun kenaikan harian terbesar terjadi pada Kamis (20/8/2026), ketika harga perak Antam melonjak Rp 2.600 per gram atau 6,18% menjadi Rp 44.700.

Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada Rabu (19/8/2026). Harga perak Antam turun Rp 1.900 per gram atau 4,32% dari Rp 44.000 menjadi Rp 42.100 per gram.

Pada sisi lain, harga emas Antam naik Rp 10.000 menjadi Rp 2,750 juta per gram dari sebelumnya Rp 2,740 juta per gram. Adapun harga emas Antam tertinggi mencapai Rp 3,168 juta per gram pada 29 Januari 2026.

Sementara itu, harga pembelian kembali emas Antam atau harga buyback juga naik Rp 10.000 menjadi Rp 2,610 juta per gram.

BI Rate Tetap 5,75 Persen pada Agustus 2026

 Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 5,75%. 

Sementara itu, suku bunga deposit facility juga tetap 4,75%, dan suku bunga lending facility tetap 6,50%.

Pejabat Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan, keputusan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah.

"Keputusan ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Destry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (19/8/2026). 

ADVERTISEMENT

Destry menyampaikan, BI juga memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, serta memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan valas, serta meningkatkan likuiditas dan mengatasi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth). 

Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit atau pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Destry menambahkan, kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran. 

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger