BPF Jambi. Powered by Blogger.

Blog Archive

Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Penyaluran Kredit Program Pemerintah Tembus Rp 258,75 Triliun

 Ilustrasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Ilustrasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). (Dok. BRI)

Jakarta, Beritasatu.com – Penyaluran kredit program pemerintah mencapai Rp 258,75 triliun hingga 23 September 2026. Realisasi tersebut setara 78,47% dari total plafon tahun ini, dengan 67,84% pembiayaan mengalir ke sektor produksi.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan keberhasilan program pembiayaan pemerintah tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan usaha dan penyerapan tenaga kerja.

BeritaSatu
00:00
ADVERTISEMENT

“Ukuran keberhasilan Kredit Program bukan hanya berapa besar kredit yang disalurkan, tetapi berapa banyak usaha yang tumbuh, tenaga kerja yang terserap, dan masyarakat yang berhasil naik kelas. Kredit Program bukan sekadar instrumen pembiayaan, melainkan instrumen pemberdayaan dan transformasi ekonomi rakyat,” kata Ferry dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ferry, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, merinci Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai skema dengan penyaluran terbesar. Hingga 23 September 2026, realisasi KUR mencapai Rp 232,66 triliun atau 80,08% dari target Rp 290,52 triliun.

ADVERTISEMENT

Pembiayaan tersebut telah menjangkau 3,61 juta debitur dan mendukung penyerapan tenaga kerja sebanyak 10,83 juta orang.

Sementara itu, Kredit Program Perumahan (KPP) telah disalurkan sebesar Rp 25,78 triliun kepada 110.286 debitur. Program ini turut mendukung penyerapan 337.457 tenaga kerja.

Adapun penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Kredit Alsintan) mencapai Rp 169,76 miliar, sedangkan Kredit Industri Padat Karya (KIPK) tercatat sebesar Rp 137,92 miliar.

“Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan agar pelaku usaha memperoleh akses modal yang sesuai kebutuhan, tepat sasaran, dan mampu menopang pertumbuhan usaha,” ujar Ferry.

Untuk memperluas jangkauan pembiayaan, pemerintah memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, lembaga penyalur, lembaga penjamin, serta asosiasi usaha. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut dinilai penting karena kebutuhan pembiayaan UMKM diproyeksikan tumbuh sekitar 7,2% per tahun. Pada saat yang sama, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pembiayaan UMKM diperkirakan mencapai Rp 2.400 triliun pada 2026.

Selain memperkuat penyaluran KUR, pemerintah menyempurnakan berbagai skema pembiayaan, termasuk pengembangan Kredit Usaha Pertanian, perluasan akses modal bagi industri padat karya, serta optimalisasi KPP untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah.

Pemerintah juga menyediakan Kredit Perempuan Prasejahtera dengan plafon hingga Rp 15 juta, disertai pendampingan untuk memperluas akses perempuan prasejahtera terhadap pembiayaan formal.

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp 17.904 per Dolar AS

 Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok sejak awal Mei 2026.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok sejak awal Mei 2026. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (9/10/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 11 poin atau 0,06% ke level Rp 17.904 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), rupiah melemah 28 poin atau 0,16% ke posisi Rp 17.915 per dolar AS.

BeritaSatu
WhatsApp Video 2026-09-07 at 18.50.42
00:00

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. Reuters melaporkan, dolar AS tertekan pada Kamis setelah kenaikan imbal hasil obligasi zona euro terhenti. Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) sepanjang tahun ini relatif tidak berubah.

Indeks dolar AS turun 0,08% ke level 102,17 setelah sempat menyentuh 102,46. Pada saat yang sama, euro menguat 0,08% menjadi US$ 1,1204, setelah sebelumnya sempat turun ke US$ 1,1171.

ADVERTISEMENT

Pound sterling Inggris juga naik 0,07% ke US$ 1,3219. Penguatan tersebut terjadi setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyampaikan perlunya peningkatan upaya untuk memperbaiki kondisi keuangan publik Inggris. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan pada pasar obligasi global akibat tingginya tingkat pinjaman dan meningkatnya tekanan inflasi.

Sementara itu, yen Jepang menguat 0,12% ke level 157,88 per dolar AS. Pergerakan yen terjadi setelah Bank of Japan menyatakan bahwa kenaikan inflasi akibat mahalnya bahan baku mulai berdampak pada harga barang konsumsi.

Di sisi kebijakan moneter AS, data CME FedWatch menunjukkan peluang The Fed menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin sebesar 17,2%. Angka tersebut turun dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 24,4% pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 81,2% pada pertemuan bank sentral AS pada Desember mendatang.

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp 17.904 per Dolar AS

 Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok sejak awal Mei 2026.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok sejak awal Mei 2026. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (9/10/2026). Penguatan mata uang Garuda terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 11 poin atau 0,06% ke level Rp 17.904 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), rupiah melemah 28 poin atau 0,16% ke posisi Rp 17.915 per dolar AS.

BeritaSatu
00:00
ADVERTISEMENT

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. Reuters melaporkan, dolar AS tertekan pada Kamis setelah kenaikan imbal hasil obligasi zona euro terhenti. Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) sepanjang tahun ini relatif tidak berubah.

Indeks dolar AS turun 0,08% ke level 102,17 setelah sempat menyentuh 102,46. Pada saat yang sama, euro menguat 0,08% menjadi US$ 1,1204, setelah sebelumnya sempat turun ke US$ 1,1171.

ADVERTISEMENT

Pound sterling Inggris juga naik 0,07% ke US$ 1,3219. Penguatan tersebut terjadi setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyampaikan perlunya peningkatan upaya untuk memperbaiki kondisi keuangan publik Inggris. Pernyataan itu muncul di tengah tekanan pada pasar obligasi global akibat tingginya tingkat pinjaman dan meningkatnya tekanan inflasi.

Sementara itu, yen Jepang menguat 0,12% ke level 157,88 per dolar AS. Pergerakan yen terjadi setelah Bank of Japan menyatakan bahwa kenaikan inflasi akibat mahalnya bahan baku mulai berdampak pada harga barang konsumsi.

Di sisi kebijakan moneter AS, data CME FedWatch menunjukkan peluang The Fed menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin sebesar 17,2%. Angka tersebut turun dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 24,4% pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 81,2% pada pertemuan bank sentral AS pada Desember mendatang.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger