Ramalan Harga Emas Masih Berdarah-darah sebelum Melejit ke US$ 5.300

 Ilustrasi emas

Ilustrasi emas (AP Photo/Matthias Schrader)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek sebelum kembali mencetak reli besar dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Riset Komoditas TD Securities Bart Melek mengatakan, logam mulia itu masih berpotensi turun di bawah level US$ 3.900 per ons pada tahun ini sebelum akhirnya menembus US$ 5.300 per ons pada 2027.

Pada riset terbarunya, Melek menilai harga emas saat ini masih bertahan di sekitar level psikologis US$ 4.000 per ons. 
"Namun, level itu tidak akan mampu menjadi penopang apabila tekanan inflasi tetap tinggi dan harga energi terus meningkat," ucap dia dikutip dari Kitco News, Selasa (30/6/2026).

ADVERTISEMENT

Meski memperkirakan koreksi masih berlanjut, Melek menegaskan pelemahan harga emas justru menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi.

"Tren bullish emas belum berakhir, meskipun pasar saat ini masih berada dalam fase koreksi," ucap dia.

Risiko terbesar bagi emas dalam waktu dekat berasal dari potensi lonjakan harga minyak yang dipicu gangguan pasokan di Selat Hormuz.

"Dengan gangguan di Selat Hormuz yang mengikis persediaan hingga ke tingkat terendah dalam sejarah, risiko utamanya adalah pasar minyak mentah yang mengalami oversold dapat mengalami rebound tajam," ucapnya.

Namun, Melek tetap optimistis prospek jangka panjang emas masih sangat positif. Ia memperkirakan harga logam mulia tersebut mampu mencetak rekor baru hingga mencapai US$ 5.300 per ons pada 2027.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger