Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini Jadi Rp 2,992 Juta

 

ADVERTISEMENT

Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini Jadi Rp 2,992 Juta

Senin, 16 Maret 2026 | 08:50 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi emas Antam.
Ilustrasi emas Antam. (Dok PT Aneka Logam/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Berapa harga emas Antam hari ini? Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin (16/3/2026) tercatat berada di level Rp 2,992 juta per gram.

Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas turun Rp 5.000 berada di posisi Rp 2,992 juta per gram. Adapun harga tertinggi emas Antam tercatat Rp 3,168 juta per gram pada 29 Januari 2026.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 5.000 berada di kisaran Rp 2,744 juta per gram.

Sebagai informasi, pembelian emas bagi pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dikenai pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45%, sedangkan bagi non-NPWP sebesar 0,9%.

Untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dipungut dari total nilai transaksi dan setiap pembelian disertai bukti potong PPh Pasal 22.

Adapun harga emas batangan Antam pada pagi ini tercatat sebagai berikut:

Awas Boncos! 4 Kesalahan Fatal Saat Mengelola THR


Awas Boncos! 4 Kesalahan Fatal Saat Mengelola THR

Senin, 2 Maret 2026 | 11:21 WIB
CR
TE
Penulis: Caesi Rosprianti | Editor: TCE
Ilustrasi THR.
Ilustrasi THR. (Beritasatu.com/AI)

Jakarta, Beritasatu.com - THR atau tunjangan hari raya selalu menjadi momen yang dinanti para pekerja, baik aparatur sipil negara (PNS) maupun karyawan swasta. Tambahan pendapatan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri.

Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, THR justru bisa menjadi jebakan finansial yang membuat kondisi keuangan goyah setelah Lebaran selesai. Umumnya, THR dicairkan sekitar 7 hingga 14 hari sebelum hari raya keagamaan.

Karena nominalnya relatif lebih besar dari pemasukan rutin, pengelolaannya perlu direncanakan secara matang. THR tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga kerap dialokasikan untuk berbagai pengeluaran lain yang nilainya cukup besar.

Agar tidak salah langkah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai kesalahan umum dalam mengelola THR serta strategi agar dana tersebut tetap terkendali.

ADVERTISEMENT

Kesalahan Umum dalam Mengelola THR

1. THR dianggap sebagai bonus

Masih banyak orang yang menganggap THR sebagai bonus atau hadiah semata. Padahal, THR merupakan bagian dari pendapatan yang harus masuk dalam perencanaan keuangan secara menyeluruh.

Tanpa perhitungan yang jelas, THR berisiko habis untuk konsumsi yang tidak terencana. Padahal, dana ini seharusnya dapat membantu menutup kebutuhan besar yang tidak tercukupi oleh gaji bulanan.

Sebagian penerima masih menggunakan THR untuk membeli barang yang sebenarnya bukan prioritas. Akibatnya, kebutuhan penting justru terabaikan karena dana sudah terlanjur habis untuk pengeluaran yang kurang mendesak.

2. Tanpa anggaran dan skala prioritas

Kesalahan paling sering terjadi adalah membelanjakan THR tanpa menyusun daftar kebutuhan terlebih dahulu. Tanpa perencanaan, dana mudah terkuras untuk hal-hal yang tidak mendesak.

Menyusun daftar kebutuhan sebelum periode pencairan THR menjadi langkah penting. Dengan perencanaan yang jelas, penggunaan dana bisa lebih terarah dan terkontrol.

Jika THR tidak dikelola dengan baik, Anda juga kehilangan opportunity cost atau potensi manfaat yang seharusnya bisa diperoleh. Dana yang semestinya dapat digunakan untuk kebutuhan besar atau investasi justru habis untuk pembelian yang kurang penting.

3. Mudah tergiur diskon dan promo

Menjelang hari raya, pusat perbelanjaan maupun platform e-commerce biasanya menawarkan berbagai promo dan diskon besar-besaran. Kondisi ini sering memicu perilaku konsumtif.

Perasaan takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) membuat banyak orang tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Meski harga sudah dipotong diskon, tetap saja itu merupakan pengeluaran yang mengurangi saldo keuangan.

Barang diskon yang tidak masuk dalam daftar prioritas tetap berdampak pada arus kas pribadi. Tanpa disadari, THR bisa menyusut drastis hanya karena pembelian impulsif.

4. Mengabaikan tabungan dan dana darurat

Kesalahan berikutnya adalah menghabiskan seluruh THR untuk kebutuhan Lebaran tanpa menyisihkan sebagian untuk tabungan atau dana darurat.

THR seharusnya juga dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan keuangan. Dana darurat penting untuk menghadapi kebutuhan tak terduga setelah periode Lebaran berakhir.

Memaksakan membeli pakaian bermerek atau barang mewah demi gengsi saat mudik atau silaturahmi dapat mempercepat habisnya THR dan bahkan gaji bulanan. Padahal, kebutuhan hidup tetap berjalan sebelum gaji bulan berikutnya diterima.

Dalam beberapa kasus, pengeluaran berlebihan saat Lebaran juga memicu penggunaan kartu kredit secara berlebihan. Pola ini berisiko menimbulkan beban cicilan di bulan-bulan berikutnya, terutama jika tidak memiliki dana cadangan yang memadai.

Cara Bijak Mengatur THR

Agar pengelolaan THR lebih sehat, langkah pertama adalah menentukan kebutuhan pokok dalam anggaran yang disusun secara teperinci. Kebutuhan tersebut dapat mencakup:

  • Makan dan kebutuhan rumah tangga.
  • Transportasi dan biaya mudik.
  • Kebutuhan hari raya.
  • Zakat wajib dan kewajiban lainnya.

Setelah kebutuhan pokok ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan kebutuhan tambahan yang masih dianggap penting, tetapi bukan prioritas utama.

Tidak semua hal yang mampu dibeli otomatis menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, penting untuk membuat skala prioritas sebelum memutuskan pengeluaran.

Baru setelah dua kategori tersebut terpenuhi, sisa dana dapat dialokasikan untuk keperluan lain yang sifatnya lebih fleksibel.

Sisihkan THR untuk Investasi

Sebagian THR juga dapat dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Idealnya, sekitar 20% hingga 30% dari total THR dapat disisihkan untuk simpanan jangka menengah maupun panjang.

Persentase ini dinilai cukup ideal karena THR tetap difokuskan untuk kebutuhan hari raya, tetapi tidak mengabaikan aspek perencanaan masa depan.

Investasi dari THR dapat membantu memperkuat kondisi keuangan dan mengurangi ketergantungan pada pemasukan bulanan semata.

Tentukan Alokasi THR secara Jelas

Agar pengeluaran tidak membengkak, sebaiknya anggaran Lebaran sudah disusun sejak jauh hari, bahkan dua bulan sebelum Ramadan. Tentukan alokasi yang jelas untuk kebutuhan hari raya, lalu sisihkan tabungan di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Strategi ini membantu memastikan dana cadangan tetap tersedia.

Jika memiliki utang, alokasikan sebagian pendapatan termasuk THR untuk membayar atau melunasi kewajiban tersebut. Langkah ini dapat meringankan beban keuangan sekaligus mencegah akumulasi bunga atau denda.

THR memang menjadi tambahan pemasukan yang sangat membantu menjelang Hari Raya. Namun tanpa perencanaan yang disiplin, dana tersebut dapat habis dalam waktu singkat dan menimbulkan tekanan finansial setelah Lebaran.

Dengan menyusun anggaran, menetapkan prioritas, menghindari belanja impulsif, serta menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi, THR dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengganggu stabilitas keuangan di bulan-bulan berikutnya. 

Gempa M 3,3 Guncang Luwu Timur dan Getaran Dirasakan

 Ilustrasi gempa bumi

Ilustrasi gempa bumi (Freepik.com/Freepik)

Malili, Beritasatu.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,3 mengguncang wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026) siang. Getaran dirasakan warga di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Wasuponda.

Berdasarkan data peringatan gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer tenggara Luwu Timur dengan kedalaman dangkal, yakni sekitar 2 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 14.27 WIB.

Guncangan dilaporkan terasa dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan benda-benda ringan sempat bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau menjauhi bangunan yang retak serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan memperhatikan langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja atau keluar menuju area terbuka jika kondisi memungkinkan.

Bappebti dan ICDX Sebut Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Indonesia Aman

 Ilustrasi emas.

Ilustrasi emas. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah isu negatif investasi emas di China, otoritas perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sebagai bursa penyelenggara perdagangan memastikan bahwa pasar fisik emas secara digital di Indonesia dipastikan aman. Sebelumnya, seperti dikutip dari Bloomberg investasi emas di China mengalami krisis setelah platform online populer Jie Wo Rui disebut tidak mampu memenuhi penarikan dana milik konsumen. Selain itu, discoveryalert juga menyapaikan dengan nada yang sama, di mana Platform Jie Wo Rui yang telah menarik investasi ritel yang signifikan selama reli harga emas sebelumnya, menjadi tidak mampu memenuhi permintaan penarikan dana investor karena kondisi pasar memburuk. Jie Wo Rui sendiri merupakan platform digital yang melayani investasi berbasis emas.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya mengatakan bahwa Bappebti selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman.

“Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat. Dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga yang terpisah yang disebut dengan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository),” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tirta menambahkan, emas fisik yang disimpan di Depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan sebagaimana dimaksud, maksimal sebesar 20% (dua puluh persen), dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada Lembaga Kliring. Mekanisme ini memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya.

“Kami sebagai otoritas selalu mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati apabila mendapat informasi penawaran investasi emas digital, baik penawaran langsung maupun tidak langsung (melalui sosial media),” lanjutnya.

Untuk memastikan kebenaran penawaran tersebut, masyarakat dapat mengecek ke Bappebti, Bursa maupun Lembaga Kliring. Bappebti sendiri memiliki situs resmi di www.bappebti.go.id yang memuat daftar pedagang fisik emas digital yang telah berizin serta tautan di https://ceklegalitas.bappebti.go.id untuk cek legalitas perusahaan secara langsung.

Sementara itu, Direktur Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam mengatakan, sebagai Bursa, ICDX telah menyediakan platform perdagangan emas secara digital dengan teknologi modern, yang mencatat setiap transaksi emas yang dilakukan dan dilaporkan oleh pedagang emas anggota ICDX.

“Kami juga memastikan, setiap transaksi yang dilakukan pedagang emas digital dan dilaporkan ke ICDX tersebut emas fisiknya ada. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan emasnya. Keberadan emas dalam pasar fisik emas secara digital ini pada prinsipnya sama dengan membeli emas secara fisik di toko emas, bahwa emas fisiknya ada. Hanya saja dalam mekanisme ini, cara pembeliannya secara digital, dan emasnya disimpan di Lembaga Depository,” jelasnya.

Secara garis besar mekanisme transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital ini adalah setiap transaksi yang terjadi di platform pedagang akan didaftarkan ke Bursa dan Lembaga Kliring. Hal ini  untuk mengawasi ketersediaan emas yang disimpan pada tempat penyimpanan emas, juga memastikan setiap pembayaran pembelian emas oleh pelanggan, diikuti dengan perpindahan saldo emas digital. Masyarakat yang membeli emas secara digital memang tidak langsung mendapatkan emasnya secara fisik, namun dapat mengajukan permintaan penarikan emas fisik kepada masing-masing pedagang.

Terkait perdagangan pasar fisik emas digital, Sepanjang tahun 2025, volume perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX tercatat sebesar 58.654.322 gram, tumbuh 25,20% dibandingkan tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar 46.849.357 gram. Sementara pada tahun 2026, selama bulan Januari tercatat transaksi sebesar 11.913.008 gram, meningkat 229% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 dengan transaksi sebesar 3.621. 606 gram.

Bahlil Pangkas Produksi hingga 70 Persen, Pengusaha Menjerit

 Ilustrasi batu bara.

Ilustrasi batu bara. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) menyampaikan realisasi persetujuan produksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat 40%–70% lebih rendah dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang diajukan pelaku usaha.

“Berdasarkan laporan anggota, angka produksi yang ditetapkan ini jauh di bawah angka persetujuan RKAB tiga tahunan,” ujar Direktur Eksekutif APBI-ICMA Gita Mahyarani seperti dilansir dari Antara, Senin (2/2/2026).

Gita menjelaskan, pemangkasan produksi terjadi secara signifikan dengan variasi penurunan di kisaran 40%–70%. Menurutnya, penurunan skala produksi yang cukup dalam membuat perusahaan tambang batu bara kesulitan menutup biaya operasional tetap, kewajiban lingkungan, aspek keselamatan kerja, hingga kewajiban finansial lain.

“Kondisi ini meningkatkan risiko penundaan hingga penghentian sebagian atau seluruh kegiatan operasional, termasuk dampaknya pada ketenagakerjaan, yakni PHK,” kata Gita.

ADVERTISEMENT

APBI-ICMA pun meminta agar keputusan pemotongan produksi batu bara 2026 yang telah ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dapat dikaji ulang. Peninjauan tersebut dinilai perlu mempertimbangkan keseimbangan antara skala keekonomian usaha, keberlanjutan operasional, dampak ketenagakerjaan, serta efek berantai terhadap sektor pendukung dan perekonomian daerah.

“Sehingga tujuan penataan produksi dapat berjalan seiring dengan terjaganya keberlanjutan usaha pertambangan dan stabilitas sosial ekonomi,” ucapnya.

Pada awal 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menurunkan produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka tersebut lebih rendah hampir 200 juta ton dibandingkan produksi batu bara 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Kebijakan pengurangan produksi itu ditujukan untuk menjaga harga komoditas di pasar global. Saat ini, volume batu bara yang diperdagangkan di pasar dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 514 juta ton. Besarnya pasokan batu bara di pasar global dinilai menekan harga komoditas, yang tercermin pada pergerakan harga batu bara acuan.

Harga batu bara acuan (HBA) periode I Februari 2026 tercatat sebesar US$ 106,11 per ton, lebih rendah dibandingkan HBA Februari 2025 sebesar US$ 124,24 per ton.

Tingginya porsi batu bara Indonesia dalam perdagangan global membuat Kementerian ESDM meyakini bahwa pengurangan produksi dapat mendorong perbaikan harga komoditas.

“Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daya alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang,” ucap Bahlil.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger