
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Data Bloomberg mencatat rupiah naik 0,10% atau 16,00 poin ke posisi 16.660 per dolar AS, sejalan dengan sentimen global yang membuat mata uang utama dunia menguat terhadap dolar.
Menurut laporan Reuters, dolar AS menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026 setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan yang kurang agresif dibandingkan perkiraan pasar.
Kondisi tersebut mengangkat euro dan poundsterling ke level tertinggi sejak Oktober. Pada awal perdagangan Asia, euro berada di US$ 1,1741 setelah menguat 0,37% pada sesi sebelumnya, sementara poundsterling menguat tipis ke US$ 1,33955.
Meskipun The Fed memangkas suku bunga sesuai proyeksi, komentar Ketua The Fed Jerome Powell dianggap tidak seketat yang diantisipasi pasar. Hal ini memperkuat tekanan jual terhadap dolar.
Kepala strategi pasar Ameriprise Anthony Saglimbene menyebutkan bahwa sikap The Fed yang menghindari kejutan negatif menjadi faktor yang mencegah pasar mengalami tekanan besar jelang akhir tahun.
Pasar tetap menghadapi ketidakpastian arah kebijakan moneter AS pada 2026. Pedagang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga, sementara pejabat The Fed hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan pada 2026 dan sekali lagi pada 2027.
Analis mata uang senior Commonwealth Bank of Australia Kristina Clifton menilai bahwa kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja dapat mendorong FOMC memangkas suku bunga lebih dalam. Ia memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2026 yang dapat membawa suku bunga acuan turun ke kisaran 2,75%-3,0%.
Perkembangan kebijakan moneter berikutnya bergantung pada data ekonomi AS yang masih tertahan oleh dampak penutupan pemerintah federal selama 43 hari pada Oktober–November.
Situasi ini terjadi menjelang pemilihan paruh waktu AS, dengan Presiden Donald Trump mendesak pemangkasan suku bunga yang lebih tajam. Pasar juga menyoroti siapa yang akan menjadi Ketua The Fed selanjutnya dan bagaimana hal itu mempengaruhi independensi bank sentral.
Indeks dolar melemah ke 98,34, berada di jalur penurunan mingguan sebesar 0,7% dan telah turun lebih dari 9% sepanjang tahun, penurunan tahunan terdalam sejak 2017.
Yen Jepang memanfaatkan tekanan dolar dan bersiap menutup minggu ini dengan penguatan tipis di level 155,61 per dolar, menjelang pertemuan Bank of Japan yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga.
Nilai Tukar Rupiah Kamis 11 Desember Menguat
Dolar Australia bergerak stabil di US$ 0,6667, sementara dolar Selandia Baru naik 0,14% ke US$ 0,5815, di tengah ekspektasi bahwa suku bunga domestik kedua negara kemungkinan masih akan naik meski suku bunga global diperkirakan turun.
Pada sisi lain, franc Swiss menguat ke 0,7942 per dolar setelah Swiss National Bank mempertahankan suku bunga di 0% dan menyatakan prospek ekonomi membaik seiring pengurangan tarif AS terhadap produk Swiss.


0 comments:
Post a Comment