Dorong Gen Z Jago AI, Airlangga Luncurkan Geek Economy dan Open AI

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan program pelatihan Geek Economy dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Program ini diharapkan mendorong generasi Gen Z agar lebih aktif memanfaatkan peluang ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluncuran program tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi 8+4+5 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di bawah pimpinan Teuku Riefky Harsya.

ADVERTISEMENT

“Kita tadi me-launching paket kebijakan ekonomi ke-8 yang terkait dengan Geek Economy. Program ini didorong untuk generasi Gen Z, sekaligus meluncurkan AI Open Innovation Challenge atau hackathon,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Airlangga mengungkapkan perkembangan Geek Economy, khususnya di sektor AI, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Di Indonesia, pertumbuhan AI mencapai 127% dengan aliran investasi sebesar US$ 91 juta ke sektor AI pada semester I 2025.

Berdasarkan riset Google, Indonesia menjadi negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN, bahkan termasuk salah satu yang tertinggi secara global dengan tingkat adopsi 24,6%. “Di Asia, Indonesia berada di peringkat keempat, dan nilai pasar AI nasional diproyeksikan mencapai US$ 70,6 miliar,” ujarnya.

Untuk mendukung ekosistem tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Jakarta Creative Hub sebagai pusat pengembangan digital. Saat ini baru satu lantai yang digunakan, namun gedung tersebut memiliki potensi hingga enam lantai dengan luas mencapai 7.000 meter persegi.

Airlangga menekankan ekosistem AI harus dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Program ini akan diperluas ke 15 daerah dan menggandeng mitra industri digital seperti Telkom, Jababeka, serta grup MTEK.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 10 triliun bagi pelaku yang mampu menghasilkan produk dan inovasi yang produktif. “Kami berharap realisasi pembiayaan ini dapat dilakukan mulai tahun depan,” tutup Airlangga.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger