Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Kresna Life Mau Gugat OJK, Ogi: Ikuti Saja

 Ilustrasi Foto OJK Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto


PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Polemik pencabutan izin usaha (CIU) PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) masih berlanjut. Bos Kresna Life Michael Steven baru-baru ini menyatakan tengah merencanakan langkah hukum balasan atas kejadian yang menimpa perusahaannya.

Atas hal ini, Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terbuka atas segala kemungkinan yang ada, termasuk langkah hukum tersebut. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

"Itu kan proses hukum semua warga negara kan boleh aja, kita ikuti saja," ungkap Ogi saat ditemui di Gedung DPR RI, pada Rabu, (12/7/2023). BESTPROFIT


Sementara itu, Ogi menegaskan pihaknya masih menunggu laporan mengenai pembentukan tim likuidasi yang seharusnya telah dibentuk Kresna Life.

"Kita tunggu 30 hari," tandas Ogi.

Diketahui, Kresna Life wajib menghentikan kegiatan usahanya sejak 23 Juni 2023 serta didorong untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda pembubaran badan hukum dan pembentukan Tim Likuidasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak pencabutan izin usaha Kresna Life. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF

Namun demikian, Pemegang Polis dapat menghubungi manajemen Kresna Life dalam rangka pelayanan Konsumen sampai dengan dibentuknya Tim Likuidasi. Tim Likuidasi selanjutnya bertugas melakukan pemberesan harta dan penyelesaian kewajiban, termasuk kewajiban terhadap pemegang polis.

Adapun diberitakan sebelumnya, pemegang saham pengendali (PSP) Kresna Life mengadakan pertemuan daring antara perusahaan asuransi tersebut dengan nasabahnya. Pada pertemuan itu, Michael Steven mengaku tengah merencanakan langkah hukum.

Michael Steven menunjukkan taringnya dalam rapat terebut. Ia menyebut, bahwa langkah OJK untuk mencabut izin usaha (CIU) perusahaannya adalah keputusan yang salah.

Ia masih berkeyakinan bahwa OJK tidak seharusnya meminta setoran modal Rp 1 triliun ke escrow account. Sebaliknya, OJK mestinya mencabut Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) Kresna Life, dan mencabut pemblokiran rekening, setelah itu baru lah Kresna bisa menyetorkan uang jaminan yang diminta OJK.

Atas keputusan CIU tersebut, Michael menyebut bahwa pihaknya tengah merencanakan langkah hukum. Rencana ini pun dikatakan akan dijalankan tak lama lagi.

"Pak MS siapkan langkah balasan. Disuruh tunggu tanggal mainnya," tutur sumber lain yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Sejauh pantauan, tidak ada bahasan soal pembentukan tim likuidasi dalam rapat tersebut.

Cek di Sini 5 Saham IPO 2023 dari Paling Cuan Sampai Boncos

 Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Sejak awal tahun hingga perdagangan Senin (10/7/2023) tercatat sudah ada 49 emiten yang berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut sebanyak 27 emiten, harga saham-nya masih berada dalam zona penguatan apabila dibandingkan dari harga Initial Public Offering (IPO). PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

Membandingkan dari harga sejak IPO, ada lima besar yang menempati posisi paling cuan dengan lonjakan mencapai beberapa kali lipat. Tempat pertama diisi oleh PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) yang berhasil melesat hingga 690,63% menjadi Rp1265/saham.

Posisi kedua ada PT Hatten Bali Tbk (WINE) dengan harga saham yang melonjak hingga 353,49% dari Rp129/saham menjadi Rp585/saham. Selanjutnya ada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 334,09% menjadi Rp955/saham.

Sementara pada posisi ketiga dan ke-empat ditempati oleh saham PT Era Digital Media Tbk (AWAN) dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) dengan kenaikan masing-masing sebesar 182% dan 145,73%. BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Di sisi lain, ada lima saham juga yang menempati posisi paling boncos sejak awal listing di bursa. Tercatat ada PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) menjadi saham IPO 2023 paling ambruk, hingga perdagangan Selasa (11/7/2023) pukul 12.17 WIB telah ambles -77,27% dibandingkan harga awal IPO menjadi Rp25/saham. Perlu diketahui SOUL masuk ke dalam papan akselerasi, sehingga tidak heran harganya terjerembab di bawah Rp50/saham.

Selanjutnya ada PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) dan PT Wijaya Cahaya TImber Tbk (FWCT) yang masing-masing turun -68,62% menjadi Rp59/saham dan -56,78% menjadi Rp51/saham.

Terakhir ada dua emiten papan pengembangan yang harganya sama-sama turun -50% dan terpojok di posisi Rp50/saham yakni PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) dan PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE).

Selengkapnya untuk lima saham IPO 2023 yang paling cuan dan boncos terlampir pada tabel sebagai berikut :


CNBC INDONESIA RESEARCH

Genjot Kinerja Ekspor, Trade Expo Indonesia Siap Dihelat Oktober 2023

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, meluncurkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 pada hari Senin (10/7/2023). Pada tahun 2023, TEI ke-38 direncanakan akan membuka akses bagi pengunjung secara hybrid, baik secara offline maupun online.

Pameran TEI ke-38 secara offline akan dilaksanakan dari tanggal 18 hingga 22 Oktober 2023 di ICE BSD City, Tangerang. Sementara itu, pameran produk secara online akan berlangsung mulai tanggal 18 Oktober hingga 18 Desember 2023.

Dalam sambutannya di Auditorium Kementerian Perdagangan di kawasan Gambir, Jakarta, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama antara pelaku usaha lokal dengan pembeli potensial dari luar negeri. Beliau juga mengajak pengusaha dan pemimpin daerah untuk mengirimkan produk terbaik dalam pameran tersebut.

Advertisement

"Mari kita ajak Kementerian BUMN yang telah memberikan banyak dukungan, juga duta besar kita yang membawa pembeli dari 180 negara, dan tidak ketinggalan KADIN, pemerintah daerah yang telah mengirimkan perwakilannya yang terbaik ke sini, serta perusahaan-perusahaan besar. Kerja sama adalah yang menghasilkan nilai transaksi besar," ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Pada TEI ke-37 yang diselenggarakan tahun lalu, nilai transaksi mencapai US$ 15,83 miliar selama pameran berlangsung. Kontribusi terbesar berasal dari lima negara, yaitu Tiongkok (US$ 10,78 miliar), India (US$ 1,505 miliar), Jepang (US$ 843,96 juta), Mesir (US$ 492,04 juta), dan Filipina (US$ 343,22 juta).

Kementerian Perdagangan juga menggunakan TEI ke-38 tahun ini sebagai upaya untuk membuka pasar baru yang berpotensi. Hal ini dilakukan mengingat adanya perlambatan transaksi perdagangan dengan pembeli dari kekuatan ekonomi tradisional. Pasar yang menjadi fokus Kementerian Perdagangan bersama KADIN adalah Afrika dan Asia Selatan.


"Afrika memiliki populasi sebanyak 1,4 miliar orang, sedangkan Asia Selatan memiliki populasi sebanyak 2 miliar orang. Di Asia Tenggara, terdapat sekitar 500 juta orang. Jadi, kami masih melihat pasar yang sudah ada dan mencoba untuk mengembangkan pasar baru ke depannya," ungkap Zulkifli Hasan kepada para media setelah acara tersebut.

TEI ke-38 tahun 2023 mendatang akan menampilkan tujuh kategori utama, antara lain Makanan dan Minuman; Mode, Tekstil, dan Aksesoris; Digital dan Layanan; Kecantikan dan Perawatan Pribadi; Peralatan Medis dan Perawatan Kesehatan; Perabot Rumah Tangga; serta Produk Kimia, Energi, dan Industri.

BI Catat Cadev Turun Lagi, Jadi US$ 137,5 Miliar per Mei 2023

 Petugas menhitung uang asing di penukaran uang DolarAsia, Blok M, Jakarta, Senin, (26/9/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Petugas menhitung uang asing di penukaran uang DolarAsia, Blok M, Jakarta, Senin, (26/9/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI ­ - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2023 tetap tinggi sebesar US$ 137,5 miliar , meskipun menurun sebesar US$ 1,8 miliar dari posisi pada akhir Mei 2023 sebesar US$ 139,3 miliar. 

BI mengungkapkan penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BESTPROFIT


"Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," papar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (7/7/2023). PT BESTPROFIT FUTURES

BPF

Ke depan, BI memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pinjol Ilegal Mulai Dihindari, Tetapi Masalah Lain Bermunculan

 

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat umum dinilai semakin memahami karakteristik pinjaman online (pinjol) ilegal dan mulai menghindarinya. Namun di sisi lain, masyarakat masih menghadapi persoalan lainnya tentang pinjam-meminjam dari pinjol. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, dalam berbagai kegiatan edukasi yang dilakukan OJK, disampaikan bahwa pinjol legal atau fintech p2p lending hanya diperbolehkan mengakses fitur camera, microphone, dan location atau disingkat camilan.

Jika akses yang diminta penyedia layanan pinjam-meminjam lebih dari itu, misalnya akses foto pribadi atau akses kontak, maka sudah bisa dipastikan yang menawarkan merupakan pinjol ilegal.

Menurut Friderica, salah satu cerminan bahwa masyarakat mulai paham untuk menghindari dan tidak lagi memanfaatkan layanan pinjol ilegal yakni data penurunan pengaduan. Per Januari 2023 tercatat ada sekitar 1.200 pengaduan. Angkanya terus menurun sampai Juni menjadi 275 pengaduan. 

"Penanda membaiknya literasi tentang pinjol legal misalnya banyaknya pengaduan masyarakat atas proses penagihan untuk pinjol ilegal itu atas transaksi pada periode-periode sebelumnya. Sedangkan pengaduan tentang proses penagihan untuk transaksi dalam beberapa waktu belakangan relatif menurun," jelas Friderica dalam konferensi pers di Jkaarta, Selasa (4/5/2023).

Sebaliknya, pertanyaan atau kecenderungan untuk mengadopsi pinjol legal terbilang meningkat. Pertanyaan masyarakat tentang fintech p2p lending berizin berikut risiko-risikonya lewat Kontak 157 terpantau meningkat. 

Namun, masalah lain muncul. Friderica mengungkapkan sejumlah temuan baru tentang perilaku dan fenomena masyarakat tentang pemanfaatan layanan pinjam-meminjam via pinjol.

Pertama, ada pihak-pihak sudah bisa memisahkan antara entitas legal dan ilegal, namun justru sengaja menggunakan layanan pinjol ilegal dengan tujuan mendapatkan dana. Mereka menyadari apa yang sedang dilakukan, tapi dengan sengaja pula enggan membayar pelunasan.

"Jadi dari awal mereka sudah tahu bahwa ini adalah pinjol ilegal, dari awal niatnya ngemplang. Hal-hal semacam itu memang ada di tengah masyarakat kita," ujar Friderica.

Fenomena kedua, ada sebagian dari pengguna yang memanfaatkan layanan pinjol legal, tetapi kesulitan dalam membayarkan utangnya. Ada beberapa faktor yang OJK temukan. Misalnya memakai dana yang diperoleh pinjaman untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli gadget baru, rekreasi, memenuhi kebutuhan fesyen, atau untuk membeli tiket konser.

Sekalipun penggunaan dana sudah sesuai, memang sejumlah peminjam bisa saja menemui kesulitan bayar. Seperti UMKM yang menggunakan dana sebagai modal usaha, tetapi bisnis tidak berkembang sesuai harapan. Alhasil, mereka akan menemui kesulitan dalam membayarkan kewajiban hutangnya.

Fenomena ketiga, ada sebagian masyarakat yang mengajukan pinjaman kepada pinjol legal untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti berobat. Segmen peminjam ini memang berharap lebih dulu mendapatkan dana, tanpa peduli cara pengembalian atau memenuhi kewajiban setelahnya.

Sedangkan fenomena keempat yang perlu juga diantisipasi adalah oknum-oknum yang coba menawarkan imbal hasil investasi dengan besaran tertentu. Oknum ini mulai bergerak dengan meminta calon korban meminjam di layanan pinjol legal atau fintech lending. Namun dalam kenyataannya, dana yang telah didapat dari meminjam, lalu diberikan kepada oknum tersebut, tidak dikembalikan atau memberikan keuntungan. Dengan kata lain, dana tersebut dibawa kabur. Fenomena seperti ini juga sempat dialami ratusan mahasiswa IPB beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Friderica mengingatkan masyarakat yang berniat meminjam dana agar berlaku bijak. Harus mengukur kemampuan untuk mengembalikan dana itu dan mempertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Selain itu, hindari meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif, serta selalu cek legalitas dari pihak-pihak yang menawarkan pinjaman. 

Kredit Bank Mei Naik 9,39%, Bank Swasta Berperan Besar.

 Ilustrasi Gedung OJK Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit per Mei 2023 naik 9,39% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 6.577 triliun. 

Capiaan pertumbuhan tersebut, secara persentase, menguat 131 basis poin (bps) bila dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya.

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Edina Rae mengatakan bahwa pertumbuhan kredit pada Mei 2023 disokong oleh bank umum swasta nasional yang tumbuh 15,2% yoy. 

Kemudian dari profil risiko, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun ke level 2,52% dan NPL nett 0,77%. Loan at risk (LAR) atau kredit dalam risiko turun 460 bps ke level 13,38%.

Sementara itu, pada periode yang sama dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,55% yoy. Pertumbuhan ini melambat 27 bps dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Perlambatan DPK itu juga terlihat dari pertumbuhan secara tahunan di mana mengalami koreksi 1,79% ytd. 

Dian mengatakan pertumbuhan DPK yang melambat disebabkan oleh komponen giro yang pertumbuhannya turun ke level 8,3% yoy. 

Kendati demikian, berdasarkan indikator likuiditas, dana jangka pendeng yang dimiliki bank masih dalam kondisi aman. 

Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) per Mei 2023 sebesar 123,7% dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) 27,52%. Angka ini jauh di atas ambang batas ketentuan, di mana AL/NCD 50% dan AL/DPK 10%.

Sementara itu, mengutip data Bank Indonesia, berdasarkan golongan debitur, kredit korporasi naik 9,0% yoy dan perorangan 9,7% yoy. Kedua golongan debitur ini tumbuh lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi lebih tinggi dibandingkan dengan modal kerja dan konsumsi. Secara keseluruhan capaian ketiga jenis kredit tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Mengutip data BI, kredit investasi naik disokong oleh sektor industri pengolahan, seiring dengan perkembangan pada sub sektor industri minyak goreng dari kelapa sawit mentah di Kalimantan Timur dan Jawa Timur.

Bila dirinci, kredit investasi industri pengolahan menyumbang 16,64% terhadap total kredit investasi. Sepanjang lima bulan tahun ini, rata-rata kredit investasi tumbuh 17,2% yoy. Dengan demikian, kredit investasi Mei 2023 yang sebesar 16,4% yoy masih di bawah rata-rata Januari-Mei 2023.

Kemudian, untuk kredit moda kerja, sektor industri pengolahan menyumbang 24,5%. Akan tetapi BI mencatat sejak awal tahun pertumbuhan kredit modal kerja sektor industri pengolahan melambat. Per Mei, sektor ini hanya tumbuh 2,2% yoy.

Adapun baik di kredit modal kerja maupun kredit investasi, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi tahun ini. Rata-rata kredit investasi yang mengalir ke sektor tersebut naik sekitar 40% sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Catat! Jokowi Bakal Umumkan Nasib Divestasi Vale Bulan Ini

smelter Vale Foto: Vale

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bakal memberikan keputusan dalam bulan ini terkait rencana divestasi saham PT Vale Indonesia sebesar 51%. Terlebih Kontrak Karya Vale juga akan habis pada 2025 mendatang.

"Iya segera akan kita putuskan, Insya Allah bulan ini akan kita putuskan. intinya kepentingan nasional harus didahulukan," kata Jokowi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin (3/7/2023).

Meski mengutamakan kepentingan nasional, lanjut Jokowi, pihak Indonesia juga tidak ingin merugikan investor. Sehingga tidak merugikan kedua pihak.

"Win-win, dua - duanya harus jalan dengan baik, dan yang paling penting industrialisasi, hilirisasi betul-betul harus berjalan," kata Jokowi.


Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian mengungkapkan, selama ini pemegang saham Vale asal Kanada, Vale Canada Limited yang menguasai 43,79% saham PT Vale Indonesia, mencatatkan aset dan cadangan dari tambang di Indonesia sebagai miliknya dan tercatat di Kanada.

Padahal, berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sumber daya yang ada di Tanah Air harus dikuasai negara, atau melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kadang ini bisa dibuat financial engineering nilainya jadi berapa, ini yang tercatat di Kanada, Pak. Ini yang perlu agar terkonsolidasi pencatatannya itu bisa dilakukan di Indonesia oleh negara melalui instrumen negara yang ada sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, antara lain BUMN," tuturnya dalam rapat.

Dia pun mendesak pencatatan aset Vale di Indonesia ini juga bisa menjadi salah satu syarat Pemerintah Indonesia yang akan memberikan perpanjangan Kontrak Karya (KK) Vale menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 2025 mendatang.

"Jadi, bagaimana kebijakan pemerintah waktu mau memperpanjang Kontrak Karya menjadi IUPK agar nanti dalam kesimpulan kita, kita buat kesimpulan bahwa Komisi VII dengan Menteri ESDM sepakat agar sumber daya dan cadangan aset Vale Indonesia itu terkonsolidasi di dalam buku kekayaan negara Indonesia karena nilainya sangat unlimited," paparnya.

Dia juga meminta agar kepemilikan Indonesia melalui MIND ID bisa ditambah dari saat ini hanya 20%.

"Ini yang perlu jadi kesimpulan dan divestasi saham untuk instrumen yang mewakili negara MIND ID bisa ditambah, ditambah dari Sumitomo dan Vale Canada Limited yang utama tadi agar sumber daya dan cadangan aset Vale terkonsolidasi dalam buku kekayaan Indonesia, jadi bukan di Kanada, karena ini sumber daya kita, Pak," tuturnya.

Seperti diketahui, hingga Juni 2023 ini kepemilikan saham MIND ID di PT Vale Indonesia baru sebesar 20%. Sementara sisanya dimiliki oleh Vale Canada Ltd 43,79%, Sumitomo Metal Mining Co Ltd 15,03%, dan publik 21,18%.

Sementara, apabila MIND ID hanya mengambil 11% lagi, holding BUMN tambang ini hanya akan memegang 31% saham di PT Vale Indonesia. Pasalnya, dari saham publik sebesar 21,18%, lebih dari separuh atau setara 59,47% dikuasai pemodal asing.

 

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger