Jelang 2 Tahun Prabowo, Ekonomi Didorong Lebih Produktif dan Inklusif

 Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja perekonomian domestik menjelang 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai relatif positif. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Ekonom sekaligus Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi domestik dalam dua tahun terakhir berada di kisaran 5%. Selain itu, inflasi relatif terkendali dan realisasi investasi masih menunjukkan pertumbuhan.

"Menjelang 2 tahun pemerintahan Prabowo, stabilitas makro relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi masih di atas 5%, inflasi terkendali, dan investasi tetap kuat," ungkap Rizal kepada Beritasatu.com, Kamis (24/9/2026).

Menurut Rizal, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih produktif dan inklusif, sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas.

ADVERTISEMENT

Dari sisi daya beli, inflasi yang terkendali belum otomatis menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga berada dalam kondisi kuat. Persoalan utamanya adalah memastikan pertumbuhan pendapatan riil mampu melampaui kenaikan biaya hidup.

Oleh karena itu, ukuran keberhasilan ekonomi perlu melihat sejumlah indikator, seperti pertumbuhan upah riil, pendapatan disposabel, serta kemampuan rumah tangga mempertahankan atau meningkatkan kelas ekonominya.

Menurut Rizal, kelas menengah menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian serius. Jumlah kelas menengah telah menyusut dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, padahal kelompok tersebut merupakan salah satu penopang utama konsumsi domestik.

Rizal menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk memperkuat daya beli masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan sektor pekerja formal, peningkatan pendapatan, serta pengurangan beban kebutuhan dasar dan pendidikan.

"Kebijakan ekonomi perlu lebih kuat menjaga pekerjaan formal, pendapatan, serta menekan beban biaya pendidikan, perumahan, transportasi, dan kebutuhan dasar," pungkas Rizal.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger