
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan membloikir Exxon Mobil untuk berinvestasi di Venezuela setelah pimpinan perusahaan migas tersebut menyebut negara Venezuela sebagai wilayah yang tidak layak investasi.
Sebelumnya, CEO Exxon Mobil Darren Woods mengungkapkan pandangan skeptisnya dalam pertemuan dengan Trump di Gedung Putih pekan lalu.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri sedikitnya 17 eksekutif perusahaan minyak global, Woods menyampaikan bahwa Venezuela harus melakukan perubahan mendasar pada kerangka hukum dan regulasinya sebelum kembali menarik minat investasi asing.
“Jika melihat konstruksi hukum dan komersial yang berlaku saat ini di Venezuela, negara itu tidak dapat diinvestasikan,” ujar Woods kepada Trump dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir dari Reuters.
Trump sebelumnya mendorong para eksekutif migas untuk menggelontorkan investasi hingga US$ 100 miliar guna menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Dorongan itu muncul kurang dari sepekan setelah pasukan Amerika Serikat menangkap dan menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan dalam operasi militer mendadak.
Namun, pernyataan Woods justru menjadi sorotan utama dan dinilai meredam harapan Gedung Putih untuk membangun momentum kerja sama dengan perusahaan energi besar dunia.
“Saya tidak menyukai respons Exxon. Saya mungkin akan cenderung menyingkirkan Exxon. Mereka terlalu bermain aman,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington.
Sekadar informasi, Exxon Mobil, ConocoPhillips, dan Chevron merupakan tiga produsen minyak terbesar Amerika Serikat yang selama puluhan tahun menjadi mitra utama perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.
Namun, pemerintahan Presiden Hugo Chavez menasionalisasi industri migas Venezuela pada periode 2004–2007. Chevron memilih tetap bertahan melalui kesepakatan tertentu, sementara Exxon Mobil dan ConocoPhillips hengkang dari negara tersebut dan mengajukan gugatan arbitrase internasional.
Berdasarkan putusan pengadilan, Venezuela saat ini memiliki kewajiban lebih dari US$ 13 miliar kepada Exxon Mobil dan ConocoPhillips terkait pengambilalihan aset tersebut.


0 comments:
Post a Comment