BPS: Harga Bawang Putih Mulai Turun, Pasokan Nasional Terkendali

 Bawang putih.

Bawang putih. (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga bawang putih secara nasional mulai menunjukkan penurunan dan relatif terkendali pada minggu pertama Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata bawang putih berada di kisaran Rp 39.924 per kilogram.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga tersebut masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 38.000 per kilogram. Namun, tren harga bawang putih secara nasional mulai bergerak turun.

"Untuk bawang putih, secara nasional rata-rata harga bawang putih sudah mulai menurun tetapi masih di atas HAP atau sekitar Rp 39.924 per kilogram," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Amalia, jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) bawang putih juga telah berkurang secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Saat ini, hanya sekitar 50 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan IPH bawang putih. Jumlah tersebut turun jauh dibandingkan sebelumnya yang mencapai 248 kabupaten/kota.

Meski demikian, BPS masih mencermati sejumlah daerah yang memiliki harga bawang putih relatif tinggi. Kabupaten Manokwari Selatan tercatat memiliki harga Rp 63.750 per kilogram, Kabupaten Kapuas Hulu Rp 50.000, Kabupaten Rote Ndao Rp 48.667, Kabupaten Seram Bagian Barat Rp 47.000, dan Kabupaten Kutai Timur Rp 45.000 per kilogram.

"Jadi ini PR (pekerjaan rumah)-nya sudah jauh relatif lebih baik, lebih kecil PR-nya," kata Amalia.

Amalia menambahkan, kondisi pasokan bawang putih nasional saat ini relatif memadai. Hal tersebut tercermin dari realisasi impor yang cukup besar sepanjang semester I 2026.

Berdasarkan data BPS, impor bawang putih secara kumulatif pada semester I 2026 telah mencapai sekitar 229.000 ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 178.000 ton.

"Impor bawang putih selama satu semester 2026 ini sudah 229.000 ton. Jadi hampir 230.000 ton, dan ini tentunya secara pasokan harusnya memadai," terangnya.

Dari total impor tersebut, sekitar 98% pasokan bawang putih Indonesia berasal dari China. India menjadi negara pemasok terbesar berikutnya.

Dengan penurunan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH serta pasokan yang relatif memadai, BPS menilai perkembangan harga bawang putih nasional pada awal Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang semakin terkendali.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger