Home » , , , , , , , » Harga Emas Melambung Ciptakan Tren Baru Jam Tangan Mewah: Dilebur

Harga Emas Melambung Ciptakan Tren Baru Jam Tangan Mewah: Dilebur

 Jam Tangan Emas milik Rolex.

Jam Tangan Emas milik Rolex. (Rolex)

London, Beritasatu.com – Lonjakan harga emas dunia mendorong fenomena baru di pasar barang mewah. Sejumlah jam tangan mewah berbahan emas kini justru dilebur karena nilai kandungan emasnya lebih tinggi dibandingkan harga jual kembali di pasar barang bekas.

Fenomena tersebut terutama terjadi pada merek-merek jam tangan mewah kelas menengah seperti Omega dan TAG Heuer.

Para pedagang logam mulia menilai kenaikan harga emas membuat banyak pemilik jam tangan memilih menjualnya sebagai emas tua daripada menawarkan kembali ke pasar kolektor.

Salah satu contohnya terjadi pada jam tangan Omega Constellation berbahan emas 18 karat keluaran akhir 1970-an. Jam tangan yang masih dalam kondisi sangat baik itu dilebur pada Mei 2026 karena nilai emasnya mencapai sekitar £ 5.750 atau setara US$ 7.749.

ADVERTISEMENT

Nilai tersebut sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan estimasi harga lelang yang hanya berada di kisaran £ 4.000 hingga £ 4.500.

“Jam tangan yang indah. Tetapi jika dijual melalui lelang, hasilnya kemungkinan tidak akan sebesar nilai emas yang terkandung di dalamnya,” ujar pedagang emas asal Inggris Jon White, dikutip dari Reuters.

Pendiri Analog Shift, James Lamdin, mengatakan praktik peleburan umumnya terjadi pada jam tangan bekas modern maupun model lama yang belum memiliki nilai koleksi tinggi.

Menurut dia, banyak jam tangan yang diproduksi secara massal sehingga harga jual kembalinya sulit menandingi kenaikan harga emas.

Harga emas dunia sempat menyentuh rekor US$ 5.600 per ons pada Januari 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perdagangan global. Saat ini harga emas masih bertahan di kisaran US$ 4.200 per ons atau hampir dua kali lipat rata-rata harga sepanjang 2024.

Sebaliknya, harga jam tangan bekas tidak mengalami kenaikan secepat emas. Pakar sejarah horologi Adrian Hailwood menilai tren tersebut cukup memprihatinkan karena banyak jam tangan bersejarah berpotensi hilang selamanya.

“Sangat disayangkan karena setelah dilebur, benda tersebut tidak akan pernah kembali,” katanya.

Tidak ada data resmi mengenai jumlah jam tangan mewah yang telah dilebur. Namun, data World Gold Council menunjukkan daur ulang emas global pada kuartal I 2026 meningkat 5% menjadi 366 ton.

Dalam satu jam tangan mewah, kandungan emas bisa berkisar dari beberapa gram hingga lebih dari 200 gram. Nilai logamnya bahkan dapat mencapai puluhan ribu dolar AS, terutama pada model yang menggunakan emas pada bagian rangka dan gelang.

Lamdin mengatakan banyak jam tangan baru yang diproduksi berlebihan akhirnya juga berpotensi dilebur karena sulit terserap pasar.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger