Home » , , , , » Operasi SAR Longsor Banjarnegara Menyisakan 11 Korban yang Terkubur

Operasi SAR Longsor Banjarnegara Menyisakan 11 Korban yang Terkubur

 Operasi SAR longsor Banjarnegara dihentikan di hari ke-10. Tim SAR temukan 5 jenazah satu keluarga berpelukan. 11 korban lain diduga terseret ke Sektor C yang dalam.

Operasi SAR longsor Banjarnegara dihentikan di hari ke-10. Tim SAR temukan 5 jenazah satu keluarga berpelukan. 11 korban lain diduga terseret ke Sektor C yang dalam. (Beritasatu/Pujud Andriastanto)

Banjarnegara, Beritasatu.com – Operasi pencarian korban longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan di hari ke-10, Selasa (25/11/2025). Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan tidak lagi menemukan tanda-tanda korban tambahan, sementara medan pencarian di area utama semakin mustahil dilanjutkan.

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR mencatat perkembangan yang sekaligus menjadi momen haru. Lima jenazah tambahan berhasil ditemukan di Sektor A2 dalam satu titik berdekatan.

Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono mengungkapkan, detail temuan tersebut diperoleh antara pukul 13.20 hingga 14.36 WIB.

“Tim kembali berhasil menemukan lima korban di sektor A2. Bahkan ada jasad yang bertumpuk satu sama lain dalam kondisi memeluk anak,” ujar Budiono dengan nada prihatin.


11 Korban Diduga Terseret ke Sektor C yang Kedalamannya 20 Meter

Budiono memastikan bahwa kelima korban yang ditemukan adalah satu keluarga yang dilaporkan berusaha menyelamatkan diri namun terjatuh di sisi jalan setapak dekat rumah mereka. Dengan temuan ini, Sektor A telah disisir tuntas dan tidak ada lagi korban ditemukan di area tersebut.

Total korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan hingga operasi dihentikan berjumlah 17 orang dari total 28 korban tertimbun.

“Sedangkan 11 korban lainnya kemungkinan besar terseret longsor ke arah Sektor C,” jelas Budiono.

Namun, pencarian di Sektor C menjadi kendala terbesar dan alasan utama penghentian operasi. Medan yang luas, kedalaman material longsor yang mencapai lebih dari 20 meter, dan pergerakan material yang terus terjadi membuat deteksi korban di area tersebut hampir mustahil dilakukan.

“Karena kondisi tersebut, kami dengan terpaksa menghentikan pencarian,” ucap Budiono.

Fokus Pemda Dialihkan ke Hunian Sementara

Keputusan penghentian operasi SAR ini diambil setelah musyawarah dengan keluarga 11 korban yang belum ditemukan. Pemerintah daerah kini perlu mengalihkan fokus pada penanganan pengungsi.

Bencana longsor besar di Situkung ini telah memaksa 1.019 warga untuk mengungsi di lima titik pengungsian karena permukiman lama mereka sudah tidak layak dihuni.

“Masih ada 11 dari 28 korban yang belum berhasil ditemukan. Namun setelah mempertimbangkan situasi dan berdiskusi dengan seluruh pihak, operasi SAR hari ini resmi kami hentikan,” tutupnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian selama sepuluh hari, termasuk TNI, Polri, BPBD, PMI, dan Tagana.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger