
“Pada 2021, segmen yang berkontribusi paling besar pada pendapatan adalah kategori medical disposable and consumables sebesar 64,6%, disusul antiseptic and dialysis (13,8%), diagnostic and equipment (13,6%), biotechnology and laboratory (4,2%), hospital furniture (2%), dan walking AIDS and rehabilitation (1,8%),” kata Pendiri sekaligus Presiden Komisaris PT Jayamas Medica Industri (JMI), Dr Jemmy Hartanto, dalam keterangan tertulisnya Senin (15/8/2022). PT BESTPROFIT
Dia mengatakan untuk memasarkan produk alkes karya anak bangsa ini Jayamas memiliki satu pusat distribusi di Gresik, Jawa Timur, 20 kantor cabang/gudang, dan 19 kantor penjualan yang tersebar di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Selain itu, kata dia, perseroan juga memasok 1.700 rumah sakit (RS) di Indonesia, dari total sekitar 2.985 RS. "Kami juga menggandeng 3.475 apotek dan gerai alat kesehatan," kata dia.
Sementara Direktur Marketing PT Jayamas Medica Industri (JMI), Louis Hartanto menyatakan perseroan berencana menambah satu pusat distribusi baru di Jakarta sehingga total ada dua pusat distribusi. Selain itu, perseroan akan membangun 15 gudang baru di sejumlah titik lokasi penting guna mengefisienkan dan mengefektifkan proses. "Total land bank JMI yang siap digunakan untuk ekspansi sekitar 163.719 meter persegi," kata dia. BESTPROFIT
Untuk mengerek penetrasi alat kesehatan ke seluruh pelosok Indonesia, pada 2022 perseroan siap berekspansi dengan mengembangkan fasilitas di Mojoagung II, Wonosalam Jombang, dan Lamongan, Jatim serta membangun fasilitas baru di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jateng. PT BESTPROFIT FUTURES
BPF
PT Jayamas Medica Industri kini juga tercatat sebagai produsen alat-alat kesehatan habis pakai buatan anak bangsa terbanyak di Tanah Air dengan 493 produk asli Indonesia atau 4,87% dari total 10.109 alat kesehatan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jakarta, Beritasatu.com


0 comments:
Post a Comment