Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Nasib Tarif RI-AS 19 Persen setelah Tarif Trump Kini 15 Persen

 Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan strategis.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan bersejarah di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan strategis. (setkab.go.id)

Tigaraksa, Beritasatu.com - Indonesia baru saja meneken agreement on reciprocal trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) dengan kesepakatan tarif 19% pada Kamis pekan lalu. Namun, dinamika hukum di Washington berubah dengan cepat, hingga masa depan tarif tersebut kini menjadi tanda tanya.

Diketahui, beberapa jam setelah penandatanganan ART di Washington, Mahkamah Agung AS memutuskan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump tidak sah dan harus dibatalkan.

Indonesia, sebagai negara yang baru saja meneken ART tentu bingung melihat situasi ini. Kesepakatan baru saja dicapai, komitmen sudah disusun, tetapi fondasi hukumnya di negara mitra justru runtuh.

ADVERTISEMENT

Ahli hukum perdagangan dan investasi internasional James Losari mengatakan, perkara ini bukan muncul tiba-tiba. Prosesnya sudah berjalan sejak Mei 2025.

“Kalau kita lihat dari waktunya, kasus ini sudah berlangsung sejak Mei 2025 ketika District Court of Columbia memutus tarif Trump itu ilegal dan tidak sah. Prosesnya panjang, ada banding, dan akhirnya sampai ke Mahkamah Agung,” ujar James dalam The Forum di kantor B-Universe, Senin (23/2/2026).

Ia melanjutkan, putusan Mahkamah Agung sangat tegas dari sisi hukum.

“Tarif yang diberlakukan berdasarkan undang-undang kewenangan darurat ekonomi internasional tidak boleh diterapkan oleh presiden. Itu harus diterapkan oleh Kongres,” katanya.

ART Tetap Sah, tetapi Tidak dengan Tarif

Terkait ART yang telah diteken Indonesia dan AS, James menilai perjanjian tersebut secara prinsip tetap sah. Namun, klausul yang berkaitan langsung dengan tarif berpotensi terdampak oleh putusan tersebut.

Agreement ini tetap berlaku dan sah. Hanya pada bagian tarif saja yang terpengaruh, sedangkan agreement ini mengandung berbagai sektor lintas investasi dan juga digital trade, jadi ketentuan lain masih tetap sah,” jelasnya.

Ia menambahkan, implementasi ART tetap bergantung pada proses ratifikasi di masing-masing negara. Baik Indonesia maupun AS perlu memperoleh persetujuan legislatif dalam waktu sekitar 90 hari sebelum perjanjian efektif berlaku.

Pada situasi hukum yang belum sepenuhnya stabil di AS, James menyarankan pemerintah Indonesia tidak terburu-buru melakukan ratifikasi.

Namun persoalan muncul pada klausul tarif yang sebelumnya diatur melalui executive order instrumen yang kini dinyatakan tidak valid.

Pemberlakuan ART sendiri masih menunggu ratifikasi kedua negara dalam waktu sekitar 90 hari. Tanpa persetujuan legislatif, perjanjian belum efektif.

“Kalau kita lanjutkan ke ratifikasi tanpa ada klarifikasi mengenai tarif itu cukup prematur. Tarif yang berlaku itu yang mana? 15% atau 19%?” kata James.

Ia menyarankan pemerintah meminta klarifikasi resmi atau bahkan membuka ruang renegosiasi sebelum melangkah ke tahap ratifikasi.

Pemerintah Harus Proaktif ke Washington, Jangan Menunggu

Sementara, eks Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag dan eks Dubes RI untuk WTO, Iman Pambagyo, sependapat bahwa Indonesia tidak boleh pasif.

“Saya cenderung berpendapat Indonesia harus proaktif menghubungi Washington DC. ?” ujarnya.

Iman mengingatkan, tujuan utama Indonesia masuk perundingan adalah mendapatkan konsesi tarif.

“Kita sudah deal, dapat tarif. Anda tuntut ini dan itu, tetapi sekarang tarifnya tidak ada. Mungkin perlu kejelasan,” katanya.

Menurutnya, kesepakatan tetap ada, tetapi bagian tarif menjadi tidak jelas.

“Apa yang diteken antara AS dan RI tetap ada, cuma bagian tarifnya tidak jelas. Ini yang harus didiskusikan. Jangan menunggu,” tegas Iman.

Tarif 15% yang kini berlaku global disebut menggantikan skema sebelumnya yang sempat membuka peluang 0% untuk sejumlah pos tarif.

Harga Perak Antam Jumat 20 Februari Naik ke Rp 49.150 Per Gram

ADVERTISEMENT

Ilustrasi perak Antam

Ilustrasi perak Antam (Logam Mulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menunjukkan tren kenaikan pada perdagangan, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini bertambah Rp 750 menjadi Rp 49.150 per gram. Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan pada Kamis (19/2/2026), ketika harga perak melonjak Rp 800 ke posisi Rp 48.400 per gram.

Advertisement

Sebelumnya, pada Rabu (18/2/2026), harga perak sempat terkoreksi tajam Rp 2.000 ke level Rp 46.000 per gram. Namun, harga kemudian berbalik arah dan menguat Rp 1.600 ke kisaran Rp 47.600 per gram pada sesi berikutnya.

ADVERTISEMENT

Untuk produk batangan, harga dasar perak murni Antam dengan berat 250 gram dipatok Rp 12,687 juta. Sementara itu, perak murni ukuran 500 gram dibanderol Rp 24,575 juta.

Di pasar global, harga perak dunia juga tercatat bergerak naik pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Mengacu pada data Kitco, harga perak berada di level US$ 77,94 per ons troi. Kontrak perak pengiriman Maret turut menguat US$ 0,422 menjadi sekitar US$ 78,01 per ons troi.

Kenaikan harga perak domestik dinilai sejalan dengan pergerakan positif harga logam mulia di pasar internasional, meski pelaku pasar tetap mencermati sentimen global dan pergerakan dolar AS.

Gempa M 3,3 Guncang Luwu Timur dan Getaran Dirasakan

 Ilustrasi gempa bumi

Ilustrasi gempa bumi (Freepik.com/Freepik)

Malili, Beritasatu.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,3 mengguncang wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026) siang. Getaran dirasakan warga di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Wasuponda.

Berdasarkan data peringatan gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer tenggara Luwu Timur dengan kedalaman dangkal, yakni sekitar 2 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 14.27 WIB.

Guncangan dilaporkan terasa dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan benda-benda ringan sempat bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau menjauhi bangunan yang retak serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan memperhatikan langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja atau keluar menuju area terbuka jika kondisi memungkinkan.

Bappebti dan ICDX Sebut Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Indonesia Aman

 Ilustrasi emas.

Ilustrasi emas. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah isu negatif investasi emas di China, otoritas perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sebagai bursa penyelenggara perdagangan memastikan bahwa pasar fisik emas secara digital di Indonesia dipastikan aman. Sebelumnya, seperti dikutip dari Bloomberg investasi emas di China mengalami krisis setelah platform online populer Jie Wo Rui disebut tidak mampu memenuhi penarikan dana milik konsumen. Selain itu, discoveryalert juga menyapaikan dengan nada yang sama, di mana Platform Jie Wo Rui yang telah menarik investasi ritel yang signifikan selama reli harga emas sebelumnya, menjadi tidak mampu memenuhi permintaan penarikan dana investor karena kondisi pasar memburuk. Jie Wo Rui sendiri merupakan platform digital yang melayani investasi berbasis emas.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya mengatakan bahwa Bappebti selaku badan pengawas memastikan bahwa perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia aman.

“Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat. Dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga yang terpisah yang disebut dengan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository),” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tirta menambahkan, emas fisik yang disimpan di Depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan sebagaimana dimaksud, maksimal sebesar 20% (dua puluh persen), dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada Lembaga Kliring. Mekanisme ini memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya.

“Kami sebagai otoritas selalu mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati apabila mendapat informasi penawaran investasi emas digital, baik penawaran langsung maupun tidak langsung (melalui sosial media),” lanjutnya.

Untuk memastikan kebenaran penawaran tersebut, masyarakat dapat mengecek ke Bappebti, Bursa maupun Lembaga Kliring. Bappebti sendiri memiliki situs resmi di www.bappebti.go.id yang memuat daftar pedagang fisik emas digital yang telah berizin serta tautan di https://ceklegalitas.bappebti.go.id untuk cek legalitas perusahaan secara langsung.

Sementara itu, Direktur Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam mengatakan, sebagai Bursa, ICDX telah menyediakan platform perdagangan emas secara digital dengan teknologi modern, yang mencatat setiap transaksi emas yang dilakukan dan dilaporkan oleh pedagang emas anggota ICDX.

“Kami juga memastikan, setiap transaksi yang dilakukan pedagang emas digital dan dilaporkan ke ICDX tersebut emas fisiknya ada. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberadaan emasnya. Keberadan emas dalam pasar fisik emas secara digital ini pada prinsipnya sama dengan membeli emas secara fisik di toko emas, bahwa emas fisiknya ada. Hanya saja dalam mekanisme ini, cara pembeliannya secara digital, dan emasnya disimpan di Lembaga Depository,” jelasnya.

Secara garis besar mekanisme transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital ini adalah setiap transaksi yang terjadi di platform pedagang akan didaftarkan ke Bursa dan Lembaga Kliring. Hal ini  untuk mengawasi ketersediaan emas yang disimpan pada tempat penyimpanan emas, juga memastikan setiap pembayaran pembelian emas oleh pelanggan, diikuti dengan perpindahan saldo emas digital. Masyarakat yang membeli emas secara digital memang tidak langsung mendapatkan emasnya secara fisik, namun dapat mengajukan permintaan penarikan emas fisik kepada masing-masing pedagang.

Terkait perdagangan pasar fisik emas digital, Sepanjang tahun 2025, volume perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX tercatat sebesar 58.654.322 gram, tumbuh 25,20% dibandingkan tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar 46.849.357 gram. Sementara pada tahun 2026, selama bulan Januari tercatat transaksi sebesar 11.913.008 gram, meningkat 229% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 dengan transaksi sebesar 3.621. 606 gram.

Bahlil Pangkas Produksi hingga 70 Persen, Pengusaha Menjerit

 Ilustrasi batu bara.

Ilustrasi batu bara. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) menyampaikan realisasi persetujuan produksi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat 40%–70% lebih rendah dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang diajukan pelaku usaha.

“Berdasarkan laporan anggota, angka produksi yang ditetapkan ini jauh di bawah angka persetujuan RKAB tiga tahunan,” ujar Direktur Eksekutif APBI-ICMA Gita Mahyarani seperti dilansir dari Antara, Senin (2/2/2026).

Gita menjelaskan, pemangkasan produksi terjadi secara signifikan dengan variasi penurunan di kisaran 40%–70%. Menurutnya, penurunan skala produksi yang cukup dalam membuat perusahaan tambang batu bara kesulitan menutup biaya operasional tetap, kewajiban lingkungan, aspek keselamatan kerja, hingga kewajiban finansial lain.

“Kondisi ini meningkatkan risiko penundaan hingga penghentian sebagian atau seluruh kegiatan operasional, termasuk dampaknya pada ketenagakerjaan, yakni PHK,” kata Gita.

ADVERTISEMENT

APBI-ICMA pun meminta agar keputusan pemotongan produksi batu bara 2026 yang telah ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dapat dikaji ulang. Peninjauan tersebut dinilai perlu mempertimbangkan keseimbangan antara skala keekonomian usaha, keberlanjutan operasional, dampak ketenagakerjaan, serta efek berantai terhadap sektor pendukung dan perekonomian daerah.

“Sehingga tujuan penataan produksi dapat berjalan seiring dengan terjaganya keberlanjutan usaha pertambangan dan stabilitas sosial ekonomi,” ucapnya.

Pada awal 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menurunkan produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka tersebut lebih rendah hampir 200 juta ton dibandingkan produksi batu bara 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Kebijakan pengurangan produksi itu ditujukan untuk menjaga harga komoditas di pasar global. Saat ini, volume batu bara yang diperdagangkan di pasar dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 514 juta ton. Besarnya pasokan batu bara di pasar global dinilai menekan harga komoditas, yang tercermin pada pergerakan harga batu bara acuan.

Harga batu bara acuan (HBA) periode I Februari 2026 tercatat sebesar US$ 106,11 per ton, lebih rendah dibandingkan HBA Februari 2025 sebesar US$ 124,24 per ton.

Tingginya porsi batu bara Indonesia dalam perdagangan global membuat Kementerian ESDM meyakini bahwa pengurangan produksi dapat mendorong perbaikan harga komoditas.

“Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daya alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang,” ucap Bahlil.

Menkeu Purbaya Beberkan Kesalahan Fatal Dirut BEI Terkait MSCI

 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman imbas kisruh pasar modal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan bursa atas situasi yang terjadi.

“Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang terjadi di bursa kemarin,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Advertisement


Gejolak pasar bermula pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke level 8.320. Tekanan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) senilai Rp 6,12 triliun dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) pertama pada 2026.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya, Kamis (29/1/2026), BEI kembali memberlakukan trading halt selama 30 menit setelah IHSG kembali merosot hingga 8%. Perdagangan kemudian dilanjutkan pada pukul 09.56.01 WIB melalui Jakarta Automated Trading System (JATS) tanpa perubahan jadwal, sesuai ketentuan penurunan indeks.

Purbaya menilai manajemen BEI tidak bergerak cepat dalam merespons kisruh tersebut. Ia secara khusus menyoroti kelalaian pimpinan bursa dalam menindaklanjuti laporan dan masukan dari penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang dinilainya sebagai kesalahan serius.

“Dia tidak follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” tegas Purbaya.

Di luar persoalan pasar modal, pemerintah menegaskan komitmen menjaga fondasi perekonomian nasional. Untuk memperbaiki kinerja fiskal, Kementerian Keuangan tengah melakukan rotasi besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Kemarin pegawai DJBC saya ganti 35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pegawai DJP saya ganti,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, rotasi tersebut menyasar pegawai yang terindikasi melakukan penyimpangan. Langkah ini ditempuh seiring tidak tercapainya target penerimaan negara pada akhir 2025, yang berdampak pada pelebaran defisit hingga 2,92% dari produk domestik bruto (PDB), mendekati batas aman 3%.

“Pegawai yang ketahuan main-main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan peran Satuan Tugas Debottlenecking guna mengurai hambatan investasi. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan koordinasi bersama otoritas terkait, termasuk bank sentral, agar likuiditas pasar terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target 6% pada tahun ini.

“Jadi perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral sehingga likuiditas pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini,” pungkas Purbaya.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger