Home » , , , , , » Cadangan Devisa Setara 5,3 Bulan Impor, Waspadai Arus Modal Keluar

Cadangan Devisa Setara 5,3 Bulan Impor, Waspadai Arus Modal Keluar

 Ilustrasi dolar AS.

Ilustrasi dolar AS. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengingatkan pemerintah agar segera merespons gejolak pasar keuangan untuk mencegah arus keluar modal asing berkepanjangan yang berpotensi menekan cadangan devisa Indonesia.

Faisal berharap tekanan di pasar keuangan hanya berlangsung sementara dan tidak berlanjut hingga menggerus cadangan devisa. Menurut dia, pemerintah perlu segera mengambil langkah untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

“Harapannya ini adalah gejolak pasar yang bersifat kontemporer. Harapannya ya tidak terus-menerus hingga ini tidak terus menggerus cadangan devisa,” ujar Faisal, Jumat (16/10/2026).

Ia menilai pemerintah perlu segera berkonsolidasi untuk menindaklanjuti catatan Morgan Stanley Capital International (MSCI), terutama terkait perbaikan tata kelola pasar modal yang menjadi perhatian investor.

ADVERTISEMENT

Faisal menyebut cadangan devisa Indonesia berada di level US$ 146,6 miliar. Menurut dia, jumlah tersebut masih mampu membiayai kebutuhan impor selama hampir enam bulan.

“Cadangan devisa walaupun sudah turun lagi sekarang US$ 146,6 miliar, tapi sebetulnya masih bisa membiayai hampir enam bulan impor,” tambahnya.

Tekanan pasar keuangan meningkat pada Jumat (16/10/2026), ketika rupiah melemah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt). IHSG bahkan sempat merosot ke level 5.193.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026, turun dari US$ 146,5 miliar pada bulan sebelumnya. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Meski cadangan devisa masih berada di atas standar kecukupan tersebut, Faisal mengingatkan pemerintah agar tidak lambat merespons tekanan pasar. Penanganan yang terlambat berisiko memperpanjang gejolak dan memperbesar dampaknya terhadap pasar saham serta kepercayaan investor.

“Jangan sampai kemudian ini juga lambat dalam menanganinya karena bisa jadi berterusan. Artinya berterusan dampaknya kalau tidak ditanggapi dengan baik,” katanya.

Menurut Faisal, cadangan devisa saat ini menjadi bantalan bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi gejolak pasar. Namun, respons kebijakan yang cepat dan perbaikan tata kelola tetap diperlukan untuk mencegah arus modal keluar berkepanjangan.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger