Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Jadwal Pencairan BSU Rp 600.000 November 2025: Cara Daftar dan Syarat

 Ilustrasi uang rupiah.

Ilustrasi uang rupiah. (Pexels/Robert Lens)

Jakarta, Beritasatu.com - Bantuan subsidi upah (BSU) kembali menjadi sorotan pada November 2025. Banyak pekerja berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan ini, mengingat tahap pertama sudah cair beberapa bulan lalu.

Munculnya berbagai kabar di media sosial membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, apakah BSU Rp 600.000 benar-benar akan cair lagi pada November 2025 ini?

Max Verstappen is a Dutch motorsport talent
00:00
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal pencairan BSU, syarat penerima, cara cek status, hingga panduan pendaftarannya.

Apa Itu BSU 2025?

BSU merupakan program bantuan pemerintah berupa subsidi gaji yang diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 300.000 per bulan selama dua bulan. Pencairannya dilakukan sekaligus sehingga total dana yang diterima pekerja mencapai Rp 600.000.

ADVERTISEMENT

Pemerintah sebelumnya sudah menyalurkan BSU Tahap I pada periode Juni hingga Juli 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga sempat memastikan bahwa program ini tetap berjalan hingga semester kedua tahun 2025.

Jadwal Pencairan BSU November 2025

Banyak pekerja menunggu kepastian pencairan BSU pada November 2025. Namun, pemerintah telah mengonfirmasi bahwa tidak ada penyaluran lanjutan untuk BSU Tahap II pada November 2025.

Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Sosial menegaskan bahwa informasi terkait pencairan tahap kedua yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, menyampaikan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan baru terkait penyaluran BSU lanjutan.

"Sampai sekarang belum ada arahan atau kebijakan khusus terkait BSU tahap II. Jadi bisa dipastikan belum ada pencairan baru. Saya mau bilang bahwa BSU tahap dua tidak ada. Jadi yang beredar di media soal pengecekan tahap dua itu tidak betul," ungkap Menaker Yassierli dalam keterangan resminya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa BSU tahun 2025 sejak awal dirancang hanya untuk satu tahap, dan seluruh proses penyalurannya telah diselesaikan.

Pada kuartal IV 2025, pemerintah lebih memfokuskan anggaran pada program perlindungan sosial reguler seperti PKH dan BPNT.

Syarat Penerima BSU 2025

Mengacu pada laman resmi bsu.kemnaker.go.id, berikut syarat lengkap penerima BSU tahun 2025:

  1. Warga negara Indonesia dengan bukti NIK.
  2. Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 April 2025 untuk kategori pekerja penerima upah (PU).
  3. Memiliki gaji atau upah maksimal Rp 3,5 juta per bulan.
  4. Tidak sedang menerima bantuan sosial lainnya, termasuk PKH.
  5. Tidak berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri.

Syarat-syarat ini dirancang agar BSU diberikan kepada pekerja yang benar-benar membutuhkan.

Cara Cek Status Penerima BSU

Pengecekan status penerimaan BSU dapat dilakukan melalui dua kanal resmi berikut.

1. Melalui situs resmi Kemenaker

Berikut langkah-langkahnya:

  • Kunjungi situs bsu.kemnaker.go.id.
  • Masukkan data diri, yakni NIK KTP, nama lengkap, nama ibu kandung, nomor HP, dan alamat email.
  • Isi kode keamanan yang ditampilkan.
  • Klik tombol cek status.

Jika Anda terdaftar sebagai penerima, sistem akan memberikan notifikasi dan dana dapat dicairkan melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN), Bank Syariah Indonesia, atau PT Pos Indonesia.

2. Melalui aplikasi JMO

Cara lainnya adalah melalui aplikasi JMO:

  • Unduh aplikasi JMO.
  • Daftar akun dan login.
  • Pada menu beranda, pilih BSU.

Aplikasi akan menampilkan status Anda, termasuk proses penyaluran dan informasi rekening. Jika tidak memenuhi syarat, akan muncul keterangan bahwa Anda tidak terdaftar sebagai penerima BSU.

Cara Daftar BSU 2025

Secara prinsip, penerima BSU adalah pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Mengacu pada laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut cara mendaftarnya:

  1. Pendaftaran pekerja penerima upah dilakukan oleh pemberi kerja.
  2. Perusahaan atau badan usaha dapat mendaftar melalui kanal fisik maupun digital.
  3. Setelah perusahaan terdaftar, mereka wajib mendaftarkan seluruh pekerja dengan memberikan data jumlah pekerja dan besaran upah melalui formulir resmi BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Untuk pekerja asing (WNA), pendaftaran dilakukan jika sudah bekerja minimal 6 bulan dan wajib melampirkan paspor.

Informasi selengkapnya dapat ditemukan melalui laman resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Meskipun BSU tetap menjadi topik hangat pada November 2025, pemerintah telah memastikan bahwa tidak ada pencairan BSU tahap kedua. Pekerja tetap dapat memeriksa status penerimaan melalui dua kanal resmi, yaitu website Kemenaker dan aplikasi JMO.

Untuk yang belum terdaftar, memastikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tetap menjadi langkah penting agar berpeluang menerima BSU bila program ini kembali hadir di masa depan.

BI Perkirakan Penjualan Eceran Naik 4,3 Persen pada Oktober 2025

 Ilustrasi Bank Indonesia.

Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran nasional meningkat pada Oktober 2025, seiring dengan naiknya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal.

Berdasarkan hasil survei penjualan eceran (SPE), indeks penjualan riil (IPR) Oktober 2025 diproyeksikan tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan September 2025 sebesar 3,7% (yoy).


“Peningkatan penjualan eceran tersebut terutama bersumber dari kenaikan pertumbuhan penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta perlengkapan rumah tangga lainnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso pada Selasa (11/11/2025).

ADVERTISEMENT

Secara bulanan (month to month/mtm), BI memperkirakan penjualan eceran tumbuh 0,6% pada Oktober 2025, ditopang oleh kenaikan penjualan di mayoritas kelompok barang. Kondisi ini terjadi seiring peningkatan permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan libur akhir tahun.

Sebagai perbandingan, pada September 2025, IPR tumbuh 3,7% (yoy) atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya (3,5%). Pertumbuhan itu didukung oleh peningkatan penjualan suku cadang, makanan-minuman, dan barang rekreasi.

Namun, secara bulanan, penjualan eceran terkontraksi 2,4% (mtm) karena turunnya permintaan pada subkelompok sandang.

Ramdan menambahkan, responden survei memperkirakan penjualan eceran akan terus meningkat pada Desember 2025 dan Maret 2026.

Hal ini tecermin dari indeks ekspektasi penjualan (IEP) yang naik menjadi 167,7 untuk Desember 2025 dan 155,7 untuk Maret 2026, dibandingkan periode sebelumnya masing-masing 146,8 dan 142,3.

“Peningkatan IEP tersebut diperkirakan didorong oleh naiknya permintaan saat HBKN Natal, libur akhir tahun, serta Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” jelas Ramdan.

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Indeks ekspektasi harga umum (IEH) Desember 2025 tercatat 157,2, dan Maret 2026 sebesar 172,5, naik dari 134,6 dan 169,2 pada periode sebelumnya.

“Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan menjelang Natal 2025 dan Idulfitri 2026,” pungkas Ramdan.

Segini Daftar Harga Mobil BYD Terbaru pada November 2025

 Daftar harga mobil BYD terbaru November 2025 mulai Rp 190 jutaan.

Daftar harga mobil BYD terbaru November 2025 mulai Rp 190 jutaan. (Beritasatu.com/Gesa Vitara)

Jakarta, Beritasatu.com - BYD kembali mencuri perhatian pasar otomotif Indonesia pada November 2025. Produsen mobil listrik asal China ini sukses mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pada segmen kendaraan listrik berkat harga yang kompetitif dan fitur yang lengkap.

Dengan harga mulai dari Rp 190 jutaan, mobil BYD menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

00:00
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
ADVERTISEMENT

Tak hanya unggul dari sisi harga, BYD juga menjadi satu-satunya produsen mobil listrik yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar mobil terlaris di Indonesia. Hingga September 2025, penjualannya telah mencapai 21.314 unit, menjadikannya raja mobil listrik di Tanah Air.

Persaingan antara pabrikan mobil asal China semakin sengit pada Oktober 2025. Berdasarkan data terbaru dari Gaikindo, total penjualan mobil wholesales pada bulan tersebut mencapai 74.019 unit, turun 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penjualan ritel justru naik 1,4% menjadi 74.720 unit.

ADVERTISEMENT

Di tengah tren tersebut, BYD menunjukkan performa luar biasa. Penjualan mobil BYD melonjak signifikan hingga 873% secara bulanan, dari 1.088 unit pada September menjadi 10.593 unit pada Oktober 2025.

Angka ini sekaligus menegaskan posisi BYD sebagai merek mobil China terlaris di Indonesia, mengungguli kompetitor seperti Chery dan Wuling. Chery sendiri mencatatkan penurunan penjualan 25,89% dengan total 1.560 unit.

Tak berhenti di situ, BYD juga sedang membangun fasilitas produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Pabrik ini diharapkan dapat memperkuat posisi BYD di pasar Indonesia dengan harga yang lebih efisien dan ketersediaan unit yang lebih cepat.

Daftar Harga Mobil BYD Terbaru November 2025

Dilansir dari laman resmi BYD, berikut daftar harga lengkap model-model yang dipasarkan di Indonesia:

Harga BYD Atto 1

  • Atto 1 Dynamic: Rp 195 juta
  • Atto 1 Premium: Rp 235 juta

Harga BYD Dolphin

  • Dolphin Dynamic Standard Range: Rp 369 juta
  • Dolphin Premium Extended Range: Rp 429 juta

Harga BYD M6

  • M6 Standard (7 Seater): Rp 383 juta
  • M6 Super (7 Seater): Rp 423 juta
  • M6 Superior Captain (6 Seater): Rp 433 juta

Harga BYD Atto 3

  • Atto 3 Advanced Standard Range: Rp 470 juta
  • Atto 3 Superior Extended Range: Rp 520 juta

Harga BYD Seal

  • Seal Premium Extended Range: Rp 639 juta
  • Seal Performance (AWD): Rp 750 juta

Harga BYD Sealion 7

  • Sealion 7 Premium: Rp 629 juta
  • Sealion 7 Performance: Rp 719 juta

Spesifikasi dan Jarak Tempuh Mobil BYD

Setiap model mobil BYD memiliki spesifikasi serta kapasitas baterai yang beragam. Secara umum, BYD Atto 1 dibekali baterai 30,08 kWh dan 38,88 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 380 km.

Sementara itu, BYD M6 hadir dengan dua pilihan baterai 55,4 kWh dan 72,8 kWh, dengan jarak tempuh masing-masing 420 km dan 530 km. Untuk BYD Atto 3, versi Advanced Standard Range menggunakan baterai 49,92 kWh dengan jarak 410 km, sedangkan Extended Range memiliki baterai 60,48 kWh yang sanggup menempuh 480 km.

Pada BYD Dolphin, tersedia dua opsi baterai 44,9 kWh dan 60,48 kWh, masing-masing dengan jarak tempuh 410 km dan 490 km. Model BYD Seal menggunakan baterai 82,56 kWh, dengan varian Premium Extended Range yang dapat melaju sejauh 650 km dan varian Performance (AWD) sejauh 580 km.

Terakhir, BYD Sealion 7 juga dibekali baterai 82,56 kWh, yang memungkinkan jarak tempuh 567 km pada varian Premium dan 542 km pada varian Performance.

Mulai tahun depan, BYD juga akan memproduksi mobil listriknya langsung di Indonesia. Langkah ini berpotensi membuat harga semakin kompetitif. Jadi, jika Anda sedang mencari mobil listrik dengan performa tinggi dan harga bersahabat, mobil BYD bisa jadi pilihan terbaik di penghujung tahun 2025.

Ekonomi RI Kuat, Menkeu Purbaya Optimistis Target 2025 Tercapai

 Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 5,04% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,12%. Namun, pemerintah menilai momentum pertumbuhan masih terjaga berkat kuatnya permintaan domestik, ekspor, serta kebijakan fiskal yang efektif.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, capaian tersebut menunjukkan peran penting anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang dunia usaha.

“Realisasi triwulan III menunjukkan APBN dikelola secara efektif, diperkuat koordinasi erat dengan otoritas moneter dan sektor keuangan. APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha agar lebih berdaya saing, terutama di tingkat global,” ujar Purbaya, Kamis (6/11/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dukungan fiskal juga diberikan melalui penempatan Rp 200 triliun kas negara di bank Himbara untuk menjaga likuiditas perekonomian, serta langkah-langkah nonfiskal guna mengatasi hambatan investasi.

Dari sisi konsumsi, belanja pemerintah tumbuh 5,49%, ditopang oleh kenaikan belanja barang sebesar 19,3% dan Belanja Pegawai 9,0%.

“Ini bentuk komitmen pemerintah menjaga momentum pertumbuhan dan menopang daya beli melalui percepatan serta optimalisasi belanja,” jelas Purbaya.

Pertumbuhan ekonomi juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada Agustus 2025, jumlah pengangguran turun menjadi 7,46 juta orang, berkurang sekitar 4.000 orang dibanding periode yang sama tahun lalu. Sepanjang setahun terakhir, perekonomian berhasil menyerap 1,9 juta tenaga kerja baru, terutama di sektor pertanian, manufaktur, dan perdagangan.

Menjelang akhir tahun, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi sebesar Rp 34,2 triliun serta delapan program akselerasi senilai Rp 15,7 triliun untuk mendorong aktivitas ekonomi di kuartal IV 2025. Selain itu, pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek strategis dan investasi bernilai tambah tinggi.

Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% dapat tercapai berkat peran kebijakan fiskal sebagai enabler dan sinergi kebijakan nonfiskal untuk memperkuat iklim usaha.

“Ke depan, pemerintah terus mendorong agar mesin pertumbuhan ekonomi berjalan lebih cepat. Kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi yang sehat akan terus disinergikan untuk menciptakan pertumbuhan tinggi yang stabil serta pemerataan kesejahteraan berkelanjutan,” tutup menkeu.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger