Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Didenda Pengadilan Jepang Rp 3 Miliar, Ini Bisnis Dewi Sukarno

 

Dewi Sukarno. (Instagra/Dewi Sukarno via Detik Finance)
Foto: Dewi Sukarno. (Instagra/Dewi Sukarno via Detik Finance)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Buruh Jepang menjatuhkan sanksi denda sebesar 29 juta yen atau sekitar Rp3,03 miliar kepada Naoko Nemoto alias Dewi Sukarno. Denda ini terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) dua karyawannya yang menolak bekerja di kantor pada 2021 karena khawatir terpapar Covid-19.

Melansir Detik.com, Dewi, yang baru kembali dari Indonesia saat itu, memutuskan memecat kedua karyawan tersebut karena merasa tersinggung dengan sikap mereka. Tidak terima dengan PHK itu, kedua karyawan mengajukan gugatan perburuhan ke Pengadilan Buruh Jepang pada Maret 2022.

Pengadilan memutuskan bahwa PHK tersebut tidak sah, sehingga hubungan kerja tetap dilanjutkan. Kantor Dewi diwajibkan membayar gaji, lembur, dan hak lain kedua karyawan sejak 2021 hingga 2024 dengan total 29 juta yen.Terlepas dari polemik tersebut, bagaimana sepak terjang Dewi Sukarno dalam bidang bisnis? Berikut rangkumannya:

Melansir Tatler Asia, Dewi Sukarno, yang nama aslinya Naoko Nemoto, bertemu Presiden RI pertama, Sukarno, pada 1959 di Tokyo saat ia masih remaja. Mereka menikah pada 1962, dan Dewi menjadi istri ketiga Sukarno sebelum akhirnya hidup dalam pengasingan di Prancis, Swiss, dan Amerika Serikat setelah wafatnya sang presiden, sebelum kembali menetap di Jepang.

Dikenal dengan kepribadiannya yang vokal, Dewi menjalani kehidupan yang penuh warna dan aktif dalam kegiatan amal. Ia pernah menjadi ketua Imperial Charity Ball dan memberikan donasi besar ke organisasi seperti Japanese Red Cross Society, Association for Aid and Relief Japan, serta Special Olympics.

Dewi juga terlibat membantu korban bencana di Kashmir, Tohoku, dan Korea Utara. Pada 2005, ia mendirikan Earth Aid Society, organisasi nirlaba yang mendukung pengungsi, korban bencana, dan komunitas kurang mampu di seluruh dunia.

Di Jepang, Dewi dikenal khalayak sebagai Dewi Fujin dan aktif di dunia kecantikan serta perhiasan. Berkat kiprahnya, ia beberapa kali dipercaya menjadi juri dalam kontes kecantikan yang disiarkan di televisi.

OJK Banyak Terima Laporan Debt Collector 'Nakal', Pindar Paling Banyak

 

Friderica Widyasari Dewi. (Tangkapam layar Youtube Otoritas Jasa Keuangan)
Foto: Friderica Widyasari Dewi. (Tangkapam layar Youtube Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku mendapatkan banyak laporan pelanggaran perilaku petugas penagihan alias debt collector kredit. Berdasarkan data layanan konsumen yang diterima  OJK, terdapat 1.672 pengaduan berindikasi pelanggaran terkait perilaku petugas penagihan.

Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi (Pindar) menjadi sektor yang paling banyak mendapatkan aduan dari masyarakat terkait petugas debt collector, yakni sebanyak 1.106 pengaduan. Sementara Perbankan berada di urutan kedua dengan 387 pengajuan, dan Perusahaan Pembiayaan di posisi ketiga dengan 179 pelaporan.

"Sementara itu, untuk pengawasan market conduct, dapat kami sampaikan bahwa sampai dengan triwulan III Tahun 2024, ditemukan 229 iklan melanggar dari total 14.481 iklan yang dilakukan pemantauan (1,58%). Untuk iklan melanggar paling banyak ditemukan dari sektor PVML sebesar 2,80% (99 dari 3.536 iklan)," ujar Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, seperti dikutip dalam jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (17/1/2025).Adapun pelanggaran yang paling banyak ditemukan terkait, pernyataan berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan pencantuman logo OJK. Kemudian ada soal  informasi yang dapat membatalkan manfaat yang dijanjikan pada iklan (misal: tidak mencantumkan periode promo); dan tautan spesifik untuk iklan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

OJK) sendiri mengizinkan jasa penagihan kredit atau debt collector dengan mematuhi sejumlah rambu-rambu. Aturan ini telah disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui peta jalan Lembaga Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPPBBTI).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan setiap penyelenggara wajib menjelaskan terkait prosedur pengembalian dana kepada debitur atau nasabahnya.

Selain itu, juga terdapat ketentuan dan etika dalam proses penagihan. Penyelenggara P2P lending dilarang menggunakan ancaman, bentuk intimidasi, dan hal-hal negatif lainnya termasuk unsur SARA dalam proses penagihan.

Bahkan, OJK juga mengatur waktu penagihan bagi para penyelenggara kepada debitur maksimal hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Terakhir, Agusman juga menegaskan, para penyelenggara wajib bertanggung jawab terhadap semua proses penagihan. Artinya, debt collector atau jasa penagih yang memiliki kontrak dengan pihak penyelenggara berada di bawah tanggung jawab penyelenggara.

Lagi-Lagi Rupiah Terpuruk, Dolar Kini Tembus Rp 16.360

 

Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)
Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto bergerak variatif pada pagi hari ini (17/1/2025) pasca terbuka peluang cadangan strategis AS yang tidak hanya Bitcoin, melainkan koin-koin lainnya.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Jumat (17/1/2025) pukul 07:26 WIB, pasar kripto bergerak mix. Bitcoin turun 0,3% ke US$100.143 sedangkan secara mingguan berada di zona positif 8,27%.

Ethereum terdepresiasi 3,6% dalam 24 jam terakhir sementara dalam sepekan naik 2,89%. XRP menguat 7,1% secara harian dan jika dilihat dalam seminggu terakhir terpantau meroket 43,21%.

Begitu pula untuk Cardano yang naik 3,01% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir melambung tinggi 19,62%.

CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 0,21% di angka 3.793,67. Open interest terapresiasi 0,62% di angka US$141,5 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 57 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase neutral dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dikutip dari cointelegraph.com, dunia kripto dikejutkan dengan XRP yang sedang dalam fase penemuan harga/price discovery untuk pertama kalinya sejak 2017, dengan tiga bulan berturut-turut menunjukkan candle hijau.

Presiden terpilih AS, Donald Trump, dilaporkan terbuka untuk membentuk cadangan strategis yang akan mencakup mata uang kripto yang didirikan di AS, dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan argumen dalam bandingnya terhadap Ripple Labs.

Donald Trump, yang bersiap untuk menjabat sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, dilaporkan "receptive" atau terbuka terhadap gagasan pembentukan cadangan strategis yang menitikberatkan pada mata uang kripto berbasis AS, bukan Bitcoin.

Rumor ini muncul di tengah spekulasi bahwa administrasi baru mungkin akan mendorong penggunaan dan pengembangan mata uang digital yang berbasis di dalam negeri sebagai bagian dari kebijakan ekonomi strategis.

The New York Post, dalam laporannya pada 16 Januari yang mengutip sumber-sumber anonim, menyebutkan bahwa Donald Trump "receptive" atau terbuka terhadap ide membentuk cadangan strategis yang memprioritaskan mata uang kripto seperti USD Coin (USDC) seharga US$1, Solana (SOL) seharga US$210,53, dan XRP seharga US$3,26. Sumber-sumber tersebut juga menyebutkan bahwa ide ini dapat mengesampingkan Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Spekulasi tentang cadangan kripto yang lebih luas semakin intensif setelah Trump dilaporkan makan malam bersama CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan kepala bagian hukum Stuart Alderoty. Garlinghouse membagikan foto dari makan malam tersebut dan menyebutnya sebagai "awal yang kuat untuk 2025."

Komunitas kripto bereaksi tajam terhadap rumor yang memprioritaskan altcoin di atas Bitcoin. Almeida, salah satu pendiri Orquestra, mengkritik kemungkinan langkah tersebut dengan mengatakan, "Sangat mengecewakan jika benar. Kredibilitas menjadi -1." Sementara itu, David Bailey, CEO BTC Inc, menolak konsep tersebut sebagai "berita palsu," dan secara sarkastis menyebut Ripple sebagai "koin Kamala."

CNBC INDONESIA RESEARCH

BI Rate Turun Jadi 5,75% Bikin Kaget Pasar, Bankir Kompak Bilang Gini

 

Mengejutkan! BI Pangkas Suku Bunga 25 Bps Jadi 5,75%(CNBC Indonesia TV)
Foto: Mengejutkan! BI Pangkas Suku Bunga 25 Bps Jadi 5,75%(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI rate ke level 5,75% mengejutkan pasar. Kebijakan tersebut diambil kala rupiah dalam kondisi tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bankir-bankir pun memberikan tanggapan terhadap keputusan bank sentral RI itu. Sebagian besar menyambut baik keputusan ini.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) Royke Tumilaar menilai keputusan pemangkasan bunga acuan domestik ini menjadi sinyal yang baik. Menurutnya, itu menandakan adanya perbaikan prospek ekonomi ke depan.

"Saya menyambut baik, sangat menyambut baik. Signal-nya berarti bagus lah, at least bunga akan turun," kata Royke di Hotel Mulia, Rabu (15/1/2025).

Menurutnya, pemangkasan suku bunga ini dapat mendorong ekspansi kredit, walau mungkin tidak terlalu besar.

"Mudah-mudahan, menurut saya signal BI turunin suku bunga 0,25 itu sudah bagus banget. Itu berarti signal bahwa, ya banyak hal lah, pasti impact-nya banyak lah ya," ujar Royke.

Ia berharap BI juga bisa menurunkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sehingga dapat mendorong jumlah uang beredar di RI.

Senada, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan menilai bahwa meskipun keputusan pemangkasan BI ini adalah "berita baik", tidak serta merta akan menurunkan cost of fund. Menurutnya, kondisi likuiditas perbankan masih ketat, dan suku bunga SRBI masih relatif tinggi.

"Apabila in long run cost of fund bisa turun, maka animo kredit bisa lebih bagus dan menarik bagi nasabah," kata Lani saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/1/2025).

Bank pelat merah lainnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menyambut baik penurunan BI Rate sebesar 0,25 basis poin. Corporate Secretary Bank mandiri M. Ashidiq Iswara menilai keputusan BI itu merupakan langkah strategis yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan.

Secara gradual, kata dia, penurunan suku bunga acuan akan meningkatkan likuiditas dan mendorong penurunan suku bunga kredit, yang diharapkan dapat memperkuat permintaan kredit di berbagai sektor.

"Di sisi lain, peningkatan likuiditas di pasar juga berpotensi mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan berkontribusi pada pengurangan biaya dana, sehingga memperkuat posisi Bank Mandiri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ashidiq saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/1/2025).

Sah! BI Rate Turun Jadi 5,75% di Januari 2025

 

FILE PHOTO - The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.  REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo
Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan atau BI rate pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung selama 14-15 Januari 2025. BI rate turun 25 bps dari periode sebelumnya.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 5,75%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (15/1/2025)

Sementara itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%.

Konsensus CNBC Indonesia yang dihimpun dari 15 lembaga/institusi secara absolut memproyeksikan bahwa BI akan kembali menahan suku bunganya di level 6%.

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Ambruk 1% Lebih

 

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada awal pekan ketiga tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga lebih dari 1%. Indeks ditutup ambles 1,02% ke posisi 7.016,88 pada perdagangan Senin (13/1/2025).

Nilai transaksi indeks mencapai sekitar Rp 11,89 triliun dengan melibatkan 16,61 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,4 juta kali. Sebanyak 234 saham menguat, 383 saham melemah, dan 186 saham stagnan.


Sementara itu, investor asing tercatat berbondong-bondong melakukan penjualan bersih, sebesar Rp383,46 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp407,78 miliar di pasar reguler. Di samping itu, investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp24,31 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Adapun TLKM menjadi saham dengan net foreign buy terbesar yakni Rp106,19 miliar. Lalu diikuti oleh BRPT Rp48,19 miliar dan EXCL Rp45,61 miliar. Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin, Senin (14/1/2025):

1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp106,19 miliar

2. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp48,19 miliar

3. PT XL Axiata Tbk. (EXCL) - Rp45,61 miliar

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp33,27 miliar

5. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp28,22 miliar

6. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp23,48 miliar

7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp21,46 miliar

8. PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) - Rp20,39 miliar

9. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) - Rp18,79 miliar

10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp17,04 miliar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger