Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Rupiah Kembali Jatuh, BI Ungkap Biang Kerok Masalahnya!

 

Pekerja pusat penukaran mata uang asing menghitung uang Dollar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (30/7/2024). Rupiah bertengger di level Rp 16.315/US$ per pukul 10.19 WIB.

Mengutip data Refinitiv, rupiah bergerak di level itu sejak lima menit selepas pembukaan perdagangan pagi tadi. Kurs rupiah tersebut melemah 0,25% dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.275/US$.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (DPM) Bank Indonesia Edi Susianto mengatakan, pelemahan yang terjadi terhadap kurs rupiah itu seiring dengan kondisi yang dialami mata uang negara-negara Asia lainnya.

"Hari ini hampir semua mata uang Asia dibuka melemah, kecuali Thai Baht dan Taiwan dollar," ucap Edi kepada CNBC Indonesia hari ini.


Edi menjelaskan, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan tekanan terhadap kurs rupiah hari ini. Mayoritas berasal dari sentimen negatif pelaku pasar keuangan terhadap faktor-faktor eksternal.

Faktor pertama terkait, sentimen wait and see pelaku pasar keuangan yang menunggu keputusan Dewan Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 30-31 Juli waktu AS.

"Terutama menunggu statemen dari Jerome Powell (Ketua The Fed) pasca FOMC dengan fokus sejauh mana the Fed akan melakukan cut rate," tegas Edi.

Faktor kedua ialah sentimen pelaku pasar keuangan yang memperkirakan Bank of England atau BoE akan memangkas suku bunga kebijakannya atau cut rate, sementara Bank of Japan atau BoJ yang mereka perkirakan akan menaikan policy rate nya.

"Ketiga terkait Isu politik di AS, di mana pelaku pasar masih melihat potensi Trump akan menang cukup tinggi," ucap Edi.

Edi menjelaskan, sentimen-sentimen tersebut yang banyak mempengaruhi volatilitas pergerakan mata uang emerging market hari ini. Ia tak menyebutkan pengaruh tekanan terhadap nilai tukar rupiah hari ini ada yang berasal dari faktor domestik.

"ada prinsipnya kami akan selalu berada di pasar, namun kalau market masih supply valas ke pasar dengan baik maka kami dahulukan mekanisme pasar," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Bank of Japan memulai pertemuan kebijakan moneter selama dua hari sampai besok, Rabu (31/7/2024). BOJ diharapkan untuk menaikkan suku bunga acuannya dan mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,1%, naik dari kisaran saat ini 0% hingga 0,1%.

Pasar juga mencermati konferensi pers dari Federal Open Market Committee (FOMC). Konsensus pasar melihat pada bulan ini suku bunga AS akan tetap dipertahankan dan memandang pemangkasan suku bunga ke depan.

Ekonom tidak mengharapkan The Fed untuk membuat perubahan pada tingkat suku bunga federal selama pertemuan ini, tetapi para pedagang akan mencari petunjuk apakah bank sentral akan menurunkan suku bunga pada September.

Nasabah Prioritas BCA, BRI, BNI, & Mandiri Minimal Punya Duit Segini

 

kolase foto/ BCA, BRI, Mandiri, BNI / Aristya Rahadian
Foto: kolase foto/ BCA, BRI, Mandiri, BNI / Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjadi nasabah di bank menawarkan banyak kemudahan. Namun, menjadi nasabah prioritas di bank punya beberapa keistimewaan. Misalnya, ada pelayanan di ruangan khusus dengan suguhan makanan dan minuman ringan saat berkunjung ke bank.

Selain itu, pengajuan kredit juga lebih cepat dengan promo bunga spesial. Bahkan, tak perlu ikut antrean mengular ketika ingin mendapat pelayanan bank.

Untuk mendapatkan berbagai fasilitas tersebut, Anda harus memenuhi persyaratannya saldo atau simpanan minimum dengan jumlah tertentu.


Tentunya, saldo minimum setiap bank pada layanan nasabah prioritas berbeda-beda. Kisarannya antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Berikut rangkumannya:

BRI

Melansir dari situs resminya, perbankan BUMN milik negara yang berfokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menyiapkan Sentra Layanan Prioritas (SLP) khusus bagi nasabah prioritasnya. Untuk menjadi nasabah prioritas BRI, nasabah perlu memiliki saldo tabungan minimal senilai Rp500 juta.

Nasabah BRI Prioritas bisa mendapatkan BRI Prioritas Debit Card yang menyediakan semua layanan perbankan, seperti perencanaan keuangan dan investasi hingga perencanaan dana pensiun. Pemegang kartu ini juga bisa mendapatkan fasilitas batas transaksi yang lebih tinggi, layanan one stop banking, keistimewaan ekslusif dari Premium Debit Mastercard, dan advisory service.

BCA

BCA merupakan bank swasta yang sangat populer di masyarakat. Syarat menjadi nasabah prioritas BCA yaitu harus mendapatkan undangan khusus dari pihak BCA.

Selain itu harus memiliki dana mengendap di rekening minimal sebesar Rp500 juta dalam jangka satu tahun. Dana tersebut bisa berupa tabungan, investasi, deposito, atau gabungan dari ketiganya. Saldo rata-rata gabungan tersebut harus tetap terjaga minimal Rp500 juta setiap bulannya. Apabila nasabah tidak memenuhi saldo rata-rata tersebut, nasabah akan dikenakan biaya administrasi layanan sebesar Rp500.000.

BTN

Bank BUMN yang berfokus pada pembiayaan perumahan ini juga menyediakan layanan nasabah prioritas yang memiliki benefit, privilege, dan program spesial.

Prioritas juga bisa mendapatkan penawaran istimewa untuk KPR, mobile banking, safe deposit box, dan bebas biaya transfer. Benefit dan privilege tersebut akan diberikan sesuai dengan level membership masing-masing nasabah berdasarkan total dana kelolaan.


Syarat untuk menjadi nasabah BTN Prioritas yaitu mempunyai total portofolio dengan saldo minimum Rp500 juta. Total portofolio merupakan total dana kelolaan, baik pada produk tabungan atau deposito serta pada produk nonbanking, seperti reksa dana, SBN, atau bancassurance.

Bank Mandiri

Layanan Mandiri Prioritas mengharuskan nasabahnya memiliki saldo minimal Rp1 miliar sampai dengan Rp20 miliar. Selain itu harus memiliki total penempatan dana sebesar minimal Rp1 miliar atau ekuivalen, baik pada Dana Pihak Ketiga yaitu tabungan, giro, deposito, dan/atau pada produk Investasi yang tersedia serta ditawarkan di Bank Mandiri - Memiliki rekening perorangan Tabungan atau Giro Rupiah.

BNI

Untuk bisa menjadi nasabah prioritas BNI Emerald, nasabah setidaknya harus menyiapkan atau memiliki dana minimal Rp1 miliar. Jadi, minimum saldo tabungan menjadi nasabah BNI Emerald adalah Rp1 miliar.

Aliran Modal Asing Masuk Deras, BI Raup Dana Rp775,4 T

 

Instagram @htanoko
Foto: Instagram @htanoko

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan ini, Hermanto Tanoko mencuri perhatian usai membawa perusahaan bata PT Superior Prima Sukses Tbk. (BLES) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan mengungkapkan bahwa dirinya telah menambah saham BBRI, BMRI, dan BBNI ke dalam portofolio investasinya.

Kini, ia kembali menjadi sorotan usai tiba-tiba melompat ke posisi orang kedua terkaya di Indonesia, menurut Forbes. Ia menyalip Hartono bersaudara dan taipan batu bara Low Tuck Kwong dan berada tepat di bawah Prajogo Pangestu.


Konglomerat RI yang dijuluki 'Crazy Rich' asal Surabaya itu saat ini memiliki kekayaan sebesar US$34,3 miliar atau sebesar Rp554,87 triliun. Bertambahnya pundi-pundi Hermanto tidak terlepas dari sejumlah bisnis yang ia miliki, yang pergerakannya terpantau telah melesat di BEI.

Adapun saham produsen air minum dalam kemasan Cleo miliknya, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) tercatat telah naik 84,62% ke posisi 1.200 per saham, dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, emiten distributor produk farmasi miliknya PT Penta Valent Tbk. (PEVE) melesat 64,47% ke posisi 250 per saham, dalam enam bulan terakhir.

Kemudian perusahaan keramik PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK) tercatat melesat 39,02% ke posisi 171 per saham, dalam tiga bulan terakhir.

Selanjutnya, perusahaan ritel busana PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) milik Hermanto tercatat meroket 22,77% ke posisi 1.240 per saham dalam sepekan terakhir.

Selain perusahaan-perusahaan tersebut, ia memiliki beberapa perusahaan lainnya, seperti perusahaan properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), perusahaan keramik PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK), dan perusahaan ritel bahan bangunan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO).

Perusahaannya yang paling terkenal adalah produsen cat besar di Indonesia PT Avia Avian Tbk. (AVIA). Perusahaan itu didirikan oleh ayahnya Soetikno Tanoko, pada tahun 1978.

Saat ini, Hermanto dan kakaknya Wijono Tanoko, mengendalikan Grup Tancorp yang menaungi berbagai bisnis keluarganya yang menggurita serta beberapa anak usaha hingga cucunya.

Hermanto juga aktif menggunakan sosial media dan berbagai pengalaman dan tips-tipsnya soal bisnis. Yakni dengan username @htanoko di Instagram dan YouTube.

IHSG Ambles Dibebani Kinerja Saham BREN-AMMN yang Tersungkur

 

Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup terkoreksi pada perdagangan Selasa (16/7/2024), melanjutkan koreksinya yang sudah terjadi sejak Senin kemarin.

Hingga akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,75% ke posisi 7.224,29. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.200.


Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 7,6 triliun dengan volume transaksi mencapai 12 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 955.179 kali. Sebanyak 273 saham naik, 270 saham turun, dan 247 sisanya cenderung stagnan.

Beberapa saham terpantau menjadi penekan (laggard) IHSG pada akhir perdagangan hari ini. Berikut daftarnya.

Saham energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penekan terbesar pada akhir perdagangan hari ini, yakni mencapai 20,4 indeks poin.

IHSG kembali melemah meski ada sedikit kabar menggembirakan dari Negeri Paman Sam, di mana pernyataan Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) kembali bernada dovish.

"Pada kuartal kedua, sebenarnya, kami berhasil mencapai beberapa kemajuan" dalam mengendalikan inflasi, Kami memiliki tiga pembacaan yang lebih baik, dan jika Anda menghitung rata-ratanya, itu adalah hasil yang cukup bagus," kata Powell pada sebuah acara di Economic Club of Washington.

Hal ini dapat menambah keyakinan bahwa laju kenaikan harga kembali ke target The Fed secara berkelanjutan, pernyataan yang menunjukkan peralihan ke penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi.

Inflasi pada kuartal kedua naik pada laju tahunan sebesar 2,1%, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang bergejolak, dan indeks tersebut cenderung lebih tinggi daripada indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi yang disukai oleh The Fed. Data PCE untuk bulan Juni baru akan dirilis minggu depan.

Deskripsi Powell mengenai perekonomian menunjukkan bahwa ia memandang perekonomian dengan cara yang penting sebagai kembali ke keseimbangan yang memungkinkan kembalinya inflasi secara stabil sesuai target bank sentral, dan memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mencoba melindungi sisi lapangan kerja penuh negara tersebut.

Di lain sisi, investor di dalam negeri tampaknya masih cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada Rabu besok, di mana Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan dimulai pada hari ini hingga besok.

KonsensusCNBC Indonesiayang dihimpun dari 12 lembaga/institusi yang mayoritas memperkirakan BI akan tetap di level 6,25% atau tidak mengalami kenaikan maupun diturunkan pada pertemuan Juli ini. Namun satu suara menunjukkan ada potensi BI rate akan dinaikkan bulan ini.

Sebelumnya, pada RDG BI Juni lalu, BI mempertahankan suku bunganya pada level 6,25% yang konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa ditahannya suku bunga acuan ini juga mempertimbangkan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah prospek perekonomian dunia yang lebih kuat.

Ia menganggap, pertumbuhan ekonomi global pada 2024 akan mencapai 3,2% lebih tinggi dari perkiraan awal, terutama karena ditopang baiknya pertumbuhan ekonomi India dan China.

CNBC INDONESIA RESEARCH

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger