Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Makin Ramah Pengguna, Super App BRImo Kini Tersedia dalam Dua Bahasa

 

Dok BRI
Foto: Dok BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen memberikan layanan terbaik dan menjangkau lebih banyak segmen nasabah. Komitmen ini diwujudkan melalui super apps BRImo yang hadir dalam versi bilingual, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Fitur bilingual ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna dalam bertransaksi digital, khususnya bagi nasabah yang lebih familiar dengan Bahasa Inggris maupun nasabah Warga Negara Asing (WNA).

Terkait dengan hal tersebut Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa transformasi digital di BRI tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur, namun juga pada aspek kemudahan dan inklusivitas. Dengan hadirnya layanan bilingual ini, BRI berharap BRImo dapat menjadi aplikasi digital banking yang makin adaptif terhadap kebutuhan nasabah dari berbagai latar belakang.

"Hadirnya BRImo dalam dua pilihan bahasa, kami ingin memastikan bahwa setiap nasabah dapat menggunakan layanan BRImo dengan lebih mudah dan nyaman," ujar Hendy dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).

Adapun, untuk mengganti bahasa di BRImo, pengguna cukup memilih ikon bahasa yang tersedia di halaman awal (welcome page) atau layar login aplikasi. Selain itu, pengaturan bahasa juga dapat diakses melalui menu "Pengaturan Akun" di dalam aplikasi.

Dengan lebih dari 100 fitur, super apps BRImo menjadi solusi untuk berbagai kebutuhan nasabah, mulai dari transaksi perbankan dasar, pembayaran tagihan, investasi, hingga layanan keuangan lainnya dalam satu aplikasi. BRImo juga mendukung transaksi lintas batas, memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai jenis transaksi secara praktis dan efisien.

Sebagaimana diketahui, sejalan dengan transformasi digital yang dijalankan, BRImo pun mencatat pertumbuhan yang signifikan. Tercatat, pada Triwulan I/2025, jumlah pengguna BRImo telah mencapai 40,28 juta, meningkat 20,26% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, BRImo mencatatkan volume transaksi sebesar Rp1.599 triliun atau meningkat 27,79% yoy.

Selain mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah pengguna dan transaksi, BRImo juga mendapatkan pengakuan luas sebagai super apps terbaik di Indonesia, yang tercermin dari raihan rating 4,7 baik di Google Play Store maupun App Store.

"Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus mengembangkan BRImo dengan menghadirkan fitur-fitur baru guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan, sehingga dapat memberikan layanan perbankan digital terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Hendy.

Adapun beberapa menu utama di BRImo yang kini sudah tersedia dalam versi bilingual antara lain:

  • Login

  • Homepage

  • Pengaturan Akun

  • Mutasi

  • Aktivitas

  • BRIZZI

  • BRIVA

  • Transfer (kecuali Transfer RTGS)

  • Top Up E-Wallet

  • Pulsa & Data

  • Setor/Tarik Tunai

  • Info Limit

Asing Pilih Borong 10 Saham Ini Saat Reli IHSG Berakhir

 

Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Setelah dua hari berturut-turut menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berakhir di zona merah. IHSG ditutup turun 41,63 poin atau 0,65% ke posisi 6.387,23 pada perdagangan Rabu (16/4/2025).

Sebanyak 250 saham naik, 331 saham turun, dan 220 tidak bergerak. Nilai transaksi tinggi, yakni Rp 20,78 triliun yang melibatkan 28,75 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 8,21 triliun di semua market pada perdagangan kemarin. Sementara itu, net foreign sell dalam sepekan terakhir mencapai Rp 6,86 triliun. Pada perdagangan sebelumnya Selasa (15/4/2025), asing mencatat net sell senilai Rp 2,48 triliun.Mengutip Refinitiv, sektor utilitas, finansial, dan konsumer primer menjadi penyebab IHSG jatuh pada perdagangan kemarin. Utilitas turun 3,95%, sedangkan finansial -1,33% dan konsumer primer -1,24%.

Utamanya, IHSG pada penutupan perdagangan kemarin diseret ke bawah oleh saham konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI yang turun 5,08%. BREN berkontribusi 11,41 indeks poin terhadap penurunan IHSG.

Selain itu, keempat saham bank jumbo juga kompak menjadi pemberat IHSG. BMRI menyumbang -7,05 indeks poin, PT Bank Central Asia (BBCA) -6,82 indeks poin, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) -6,49 indeks poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -6,12 indeks poin.

Saham yang menjaga pergerakan IHSG ini jatuh lebih dalam adalah PT Telkom Indonesia (TLKM) yang menyumbang 3,43 indeks poin. Lalu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 3,38 indeks poin, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2,74 indeks poin, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 2,17 indeks poin, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 2,12 indeks poin.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp8,21 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp364,60 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp7,85 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Di samping itu, masih ada sejumlah saham yang menjadi incaran asing yang mendorong pergerakan IHSG. ANTM menjadi saham dengna net buy asing terbesar, yakni Rp 109,4 miliar. Lalu diikuti oleh TLKM Rp 53,63 miliar dan CPIN Rp 44,72 miliar. 

Selengkapnya, mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign buy terbesar pada perdagangan Rabu:

  1. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp 109,40 miliar
  2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp 53,63 miliar
  3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp 44,72 miliar
  4. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) - Rp 29,51 miliar
  5. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp 19,18 miliar
  6. PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) - Rp 17,47 miliar
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp 14,64 miliar
  8. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) - Rp 13,25 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp 12,85 miliar
  10. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp 9,71 miliar

IHSG Melesat, Asing Pilih Borong 10 Saham Ini

 

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat nyaris 2% pada perdagangan awal pekan ini. Indeks lompat 106,29 poin atau naik 1,70% ke posisi 6.368,52 pada Senin (14/4/2025).

Sebanyak 492 saham naik, 143 turun, dan 168 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 12,63 triliun dengan volume 21,74 miliar saham dalam 1,15 juta kali transaksi.Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih jumbo sebesar Rp2,32 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp622,97 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp1,70 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Di samping itu, masih ada sejumlah saham yang menjadi incaran asing yang mendorong pergerakan IHSG. Mengutip Stockbit, berikut net foreign buy perdagangan Senin!

  1. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp342,75 miliar
  2. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp193,75 miliar
  3. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp65,28 miliar
  4. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp116,24 miliar
  5. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) - Rp123,83 miliar
  6. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp82,27 miliar
  7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp280,35 miliar
  8. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp36,14 miliar
  9. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp36,14 miliar
  10. PT XL Axiata Tbk. (EXCL) - Rp16,80 miliar

Kata Sri Mulyani Dunia Berubah, Dolar AS Tak Dipercaya 100% Lagi

 

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi pidato di acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden RI dengan tema "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dolar Amerika Serikat yang selama ini dianggap para investor atau pelaku pasar keuangan sebagai aset aman, terutama saat ekonomi dunia tengah bergejolak maupun menuju krisis, kini teracuhkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, para investor bahkan tak lagi percaya 100% terhadap dolar AS. Tercermin dari terus merosotnya indeks dolar (DXY Index) saat terus naiknya volatilty index (VIX Index).

DXY index adalah ukuran nilai dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya seperti euro, yen Jepang, maupun poundsterling Inggris. Sedangkan VIX Index adalah indikator global yang mengukur volatilitas pasar secara keseluruhan.

"Jadi kepercayaan 100% terhadap dolar juga mulai menurun sementara VIX Index meningkat," kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Menurunnya kepercayaan investor secara global terhadap dolar AS juga diikuti dengan semakin tingginya kemungkinan Amerika Serikat terdorong ke jurang resesi. Sri Mulyani mengatakan, dari berbagai perkiraan lembaga investasi dunia, kemungkinan AS resesi meningkat ke level 60%.

Makin tingginya potensi AS resesi terjadi seusai Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan perang dagang terhadap semua negara, dengan menerapkan tarif perdagangan yang tinggi, seperti Indonesia terkena tarif retaliasi 32%.

"JP Morgan, Goldman Scahs, semuanya mengatakan bahwa Amerika kemungkinan masuk ke resesi. Probabilitasnya sekarang naik ke 60% dari tadinya di bawah 50%," tutur Sri Mulyani.

Di tengah tingginya risiko resesi Amerika Serikat, risiko resesi Indonesia justru kecil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, probabilitas resesi yang dihadapi Indonesia dengan makin tak kondusifnya ekonomi global itu hanya sebesar 5%, sama dengan Malaysia. Jauh lebih rendah dari potensi resesi Jepang yang mencapai 30%, Meksiko 54%, Jerman 50%, Kanada 48%, dan Rusia 25%.

"Probability risk recession meningkat, namun Indonesia masih relatif rendah di 5%," kata Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Lo Kheng Hong: Ada "Hujan Emas" di Sudirman

 

Lo Kheng Hong (CNBC Indonesia/Houtmand P. Saragih)
Foto: Lo Kheng Hong (CNBC Indonesia/Houtmand P. Saragih)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor saham yang dijuluki Warrent Buffett-nya Indonesia, Lo Kheng Hong memandang, kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini dapat menjadi momentum untuk berinvestasi.

Menurutnya, harga saham-saham perusahaan berkinerja bagus sedang turun tajam. Ia mengibaratkan kondisi ini seperti hujan emas bagi pelaku pasar modal Indonesia.

"Hari ini sedang hujan emas di BEI [Gedung Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di Jalan Sudirman, Jakarta]," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/3).

Bahkan, kata Lo, saat ini merupakan momentum yang bagus untuk melakukan pembelian atau menambah kepemilikan saham. "Buy in bad times," sebutnya.

Diketahui, IHSG dibuka turun 9,19% atau 598,56 ke Rp5.912,06. Ini terjadi usai libur panjang Lebaran, akibat sentimen negatif tarif dagang Presiden AS, Donald Trump.

Hampir semua saham-saham berkapitalisasi besar mengalami jatuh yang dalam pada pembukaan perdagangan pagi ini. Indeks LQ45 tercatat jatuh 11,31% atau 83,05 poin ke 651,46.

Namun, IHSG mulai kembali bergerak setelah sempat terhenti karena sudah terkena trading halt sebesar 8%. IHSG ambruk setelah libur panjang Lebaran 2025 dan terbebani sentimen negatif dari kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pada perdagangan Selasa (8/4/2025) pukul 09:52 WIB, IHSG memangkas koreksinya yakni turun 7,70% ke posisi 6.008. Angka ini kemudian bertahan hingga penutupan sesi I.

Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp 12,58 triliun yang melibatkan 14,28 miliar saham dalam 888.589 kali transaksi. Kapitalisasi pasar hingga sesi I berakhir mencapai Rp 10.315,47 triliun. 

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger