Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ini Asal Kerugian Negara Rp 271 T dalam Kasus Timah Suami Sandra Dewi

 Cover Fokus Helena Lim & Harvey Moeis Foto: Cover Fokus Helena Lim & Harvey Moeis

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebelumnya kasus dugaan korupsi tata niaga di PT Timah Tbk yang menyeret suami Sandra Dewi, Harvey Moeis disebut-sebut merugikan negara hingga Rp 271 triliun. Kejaksaan Agung pun memberikan penjelasan mengenai angka tersebut. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan, besaran angka tersebut belum pasti.

"Kemarin angka Rp 271 triliun itu masih kotor perhitungannya. Hasil konsultasi teman-teman penyidik dengan BPKP, dan ahli ekonomi, ekologi, dan lingkungan. (Angka kerugiannya) bisa lebih tinggi dan lebih rendah," ungkapnya saat ditemui di kantornya, dikutip Kamis (3/4/2024).

Ketut menjelaskan, saat ini tim penyidik Kejagung sedang menghitung dan melakukan koordinasi dengan BPKP dan tim ahli terkait. Artinya, kerugian negara yang diakibatkan oleh hasil korupsi bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

"Sedang dilakukan perhitungan, konsultasi dan diskusi dan formulasi seperti apa," ucapnya.

Ketut menjabarkan lebih jauh, kerugian sebesar Rp 271 triliun tersebut merupakan perhitungan kerugian ekosistem yang mengacu berbagai aspek. Sebab, para pelaku korupsi melakukan eksplorasi tambang timah secara ilegal. Angka tersebut juga memperhitungkan dampak kerusakan lingkungan yang begitu masif dan luas.

"Kemudian (ada) dampak sosial dan ekologinya seperti apa, (kerugian) masyarakat di sekitarnya juga kita pertimbangkan, karena sudah tidak bisa lagi melakukan upaya-upaya pertanian nelayan, itu diperhitungkan," lanjutnya.

Selain itu, juga mempertimbangkan dampak reboisasi. Sebab, untuk memperbaiki lahan yang sudah rusak memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang banyak.

"Ini juga kita jadi bahan pertimbangan. Enggak bisa melakukan reboisasi lingkungan 1-2 tahun enggak bisa. Ini butuh waktu yang panjang sehingga bisa ditempati kembali seperti habitat sebelumnya," ungkapnya.

Ketut menegaskan, angka yang dikeluarkan oleh tim penyidik bukan hanya kerugian negara yang riil melainkan juga dampak kerugian perekonomian negara.

"Artinya bisa lebih dan bisa kurang, masih diformulasikan," pungkasnya

Pantas IHSG Ambruk! Seminggu Dana Asing Keluar Rp 5 T dari Saham RI

 Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (1/4/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing tercatat masih membukukan outflow atau net sell, membuat pasar keuangan RI utamanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah merana dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data pasar hingga Selasa (3/4/2024) kemarin, asing di pasar saham tercatat melakukan net sell sebesar Rp 1,77 triliun, dengan rincian sebesar Rp 1,17 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp 603,98 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Sedangkan selama sepekan terakhir hingga kemarin, asing di pasar saham mencatatkan net sell sebesar Rp 4,96 triliun, dengan rincian sebesar Rp 4,97 triliun di pasar reguler dan net buy sebesar Rp 8,77 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Adapun sepanjang tahun ini hingga kemarin, asing di pasar saham masih mencatatkan net buy sebesar Rp 22,99 triliun, dengan rincian sebesar Rp 10,74 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp 12,25 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Sementara menurut data dari Bank Indonesia (BI), pada periode perdagangan 25 - 27 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 1,36 triliun terdiri dari beli neto Rp 0,97 triliun di pasar SBN, jual neto Rp 1,59 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp 0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen sampai dengan 27 Maret 2024, nonresiden jual neto Rp 33,31 triliun di pasar SBN, beli neto Rp 28,90 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 20,05 triliun di SRBI.

Dalam beberapa hari terakhir, pasar keuangan RI terutama IHSG dan rupiah cenderung membentuk tren bearish. Meski kemarin IHSG berhasil menguat, tetapi pada sesi I hari ini IHSG kembali melemah, karena masih belum adanya sentimen positif yang kuat di global dan dalam negeri.

Selain itu, depresiasi rupiah yang masih terjadi juga menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Pelemahan rupiah dipengaruhi tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) karena masa repatriasi dividen dari dalam negeri.

Selain itu, sidang sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang masih berlangsung hingga hari ini membuat ketidakpastian di dalam negeri kembali meningkat, meski dampaknya masih cenderung tidak terlalu besar.

Agenda sidang kemarin adalah pembuktian pemohon dengan mendengarkan keterangan ahli dan saksi pemohon dan pengesahan alat bukti tambahan pemohon.

Pasangan calon Ganjar Pranowo-MahfudMD telah menyampaikan pokok permohonan dalam sidang perdana pekan lalu. Deputi Tim Hukum Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud yang diwakili oleh Todung M. Lubis dan Annisa Ismail menyampaikan dalil-dalil pokok permohonan dari perkara itu secara bergantian.

Menurut Pemohon telah terjadi kekosongan hukum dalam UU Pemilu untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan akibat dari nepotisme yang melahirkanabuse of poweryang terkoordinasi. Pelanggaran ini menjadi pelanggaran utama yang terjadi dalam Pilpres 2024.

Berikutnya, Pemohon juga menilai instrumen penegak hukum pemilu yang saat ini tidak efektif yang tampak pada tidak adanya independensi dari Termohon dalam melakukan Pilpres 2024, DKPP melindungi Termohon dengan cara tidak mengindahkan putusannya sendiri, dan Bawaslu tidak efektif dalam menyelesaikan pelanggaran yang dilaporkan.

Pada hari ini, empat menteri bakal hadir dalam sidang sengketa Pemilu 2024 di MK. Adapun empat menteri yang dipanggil MK adalah Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Sri Mulyani Indrawati: Menteri Keuangan dan Tri Rismaharini, Menteri Sosial.

Sidang MK seperti ini dapat memberikan tekanan bagi rupiah karena terdapat ketidakpastian politik yang berujung pada keraguan investor dalam berinvestasi di Indonesia.

CNBC INDONESIA RESEARCH


Walau dapat THR, Jangan Sembarangan DP Rumah atau Mobil!

 Ilustrasi Rumah Aman dan Nyaman Foto: Shutterstock

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadhan tentu menjadi bulan di mana Anda bisa mendapatkan penghasilan ekstra dari uang tunjangan hari raya (THR), meski demikian belum tentu hal ini adalah waktu yang tepat untuk membeli aset guna.

Disebut aset guna lantaran fungsinya ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari atau menunjang aktivitas Anda dalam mencari rezeki. Dua aset guna yang nilainya tinggi adalah mobil maupun rumah.

Sejatinya, tidaklah salah membeli mobil atau rumah di momen ini baik secara kredit atau tunai sekalipun. Namun ketahuilah bahwasannya tidak semua orang "layak" secara finansial untuk membeli mobil baru di momen ini.

Bagi segelintir orang, melakukan pembelian dua aset itu secara kredit justru bisa membuat keuangan mereka semakin berantakan di kemudian hari.

Ingin tahu, seperti apa kriteria orang yang belum layak membeli mobil maupun rumah di Bulan Ramadhan? Berikut ulasannya.

Sudah punya banyak cicilan utang

Anda mungkin memiliki cicilan kredit yang masih berjalan dan jumlahnya tidak sedikit. Bisa jadi, tidak ada lagi ruang untuk mengkredit rumah maupun mobil baru.

Seperti diketahui, maksimal cicilan utang yang masih bisa dianggap ideal adalah 30% dari pemasukan bulanan Anda.

Ketika jumlah cicilan utang Anda sudah mendekati 30% dari pemasukan, maka ada baiknya untuk mempertimbangkan keputusan ini.

Nilai utang yang belum terbayar sudah melebihi ½ aset

Cicilan utang Anda mungkin saja ideal, namun total pokok utang Anda yang masih berjalan ternyata sudah melampaui 50% dari total nilai aset Anda.

Ketimbang mengeluarkan uang besar untuk membeli mobil baru, lebih baik gunakan THR untuk mengurangi pokok utang Anda yang sudah terlampau besar.

Tidak punya dana darurat

Ban kempes di tengah jalan, suku cadang yang tiba-tiba rusak, renovasi kecil-kecilan adalah risiko dari kepemilikan rumah mobil yang harus Anda antisipasi.

Jika Anda saja belum memiliki dana darurat, maka memiliki mobil bisa saja membuat tabungan Anda semakin terkuras.

Tidaklah bijak untuk membiarkan keuangan Anda berantakan hanya karena Anda telah membeli aset mahal tersebut.

Belum disiplin mengelola keuangan

Jika dalam sebulan saja Anda masih kesulitan untuk menabung, maka ketahuilah bahwasannya rumah maupun mobil membutuhkan banyak biaya baik untuk operasional, perawatan rutin, hingga pajak tahunan.

Ketidakcakapan dalam mengatur keuangan, bisa saja memaksa Anda menggunakan tabungan dana darurat untuk hal-hal yang seperti ini.

IHSG Turun 0,68%, Asing Jual Saham Ini hingga Rp 1,6 T

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok sebelum libur panjang akhir pekan. Padahal sebelumnya indeks telah kembali menguat ke level 7.300.

Hal ini terjadi di kala masih berlangsungnya sidang sengketa hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelum libur Jumat Agung, indeks terperosok ke posisi 7.288,81 pada perdagangan Kamis (28/3/2024). Sepanjang pekan terakhir, IHSG terkoreksi 0,68%.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,60 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp665,27 miliar di seluruh pasar. Investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp936,24 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Maka demikian, saham-saham apa saja yang kompak dibuang asing kala indeks gagal happy long weekend? Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell sepanjang perdagangan pekan lalu!

1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp1,6 triliun

2. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp885,6 miliar

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp244,4 miliar

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp171,0 miliar

5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp136,1 miliar

6. PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp120,5 miliar

7. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp92,0 miliar

8. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp42,3 miliar

9. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp29,8 miliar

10. PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp27,1 miliar

Uang Rp33 M Disita Kejagung, Dari Mana Sumber Kekayaan Helena Lim?

 Helena Lim Ditahan Kejagung karena Korupsi Timah. (Dok. Puspenkum Kejaksaan Agung) Foto: Helena Lim Ditahan Kejagung karena Korupsi Timah. (Dok. Puspenkum Kejaksaan Agung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sosok Helena Lim tengah viral usai diduga terlibat dalam kasus korupsi terkait izin tambang timah. Sumber kekayaannya pun dipertanyakan.

Diketahui, Kejaksaan Agung menyita sejumlah barang mewah miliknya. Barang yang disita termasuk bukti elektronik, kumpulan dokumen terkait, serta jumlah uang tunai yang signifikan, yakni sebesar Rp10 miliar dan SG$ 2.000.000 atau setara dengan Rp 23,4 miliar (menggunakan asumsi kurs Rp 11.700/SG$).


Helena Lim sering dipanggil "crazy rich PIK" karena kekayaan dan status sosialnya. Ia melabeli diri sebagai seorang pengusaha sukses.

Terkenal dengan kepemilikan perusahaan sendiri yang menghasilkan pendapatan besar, Helena Lim telah membangun reputasi sebagai individu yang hidup dalam kemewahan dan kemegahan.

Kediaman Helena Lim yang mewah di Pantai Indah Kapuk (PIK) digambarkan memiliki gaya arsitektur klasik modern dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas mewah seperti kolam renang pribadi, salon, kitchen set bergaya, dan dekorasi kamar mandi yang elegan. Gaya hidupnya yang mewah juga tercermin dari kepemilikan mobil-mobil mewah dan perhiasan berharga.

Meskipun memiliki kekayaan yang berlimpah, keterlibatan Helena Lim dalam kasus korupsi tersebut telah menimbulkan polemik dan kecaman di kalangan masyarakat. Proses penyidikan terhadap kasus ini pun masih berlangsung.

Terlepas dari itu, berikut adalah beberapa sumber kekayaan Helena Lim.

1. Pengusaha

Helena Lim dikenal sebagai seorang pengusaha yang kabarnya pemilik salah satu produk produk minuman untuk diet, apotek serta fesyen. Namun, tak ama usahanya tersebut belum diketahui.

2. Penyanyi

Helena juga pernah menjadi seorang penyanyi. Ia pernah merilis single lagu berjudul Pasrah pada 2019. Saat ini, single lagunya tersebut ada di beberapa platform musik, meliputi iTunes, Spotify, dan Apple Music.

3. Content Creator

Helena Lim juga aktif membuat konten di media sosial. Bukan hanya Instagram, Helena Lim juga mempunyai kanal YouTube sendiri.

Begini Peran Tersangka Helena Lim dalam Kasus Dugaan Korupsi PT Timah

 Kejaksaan Agung menetapkan Helena Lim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Timah Tbk. Foto: Kejaksaan Agung

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tersangka baru di perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk (TINS) tahun 2015 sampai dengan 2022.

Melalui keterangan resmi pada Selasa, (26/3/2024), Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menaikkan status 1 orang saksi menjadi tersangka yakni HLN atau Helena Lim selaku Manager PT QSE.

"Hingga saat ini, Tim Penyidik telah memeriksa total 142 orang saksi dalam perkara ini," terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, dikutip Rabu, (27/3/2024).

Lebih jauh, Ketut pun mengumumkan modus dan peran Crazy Rich PIK tersebut dalam perkara dugaan korupsi timah ini. Berikut rinciannya:

• Sekira pada tahun 2018 s/d 2019, Tersangka HLN selaku Manager PT QSE diduga kuat telah membantu mengelola hasil tindak pidana kerja sama sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk;

• Perbuatan itu dilakukan dengan memberikan sarana dan fasilitas kepada para pemilik smelter dengan dalih menerima atau menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang sejatinya menguntungkan diri tersangka sendiri dan para tersangka yang telah dilakukan penahanan sebelumnya;

Pasal yang disangkakan kepada Tersangka HLN adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 56 KUHP.

"Selanjutnya, Tersangka HLN dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 26 Maret 2024 s/d 14 April 2024," tandasnya.

Helena Lim terkenal dengan julukan crazy rich PIK. Banyak yang mengetahui dia sebagai pengusaha sukses dan kaya raya yang kerap menampilkan kemewahan. 

Hal itu tercermin dari pilihan fesyen Helena. Saat tampil di podcast milik Kaesang, Helena mengenakan pakaian berharga Rp 40 juta. Tidak hanya itu, Helena juga mengenakan anting seharga Rp5 miliar dan gelang bernilai Rp70 juta. Tidak ketinggalan, ada jam tangan seharga Rp2 miliar.

Helena juga kerap menampilkan rumah mewah di PIK yang memiliki campuran gaya klasik dan modern. Rumah tersebut dilengkapi dengan kolam renang hingga salon pribadi.

Selain soal kekayaannya yang melimpah, Helena Lim sempat membuat heboh pada 2021 silam karena mendapat suntik vaksin Covid-19 yang pertama.

Penyuntikan vaksin terhadap Helena Lim menjadi perbincangan karena ia dianggap tidak masuk kriteria kelompok prioritas penerima vaksin.

Helena Lim diketahui sempat berprofesi sebagai seorang penyanyi. Ia pernah merilis lagu berjudul Pasrah.

JPMorgan Ramal Kripto Bakal Ambruk, Ini Prediksinya

 Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi) Foto: REUTERS/Christinne Muschi

Jakarta, CNBC Indonesia - Analis JPMorgan, lembaga keuangan terkemuka AS, menyatakan cryptocurrency Bitcoin (BTC) masih memiliki ruang untuk penurunan harga lebih lanjut. Mengutip Avalanche Foundation, penilaian ini muncul setelah Bitcoin baru-baru ini mencapai level tertinggi baru pada awal bulan ini, namun sejak itu memasuki tren penurunan.

Menurut data dari CoinGecko, harga Bitcoin telah turun 7,2% selama seminggu terakhir. Namun, analis JP Morgan percaya bahwa mata uang kripto tersebut masih overbought, bahkan setelah penurunan tajam yang dialami minggu lalu. Analisis mereka didasarkan pada kondisi perdagangan berjangka, khususnya premi harga berjangka terhadap harga spot dan posisi saat ini di pasar berjangka.

Selain kondisi overbought, analis juga mencatat penurunan arus masuk ke ETF spot Bitcoin (dana yang diperdagangkan di bursa). Faktanya, arus keluar bersih telah berlangsung sejak tanggal 18 Maret, dengan arus keluar satu hari terbesar sebesar US$320 juta (Rp5,05 triliun) terjadi pada tanggal 19 Maret.

Kombinasi kondisi overbought dan berkurangnya minat investor, sebagaimana dibuktikan dengan arus keluar dari ETF Bitcoin, telah membuat analis JP Morgan menyimpulkan bahwa ada potensi penurunan lebih lanjut pada harga Bitcoin.

Karena harga Bitcoin terus menghadapi tekanan ke bawah, analis di JPMorgan yakin bahwa aksi ambil untung kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. Prediksi ini muncul ketika pasar mata uang kripto bersiap menghadapi peristiwa halving Bitcoin yang sangat dinanti-nantikan, yang dijadwalkan terjadi pada bulan April.

Halving Bitcoin, yang terjadi kira-kira setiap empat tahun sekali, adalah fitur utama dari desain mata uang kripto. Dalam masa ini, imbalan atas penambangan kripto akan dipotong setengahnya.

Secara historis, halving Bitcoin telah dikaitkan dengan peningkatan volatilitas harga dan spekulasi. Analis JPMorgan berpendapat banyak investor yang mendapat keuntungan dari lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini, dan kemudian cenderung menjual kepemilikan mereka sebelum halving. Perilaku ambil untung ini dapat berkontribusi pada tekanan penurunan lebih lanjut pada harga mata uang kripto.

Prediksi Harga Bitcoin oleh JP Morgan

Dalam analisis terbaru, JPMorgan memperkirakan bahwa harga Bitcoin berpotensi turun menjadi sekitar US$42,000 (Rp662.928.000) setelah peristiwa halving yang akan datang pada bulan April. Prediksi ini didasarkan pada penilaian bank terhadap biaya produksi Bitcoin, yang juga dikenal sebagai biaya penambangan.

Analis JP Morgan mengamati bahwa secara historis, biaya produksi Bitcoin berfungsi sebagai batasan harga yang lebih rendah. Dengan kata lain, harga Bitcoin cenderung tetap berada di atas biaya yang dikeluarkan para penambang untuk memproduksi koin baru.

Hal itu disebabkan oleh fakta bahwa penambang tidak mungkin menjual kepemilikan Bitcoin mereka di bawah biaya produksi, karena hal itu akan mengakibatkan kerugian finansial.

Menantikan halving yang akan datang, analis JPMorgan memperkirakan bahwa pengurangan imbalan penambangan akan secara efektif menurunkan biaya produksi Bitcoin menjadi sekitar US$42,000. Proyeksi ini menunjukkan bahwa harga Bitcoin berpotensi turun ke level ini, karena ini mewakili batas bawah baru berdasarkan biaya penambangan.

Data terkini dari MacroMicro menunjukkan bahwa biaya produksi Bitcoin saat ini sedikit di bawah US$50,000. Hal ini menyiratkan bahwa peristiwa halving dapat menyebabkan penurunan biaya produksi secara signifikan, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan pada harga Bitcoin.


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger