Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Jelang Libur Masyarakat Banyak Pakai Pinjol, Ini Pesan OJK

 Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi saat berbincang berbagi pengalaman dalam acara Investment Expo 2023 di Central Park, Jakarta, Jumat (15/9/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi saat berbincang berbagi pengalaman dalam acara Investment Expo 2023 di Central Park, Jakarta, Jumat (15/9/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang musim liburan natal dan tahun baru (nataru), pinjol peer to peer (p2p) lending ilegal dinilai akan semakin menjamur. Masyarakat pun diminta untuk waspada.

Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan, masyarakat cenderung lebih banyak meminjam uang di pinjol saat menjelang liburan karena kebutuhan meningkat.

"Kalau nataru itu kebutuhan meningkat. Biasanya masyarakat ambil yang simpel saja, mau izin atau tak berizin, tapi ini kan harus diperhatikan risikonya gimana," ungkap Sarjito usai acara peluncuran Road Map pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, pada Selasa, (12/12/2023).

Berdasarkan data dan statistik OJK, di industri p2p lending legal sendiri, jumlah outstanding pinjaman tercatat naik 1,65% secara bulanan dari Rp50,29 triliun di November 2022 menjadi Rp51,12 triliun pada Desember 2022.

Serupa, di tahun 2021, outstanding pinjaman juga merangkak naik 2,6% dari Rp29,12 triliun di November 2021 menjadi Rp29,88 triliun di Desember 2021.

Lebih lanjut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, di saat liburan, masyarakat lebih rentan terpapar penipuan keuangan hingga pinjol ilegal.

Biasanya, di hari libur masyarakat memiliki banyak waktu senggang, sehingga sering terpapar informasi di gawainya. Di saat yang sama, banyak kantor bank juga tutup, sehingga susah untuk memverifikasi.

"Jadi ini modus penipuan lebih masif di liburan, maka OJK memperingatkan kepada masyarakat agar hati-hati," jelas Kiki.

Sah! TikTok Investasi Rp 23,38 T ke Tokopedia Punya GOTO

 Suasana Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (dok. GoTo) Foto: Suasana Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (dok. GoTo)

Jakarta,CNBC Indonesia - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok mengumumkan kemitraan strategis, Senin (11/12/2023).

TikTok berkomitmen investasi jangka panjang senilai lebih dari US$ 1,5 miliar atau Rp 23,38 triliun (kurs Rp 15.585) di PT Tokopedia. Transaksi tersebut diharapkan akan selesai pada kuartal pertama 2024.

Dengan demikian, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia, di mana TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia. Fitur layanan belanja dalam aplikasi TikTok di Indonesia akan dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia.

Kemitraan strategis ini akan diawali dengan periode uji coba yang dilaksanakan dengan konsultasi dan pengawasan dari kementerian serta lembaga terkait. Program yang akan diluncurkan di masa uji coba ini adalah kampanye Beli Lokal dimulai pada 12 Desember 2023 bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) - inisiatif pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Hadir di aplikasi Tokopedia dan TikTok, kampanye Beli Lokal akan mempromosikan berbagai jenis merchant, dengan fokus utama pada produk asal Indonesia. Program Beli Lokal di aplikasi TikTok, akan memungkinkan para pengguna TikTok berbelanja dan berinteraksi dengan produk lokal favorit mereka.

Deretan Saham Langganan Window Dreasing, Tertarik Beli?

 Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menapaki bulan terakhir di penghujung tahun 2023, pasar saham Indonesia diselimuti awan cerah sehingga meningkatkan optimisme investor akan terjadinya window dressing tahun

ini. Di tengah optimisme tersebut, ada saham-saham yang menarik untuk dicermati investor karena memiliki valuasi yang relatif murah dan memiliki kinerja historis cemerlang tiap Desember.

Berikut adalah daftar sejumlah saham yang secara historis ramai dikoleksi oleh manajer investasi selama window dressing.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Sejak 2009 atau dalam 15 tahun terakhir, saham BBCA tercatat meraih kinerja positif sebesar 3,02% pada Desember 2023. Sebanyak 12 kali berada di zona positif sementara hanya tiga kali saham BBCA jatuh.

Emiten perbankan milik keluarga Hartono, Bank Central Asia (BBCA), mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2023.

Laba bersih perusahaan dan entitas anak mencapai Rp 36,4 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Catatan laba tersebut naik 25,8% dibandingkan dengan capaian dalam sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Dari sisi top line, pendapatan bunga bersih naik 21,3% secara tahunan menjadi Rp 55,9 triliun dengan pendapatan selain bunga tumbuh 9,7% menjadi Rp 18,3 triliun.

Saat ini valuasi berdasarkan Price to Book Value (PBV) berada di 4,63x. Nilai tersebut merupakan rata-rata PBV dalam lima tahun.

Jika menggunakan valuasi PBV Band, maka PBV BBCA saat ini relatif murah karena PBV BBCA biasa bergerak di antara rata-rata lima tahun dan standar deviasi +1.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Bank pelat merah ini memiliki rekor luar biasa dalam 15 tahun terakhir untuk kinerja sepanjang Desember atau saat window dressing. Tercatat sebanyak 12 kali menguat dan hanya 3 kali melemah, dengan rata-rata kenaikan 2,93% pada Desember.

BBRI mencatatkan kinerja yang positif pada kuartal III-2023. Mengutip publikasi laporan keuangan di media massa, BBRI membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp44,21 triliun, naik 12,46% secara tahunan (yoy).

Perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan bunga yang naik 14,43% menjadi Rp131,89 triliun pada kuartal III-2023. Seiring dengan peningkatan tersebut, beban bunga BBRI juga membengkak menjadi Rp30,69 triliun dari yang setahun sebelumnya Rp18,74 triliun.

Lantas, pendapatan bunga bersih BBRI selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp101,19 triliun, naik 4,85% dari yang setahun sebelumnya Rp96,50 triliun.

PT Astra Internasional Tbk (ASII)

Astra Internasional mencatatkan kinerja yang impresif pada Desember 2023. Rata-rata kinerja Astra pada Desember selama 15 tahun terakhir tercatat 4,2%, di mana 12 kali mencatatkan penguatan dan hanya 3 kali melemah.

Astra membukukan kenaikan laba bersih tahun berjalan sebesar 10,12% secara tahunan (yoy) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023.

Merujuk pada laporan keuangannya, laba emiten grup Astra ini per September 2023 tercatat sebesar Rp 25,69 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba sebesar Rp23,33 triliun.

Dari sisi top line, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 240,91 triliun. Angka ini naik 8,83% secara tahunan (yoy).

Saat ini ASII relatif murah jika melihat valuasi Price to Earnings Band (PE Band).

Saat ini PE ASII sebesar 7,08 kali, sementara rata-rata PE ASII dalam lima tahun sebesar 10,67 kali. Sehingga bisa dikatakan relatif murah.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

TLKM memiliki kinerja mentereng pada musim window dressing dengan kenaikan rata-rata selama 15 tahun terakhir adalah 3,46%.

Adapun kenaikan sebanyak 11 kali dan penurunan hanya empat kali. Kenaikan terbesar pada Desember 2009 yakni 15,45%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 19,5 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini naik 17,59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,58 triliun.

Naiknya laba bersih TLKM ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 111,23 triliun per 30 September 2023 atau naik 2,17% dari sebelumnya sebesar Rp 108,87 triliun per 30 September 2022.

Berdasarkan valuasinya, TLKM relatif murah. Valuasi TLKM diukur menggunakan EV/EBITDA, saat ini senilai 5,17 kali sementara rata-rata dalam lima tahun sebesar 5,56 kali.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Satu lagi saham dengan kinerja kinclong pada musim window dressing adalah Telkom dengan kenaikan rata-rata selama 15 tahun terakhir adalah 1,4%.

Adapun kenaikan sebanyak 12 kali dan penurunan hanya tiga kali. Kenaikan terbesar pada Desember 2017 yakni 6,99%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 7,08 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini naik 53,45%.

Naiknya laba bersih TLKM ditopang oleh penjualan bersih sebesar Rp83,88 triliun per 30 September 2023 atau naik 3,79%.

Berdasarkan valuasinya, INDF relatif murah. Valuasi INDF diukur menggunakan PE, saat ini senilai 5,54 kali sementara rata-rata dalam lima tahun sebesar 9,22 kali.

Deretan Saham Langganan Window Dreasing, Tertarik Beli?

 Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menapaki bulan terakhir di penghujung tahun 2023, pasar saham Indonesia diselimuti awan cerah sehingga meningkatkan optimisme investor akan terjadinya window dressing tahun

ini. Di tengah optimisme tersebut, ada saham-saham yang menarik untuk dicermati investor karena memiliki valuasi yang relatif murah dan memiliki kinerja historis cemerlang tiap Desember.


Berikut adalah daftar sejumlah saham yang secara historis ramai dikoleksi oleh manajer investasi selama window dressing.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Sejak 2009 atau dalam 15 tahun terakhir, saham BBCA tercatat meraih kinerja positif sebesar 3,02% pada Desember 2023. Sebanyak 12 kali berada di zona positif sementara hanya tiga kali saham BBCA jatuh.

Emiten perbankan milik keluarga Hartono, Bank Central Asia (BBCA), mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2023.

Laba bersih perusahaan dan entitas anak mencapai Rp 36,4 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Catatan laba tersebut naik 25,8% dibandingkan dengan capaian dalam sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

Dari sisi top line, pendapatan bunga bersih naik 21,3% secara tahunan menjadi Rp 55,9 triliun dengan pendapatan selain bunga tumbuh 9,7% menjadi Rp 18,3 triliun.

Saat ini valuasi berdasarkan Price to Book Value (PBV) berada di 4,63x. Nilai tersebut merupakan rata-rata PBV dalam lima tahun.

Jika menggunakan valuasi PBV Band, maka PBV BBCA saat ini relatif murah karena PBV BBCA biasa bergerak di antara rata-rata lima tahun dan standar deviasi +1.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Bank pelat merah ini memiliki rekor luar biasa dalam 15 tahun terakhir untuk kinerja sepanjang Desember atau saat window dressing. Tercatat sebanyak 12 kali menguat dan hanya 3 kali melemah, dengan rata-rata kenaikan 2,93% pada Desember.

BBRI mencatatkan kinerja yang positif pada kuartal III-2023. Mengutip publikasi laporan keuangan di media massa, BBRI membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp44,21 triliun, naik 12,46% secara tahunan (yoy).

Perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan bunga yang naik 14,43% menjadi Rp131,89 triliun pada kuartal III-2023. Seiring dengan peningkatan tersebut, beban bunga BBRI juga membengkak menjadi Rp30,69 triliun dari yang setahun sebelumnya Rp18,74 triliun.

Lantas, pendapatan bunga bersih BBRI selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp101,19 triliun, naik 4,85% dari yang setahun sebelumnya Rp96,50 triliun.

PT Astra Internasional Tbk (ASII)

Astra Internasional mencatatkan kinerja yang impresif pada Desember 2023. Rata-rata kinerja Astra pada Desember selama 15 tahun terakhir tercatat 4,2%, di mana 12 kali mencatatkan penguatan dan hanya 3 kali melemah.

Astra membukukan kenaikan laba bersih tahun berjalan sebesar 10,12% secara tahunan (yoy) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023.

Merujuk pada laporan keuangannya, laba emiten grup Astra ini per September 2023 tercatat sebesar Rp 25,69 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan laba sebesar Rp23,33 triliun.

Dari sisi top line, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 240,91 triliun. Angka ini naik 8,83% secara tahunan (yoy).

Saat ini ASII relatif murah jika melihat valuasi Price to Earnings Band (PE Band).

Saat ini PE ASII sebesar 7,08 kali, sementara rata-rata PE ASII dalam lima tahun sebesar 10,67 kali. Sehingga bisa dikatakan relatif murah.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

TLKM memiliki kinerja mentereng pada musim window dressing dengan kenaikan rata-rata selama 15 tahun terakhir adalah 3,46%.

Adapun kenaikan sebanyak 11 kali dan penurunan hanya empat kali. Kenaikan terbesar pada Desember 2009 yakni 15,45%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 19,5 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini naik 17,59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,58 triliun.

Naiknya laba bersih TLKM ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 111,23 triliun per 30 September 2023 atau naik 2,17% dari sebelumnya sebesar Rp 108,87 triliun per 30 September 2022.

Berdasarkan valuasinya, TLKM relatif murah. Valuasi TLKM diukur menggunakan EV/EBITDA, saat ini senilai 5,17 kali sementara rata-rata dalam lima tahun sebesar 5,56 kali.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Satu lagi saham dengan kinerja kinclong pada musim window dressing adalah Telkom dengan kenaikan rata-rata selama 15 tahun terakhir adalah 1,4%.

Adapun kenaikan sebanyak 12 kali dan penurunan hanya tiga kali. Kenaikan terbesar pada Desember 2017 yakni 6,99%.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 7,08 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini naik 53,45%.

Naiknya laba bersih TLKM ditopang oleh penjualan bersih sebesar Rp83,88 triliun per 30 September 2023 atau naik 3,79%.

Berdasarkan valuasinya, INDF relatif murah. Valuasi INDF diukur menggunakan PE, saat ini senilai 5,54 kali sementara rata-rata dalam lima tahun sebesar 9,22 kali.

Bank Asia Kian Agresif, Kompak Tendang Investor Barat dari RI

 Ilustrasi kolase Citibank, Stanchart dan Commonwealth Foto: Ilustrasi kolase Citibank, Stanchart dan Commonwealth

Jakarta, CNBC Indonesia - PT UOB Indonesia pada Rabu (6/12/2023) mengumumkan penyelesaian akuisisi bisnis perbankan konsumer Citigroup di Indonesia serta integrasi penuh aset dan liabilitasnya. Direktur Utama UOB Indonesia Hendra Gunawan mengungkapkan biaya akuisisinya sekitar Rp1 triliun.

Selain UOB Indonesia, bank milik Grup MUFG PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) pekan ini menyelesaikan proses akuisisi kredit ritel milik Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI). Kemudian baru-baru ini, PT OCBC NISP Tbk. (NISP) mengumumkan akan mengakuisisi PT Bank Commonwealth milik Commonwealth Bank Australia (CBA). Rencana tersebut dikatakan akan meningkatkan skala bisnis OCBC Indonesia pada segmen nasabah konsumen dan UKM (retail).


Dengan demikian, perbankan regional semakin agresif dalam bisnis consumer di Indonesia. Persaingannya pun akan semakin tinggi.

Melihat maraknya aksi bank regional di perbankan RI, Direktur Consumer Banking UOB Indonesia Henry Choi mengaku dirinya tidak kaget. Choi menyebut Asia Tenggara merupakan 'masa depan' karena kawasan tersebut memiliki pertumbuhan populasi dan produk domestic bruto yang baik. Tak terkecuali Indonesia.

"Jadi saya tidak kaget investor-investor lain akan melihat Indonesia dan memikirkan rencana merger dan akuisisi," kata Choi di Konferensi Pers Akuisisi Bisnis Consumer Citibank oleh UOB, UOB Plaza, Rabu (6/12/2023).

Menurutnya, bisnis ritel adalah "volume game" yang melibatkan jutaan nasabah. Untuk itu, ekosistem dengan kapabilitas digital menjadi penting. Dalam hal ini, Choi menyebut data menjadi penting.

"Pada saat saya mengetahui ekosistem nasabah, dengan sampel ukuran dan data yang cukup, kami bisa melayani nasabah secara personal, memahami kebutuhan mereka yang mengambil risiko yang seimbang," jelasnya.

Dengan begitu, UOB Indonesia dapat menghasilkan pendapatan sembari melayani nasabah degan baik. Choi mengatakan itu adalah nilai dari UOB.

Adapun Hendra mengungkapkan akuisisi bisnis ritel Citi Indonesia ke UOB telah menambah jumlah nasabahnya sebanyak lebih dari 1 juta orang. Sementara itu, jumlah karyawan Citi Indonesia yang berpindah ke UOB Indonesia sebanyak 1.000 orang.

"Untuk penambahan jumlah nasabah tentu yang kami harapkan, dengan penambahan staf dan pelayanan saya harapkan jumlah nasabah jauh bertambah," ujar Hendra pada kesempatan yang sama.

Tidak hanya UOB, Danamon, dan OCBC Indonesia, beberapa tahun lalu, PT Bank ANZ Indonesia resmi melepas bisnis ritel mereka kepada PT Bank DBS Indonesia asal Singapura. Lini bisnis yang dilepas melingkupi kredit ritel dan layanan dana nasabah kaya atau wealth management.

Tidak hanya di Indonesia, ANZ menjual lini bisnis miliknya itu di Singapura, Hong Kong, Cina, dan Taiwan.

RI Kekeringan Uang, Ada Salah Menteri Jokowi

 Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia-Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan kekeringan likuiditas yang sedang dialami Indonesia juga disebabkan oleh faktor pemerintah. Dia mengatakan hingga saat ini tingkat pengeluaran pemerintah masih rendah meskipun sudah di akhir tahun.

"Kalau kita bicara tadi likuiditas ini pun terpengaruh oleh belanja pemerintah yang masih terlambat," kata Josua, Selasa (5/12/2023).

Dia mengatakan hingga bulan September 2023 penempatan rekening pemerintah di Bank Indonesia masih relatif tinggi. Sebagaimana diketahui, hingga November ini tingkat penyerapan anggaran pemerintah pusat baru 76%, sementara serapan anggaran pemerintah daerah lebih parah, yakni 64%.

Josua berharap pemerintah bisa mempercepat penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, pengeluaran dari pemerintah akan mengakselerasi sisi konsumsi masyarakat dan investasi.

"Kalau spending pemerintah masih lambat akhirnya masih akan tetap berputar di rekening pemerintah di BI, tidak masuk ke perbankan, sehingga pada nantinya perputaran uang pun terkonfirmasi bahwa dari sisi M2 uang beredar dan M1 khususnya ini menurun," kata dia.

Dia mengatakan pemerintah harus mempercepat belanja untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah. Dia mencatat telah terjadi fenomena makan tabungan yang dilakukan masyarakat menengah ke bawah karena tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, kebijakan belanja untuk bantuan sosial akan menjaga daya beli masyarakat tetap baik.

"Pemerintah harus bisa mengakselerasi misalnya bansos untuk bisa mendorong dan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah menengah dan bisa mempercepat mengakselerasi spending khususnya untuk pembayaran proyek infrastruktur dan sebagainya, sehingga ini ada perputaran yang bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi khususnya di kuartal 4 ini dan tahun mendatang," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti perputaran uang di Indonesia yang semakin kering. Dia mengingatkan hal ini bisa mengganggu sektor riil. Di depan ratusan bankir yang menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jokowi mengatakan dia sudah mendapat keluhan dari pengusaha mengenai keringnya peredaran uang di masyarakat.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK dan kredit di perbankan pada tahun ini akan rendah, masing-masing di kisaran 6%-8%, dan 7%-9%. Sedangkan bank besar bisa di atasnya sekitar 1%-2%.

Gagal tumbuhnya DPK dan kredit, kata dia, dipicu sikap hati-hati perbankan karena adanya risiko tekanan ekonomi global akibat perang, harga komoditas yang bergejolak, pelemahan ekonomi, serta masih tingginya inflasi dan suku bunga acuan bank sentral global.

"Ini jadi catatan karena appetite sebenarnya untuk memberikan kredit itu masih cukup tinggi, namun bank akan sangat prudent melihat dan memitigasi risiko sambil melihat peluang," tutur Asmo.

Bank Bangkrut Tambah Lagi, OJK Cabut Izin BPR Persada Guna

Ilustrasi Gedung OJK Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank bangkrut di Indonesia bertambah lagi. Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha BPR Persada Guna akibat pelanggaran ketentuan yang berlaku.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK DianEdiana Rae mengatakan penyelesaian hak akan dilakukan oleh tim likuidasi yang dibentuk LPS. Sesuai ketentuan penindakan pada fraud akan dilakukan beredasarkan perlidungan konsumen," katanya dalam Rapat Dewan Komisioner OJK November 2023, Senin (4/12/2023).

Adapun sebelumnya OJK juga telah mencabut izin usaha BPR Karya Indramayu, BPR Indotama UKM Sulawesi, dan BPR Bagong Inti Marga. Dengan demikian sepanjang tahun ini OJK telah mencabut izin 4 bank perekonomian rakyat (BPR). 

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa BPR BIM memiliki 2.907 nasabah dan simpanan Rp13,64 miliar. Menurut Purbaya, LPS telah mengganti Rp13,14 miliar simpanan nasabah.

Kemudian, LPS telah mencairkan Rp248 miliar simpanan kepada nasabah BPR KRI. Adapun, BPR KRI memiliki lebih dari 25 ribu nasabah dengan total simpanan Rp285 miliar.

Purbaya juga mengatakan, LPS memiliki aset Rp 210 triliun dan dinilai cukup untuk menalangi bila ada bank yang bermasalah.

Terpisah, Sekretaris LPS Dimas Yuliharto menyebut pemilik BPR Indotama UKM Sulawesi tidak mau lagi menjalankan bisnis bank tersebut.

"BPR Indotama UKM Sulawesi dicabut ijin usahanya oleh OJK dan diresolusi oleh LPS karena pemegang saham tidak lagi memiliki komitmen untuk menjalankan bisnis BPR," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/11/2023). 

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger