Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Mahendra Siregar: Tiga Faktor Bentuk The Perfect Storm di Indonesia

 Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, memberikan sambutan khusus, saat Investor Daily Summit 2022, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menilai bahwa Indonesia akan dihadapkan dengan krisis multidimensi atau yang sering disebut sebagai "the Perfect Storm" dalam beberapa waktu mendatang. Penyebabnya ada tiga faktor yakni inflasi tinggi, kontraksi ekonomi menuju resesi, dan situasi geopolitik yang tak pasti.

Mahendra Siregar menyampaikan, perekonomian global saat ini layaknya diterjang badai. Namun badai yang sedang melanda ini belum diketahui jelas, baik dari sisi skala hingga imbas yang mungkin dihasilkan.

"Makanya memang banyak yang bertanya, apakah ini badai topan, apakah ini taifun, atau apa yang disebut dengan perfect storm? Perfect storm itu adalah badai yang terjadi sekaligus. Nah bagian skenario perfect storm ini yang mungkin terjadi probabilitas ke depan," kata Mahendra pada acara BNI Investor Daily Summit 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, (11/10/2022).


Menurut dia, setidaknya ada tiga hal yang berpotensi membentuk The Perfect Storm di Indonesia ke depan. Pertama adalah inflasi yang tinggi, termasuk di antaranya kondisi inflasi terkini dari negara-negara maju sejak 30-40 tahun perkembangan perekonomian mereka. Faktor kedua, inflasi tinggi tersebut kemudian memaksa ekonomi terkontraksi, yang berpotensi mengakibatkan suatu negara resesi.

Jangan Senang Dulu Salim Group Masuk BUMI, Baca Ini!

 Bumi Resources Foto: Dok Bumi Resources

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  - Investor menyambut positif masuknya Keluarga Salim Grup pada bisnis batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan skema private placement, atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Harga saham saham BUMI akhir pekan lalu ditutup terbang lebih dari 14% ke Rp186/unit setelah pengumuman resmi bursa. Bahkan, ada yang meramal harga bisa naik hingga Rp305, atau berpotensi cuan 64% seperti rekomendasi PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Namun, jangan terlalu eforia menghadapi pergerakan saham legendaris kelompok usaha Bakrie ini. Rekaman harga BUMI era 2008 hingg2013 bisa menjelaskan bagaimana kebanyakan investor lebih terbawa oleh hawa psikologis pasar dari pada hitung-hitungan rasional. PT BESTPROFIT



Berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sebelum menambah atau menjual saham produsen batubara terbesar di Indonesia ini: 

Pertama, harga pembelian oleh kelompok oleh Salim-meski dilakukan berkelompok; Grup Salim dan Agoes Projosasmito beli sekitar 64%, sedangkan Grup Bakrie 36%--pada private placement adalah Rp120/unit. Artinya, mereka menghargai saham BUMI di harga segitu, di bawah harga pasar yang sedang berjalan, yakni Rp186/ unit. BEST PROFIT

BESTPROFIT
­

Namun perlu dicatat, harga pembelian itu di atas harga rata-rata saham BUMI selama setahun terakhir Rp85 per lembar. 

Kedua, sudah diakui manajemen bila aksi korporasi jumbo ini akan mengakibatkan dilusi yang juga jumbo. Siapapun yang memiliki saham BUMI setelah eksekusi private placement, nilai sahamnya akan terdilusi 58,8%!

Ini karena akan ada kepemilikan baru saham untuk kelompok Salim dan asosiasinya sebesar 37.1% dari total saham. Artinya, kepemilikan Bakrie akan menyusut-meski tetap memegang kendali-termasuk pemegang saham publik. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF

Ketiga, ini bukanlah kali pertama Grup Bakrie menggandeng investor ternama untuk menyelamatkan bisnisnya. Sepuluh tahun lalu, pola yang sama juga dilakukan saat Bumi Plc memiliki 29,18% saham di Bumi Resources, dimana ada Nathaniel Rothschild-yang memiliki 11% saham di Bumi Plc-akhirnya beradu sengketa dengan manajemen Bakrie dan pemegang saham lain. Adakah kisah lama ini tak berulang, meskipun Bakrie sudah bilang tetap menjadi pengendali?

Keempat, pembeli saham BUMI perlu sadar bahwa dana hasil private placement ini bukan ditujukan untuk pengembangan usaha, melainkan dipakai untuk membayar utang. Aksi ini memang akan meningkatkan nilai ekuitas menjadi US$2,39 miliar. Jadi, rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) BUMI akan membaik. Dari 4,0x per 30 Juni 2022 menjadi 0,8x. Jakarta, CNBC Indonesia

TIM RISET CNBC INDONESIA

Duh! BBM Bakal Tetap Mahal, Minyak Dunia Diramal ke US$ 110

 Oil facilities are seen on Lake Maracaibo in Cabimas, Venezuela January 29, 2019. REUTERS/Isaac Urrutia Foto: Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela, 29 Januari 2019. REUTERS / Isaac Urrutia

 - Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan selama empat hari beruntun didorong oleh pemotongan produksi oleh OPEC+.

Pada Kamis (6/10/2022) harga minyak Brent tercatat US$94,42 per barel, naik 1,12% dibandingkan harga penutupan kemarin. Sementara jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) naik 0,79% ke US$88,45 per barel.


Harga minyak mentah dunia dalam sepekan telah naik hingga 11,52% didukung oleh kekhawatiran para pelaku pasar akan pasokan yang ketat setelah OPEC+ sepakat memotong produksi hingga 2 juta barel per hari (bph). Ini merupakan pemotongan terbear sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Goldman Sachs pun menaikkan perkiraan harga minyaknya untuk tahun ini dan 2023, pengurangan produksi yang disepakati oleh produsen OPEC+ menjadikan harga minyak "sangat bullish" untuk ke depan.

Jika pengurangan terbaru dalam output oleh OPEC+ dipertahankan hingga Desember 2023, itu akan membuat harga minyak naik US$25 per barel dari perkiraan Brent mereka, dengan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi jika persediaan benar-benar habis, menurut Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga Brent 2022 menjadi US$104 per barel dari US$99 per barel dan perkiraan 2023 menjadi US$110 per barel dari $ US108 per barel.

Bank asal Amerika Serikat tersebut juga menaikkan perkiraan harga Brent kuartal keempat 2022 dan kuartal pertama 2023 masing-masing sebesar US$10 per barel menjadi US$110 dan US$115 per barel. Tingginya proyeksi harga minyak mentah tersebut tentunya akan membuat harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, khususnya non-subsidi tetap mahal.

Jakarta, CNBC Indonesia 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Jokowi Buka Konferensi Ke-3 Ekonomi Kreatif 2022 di Bali

 Joko Widodo.

Nusa Dua, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pembukaan konferensi ke-3 Ekonomi Kreatif atau World Conference on Creative Economy (WCCE) tahun 2022 di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis (6/10/2022).

WCCE 2022 adalah salah satu side event terkait pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) pada rangkaian Presidensi G-20 Indonesia. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat yang terlibat dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaksanaan WCCE 2022 membawa misi pemulihan global lewat sektor ekonomi kreatif.


“Rangkaian WCCE 2022 meliputi tiga kegiatan. Pertama, WCCE Spotlight dan WCCE Expo/Creativillage yang menampilkan eksibisi/pameran kreatif, pertunjukan/showcasing, medium jejaring, dan sesi inspirator global di sektor ekonomi kreatif. Kedua, The Friends of Creative Economy (FCE) Meeting yang merupakan forum diskusi dan debat antar-pentahelix ekraf nasional dan global. Ketiga, Ministerial Meeting yang merupakan forum kebijakan ekonomi kreatif tingkat menteri yang akan menyepakati outcome document dari WCCE 2022,” kata Direktur Hubungan Antarlembaga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Iman Santosa.

WCCE 2022 bertema “Inclusively Creative: A Global Recovery” akan berkolaborasi dengan beberapa negara untuk meningkatkan perhatian atas pentingnya strategi industri pada kreatif ekonomi. Sementara itu, untuk sub-tema akan dibagi menjadi empat.

Pertama, Creative Economy for Global Revival. Kedua, IP and Rights of the Creative. Ketiga, Inclusive and SDG’s Agenda, dan Keempat The Future of Creative Economy. Pembahasan tema ini akan melibatkan seluruh pihak terkait.

“WCCE 2022 melibatkan seluruh stakeholder ekraf global, yaitu perwakilan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, pelaku ekraf global, industri ekraf, asosiasi/komunitas ekraf, dan media. Target peserta event yang akan diselenggarakan secara hybrid ini sejumlah 3.000 peserta dari 50 negara,” jelas Iman.

Risiko "Housing Crash" di Inggris Nyata, Dipicu Suku Bunga

 Inflasi Membumbung Tinggi, Inggris Krisis Ekonomi Foto: CNBC Indonesia TV

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Ketakutan akan kehancuran sektor perumahan di Inggris semakin nyata, sejak pengumuman pemotongan pajak oleh pemerintah telah mendorong ekspektasi suku bunga tinggi. Hal ini memicu kenaikan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR).

Pengumuman budget mini oleh Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng tentang dana pemotongan pajak senilai 45 miliar poundsterling (US$50.5 miliar) pada 23 September lalu telah memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi negera Inggris secara signifikan. Padahal, yield obligasi adalah acuan utama bank KPR di Inggris untuk menetapkan suku bunga konsumen. PT BESTPROFIT


Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) memang merespon shock di pasar obligasi dengan pembelian secara besar-besaran, khususnya surat utang berjatuh tempo panjang. Namun, Kepala Ekonom Oxford Andrew Goodwin menekankan akan ada banyak masalah di masa mendatang, khususnya bila menilik pasar perumahan. BEST PROFIT

BESTPROFIT

"Program pembelian sementara obligasi oleh BoI memang menurunkan suku bunga swap, tetapi tetaplah tinggi dan sejumlah bank sudah merespons dengan menaikkan suku bunga KPR-nya secara signifikan," ujar Goodwin, Jumat pekan lalu seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Kemahalan

Ekonom Oxford menilai bila tingkat suku bunga masih bertahan pada level yang sekarang ditawarkan pana konsumen, harga perumahan di Inggris sudah terlalu mahal. Paling tidak 30% kemahalan bila membandingkannya dengan tingkat kemampuan membayar KPR masyarakat.

"Angka prevalensi tinggi pada deal suku bunga tetap dapat membantu meredam pukulan pada kreditur eksisting KPR, tetapi sulit untuk melihat bagaimana penurunan tajam pada transaksi dan koreksi harga dapat dihindari," ujar Goodwin. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF­

Kallum Pickering, ekonom senior Berenberg, mencatat sektor perumahan sudah masuk tren penurunan dalam beberapa bulan belakangan ini karena permintaan yang melambat. Dipicu oleh kenaikan suku bunga pinjaman, dan pendapatan yang tertekan.

"Tetapi, setelah aksi panik jual di pasar obligasi dan ketakutan jika BoE akan menaikkan suku bunga hingga 6,0% tahun depan, bank-bank mulai menarik diri dari kesepakatan KPR dengan tergesa-gesa," ujar Pickering.

Sejumlah bank menghentikan program KPR untuk debitur baru, sementara banyak yang akhirnya kembali dengan penawaran menetapkan suku bunga tinggi.

"Beberapa bank sudah menaikkan penawaran suku bunganya untuk skema KPR lima tahun bunga tetap di kisaran 5,5%-5,5%, dengan angka mendekati 6% untuk KPR baru. Angka tersebut hampir 200 basis poin di atas rata-rata rate KPR yang sama bulan Agustus," kata Pickering.

Ekspektasi Suku Bunga

Apakah suku bunga tetap KPR akan naik atau mulai moderate di Inggris akan tergantung dari arah ekspektasi terhadap suku bunga.

Ekspektasi bila suku bunga ke depan akan tinggi akan memang mulai mereda, turun dari 6%, setelah pemerintah Inggris membatalkan rencana menghapus tarif tertinggi pajak pendapatan. Namun, analis disana meyakini itu tidak meredakan kegelisahan pasar.

BoE sudah menaikkan suku bunga sebanyak enam kali tahun ini, dari 0,25% di akhir 2021 menjadi 2,25% sekarang. Adapun pasar sudah ancang-ancang bila suku bunga bisa mencapai lebih dari 5% pada 2023.

Hal tersebut diyakini terjadi dan menjadi kejutan bagi banyak rumah tangga di Inggris yang puluhan tahun menikmati suku bunga rendah.

Senior Wakil Presiden DBRS Morningstar Maria Rivas memberi catatan, dengan kombinasi antara ekspektasi kenaikan suku bunga dan perlambatan ekonomi, akan membuat bank tetap berhati-hati dalam memberikan nilai dan harga untuk KPR perumahan, serta produk pinjaman lain di bulan-bulan yang akan datang.

"Khususnya untuk debitur di Inggris, kami melihat hal tersebut akan segera menjadi kenyataan. Umumnya pasar di Inggris, kebanyakan kontrak KPR merupakan suku bunga tetap jangka pendek, antara dua sampai lima tahun," ujar Rivas.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Jokowi Tak Bisa Tenang, Ada Ancaman Lebih Ngeri dari Resesi

 Pengunjung memilih pakaian bekas Import di Mal Slipi Jaya, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Pakaian bekas impor menjamur di pasaran hingga masuk ke pusat-pusat perbelanjaan atau Mal di Jakarta dan sekitarnya. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Pengunjung memilih pakaian bekas Import di Mal Slipi Jaya, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Pakaian bekas impor menjamur di pasaran hingga masuk ke pusat-pusat perbelanjaan atau Mal di Jakarta dan sekitarnya. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  - Resesi tengah menjadi isu menakutkan di berbagai belahan dunia. Dampaknya pun cukup besar ke pasar finansial. Wall Street sebagai kiblat bursa saham dunia ambrol, begitu juga dengan mata uang selain dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Refinitiv, indeks S&P 500 sepanjang tahun ini sudah jeblok lebih dari 25%, dan berada di level terendah sejak akhir 2020. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

Sementara itu indeks dolar AS melesat sekitar 17% dan berada di level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Meroketnya indeks dolar AS tersebut menjadi indikasi mata uang lainnya rontok.


Ketika resesi misalnya, tingkat pengangguran akan tinggi tetapi inflasi rendah. Sebab, ketika banyak warga yang menganggur maka konsumsi rumah tangga akan menurun, demand pull inflation pun rendah. BESTPROFIT


Pasar tenaga kerja saat ini masih terlihat kuat, bahkan di beberapa negara seperti Australia justru mengalami kelangkaan tenaga kerja. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF­

Stagflasi lebih sulit "disembuhkan" ketimbang resesi. Sebab, para pembuat kebijakan harus bisa menyeimbangkan antara inflasi dan pasar tenaga kerja.

Ketika inflasi tinggi maka suku bunga akan dikerek naik, tetapi risikonya pasar tenaga akan melemah dan tingkat pengangguran meningkat.

Sebaliknya, saat tingkat pengangguran tinggi yang dibutuhkan adalah suku bunga rendah, tetapi risikonya inflasi akan meningkat.

Yang menarik, "obat" stagflasi yang paling mujarab adalah resesi.

"Satu-satunya obat untuk stagflasi adalah resesi," kata David Wilcox, ekonom senior di Perterson Institute for International Economics, sebagimana dilansir The Washington Post, awal Juni lalu.

Ketika resesi terjadi permintaan juga akan melambat dan perlahan-lahan menurunkan inflasi.

Negara-negara Barat kini menjadi yang paling berisiko mengalami stagflasi. Inflasi di Amerika Serikat (AS) dan Ingggris berada di level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Di Zona Euro, yang terdiri dari 19 negara, inflasi bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Inflasi yang tinggi juga melanda belahan bumi lainnya. Australia misalnya, kemudian Singapura.

Di Indonesia sejauh ini inflasi mulai merangkak naik meski bisa dikatakan masih terkendali. Namun, patut menjadi perhatian bagaimana perkembangan inflasi ke depannya, apalagi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Selain itu, bank sentral AS (The Fed) dan beberapa bank sentral lainnya pada akhir tahun lalu melihat inflasi tinggi hanya bersifat sementara, sehingga menunda pengetatan moneter guna meredam inflasi. Alhasil, inflasi malah terus meroket. Jakarta, CNBC Indonesia

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

 Ilustrasi Asuransi.

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  - Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri. Perlu kontribusi internasional untuk ikut menyerap risiko dalam negeri, sehingga segala jenis risiko tidak hanya berputar-putar dalam skala domestik.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, industri asuransi nasional perlu mulai mempertimbangkan menyebar pertanggungan risiko ke luar negeri. Sehingga pada saatnya, risiko tidak hanya berputar di dalam negeri saja. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT

"Namun sebagian risiko seyogianya bisa kita channel luar domestik. Dengan demikian sebagian risiko di domestik tidak harus di-handle oleh domestik, tapi juga mendapatkan kontribusi dari dunia internasional," jelas Suahasil dalam IndonesiaRe International Conference (IIC) 2022 bertema Reinsurance and Economic Resilience: Dealing with Climate Change, Pandemic, and Geopolitical Challenges, dikutip Minggu (2/10/2022). BESTPROFIT

­


Menurut dia, Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan reasuransi sehingga industri asuransi bisa tumbuh baik di masa mendatang. Namun pada saat bersamaan, reasuransi juga cukup seimbang dalam membawa risiko Indonesia ke dunia internasional.

Adapun pengalihan risiko ke luar negeri akan menimbulkan defisit neraca pembayaran lebih lebar di sektor asuransi. Oleh karenanya, perlu penguatan retensi disisi reasuransi nasional. Pada akhirnya selain menyeimbangkan neraca pembayaran, risiko dalam negeri juga bisa lebih tersebar untuk ditanggung pihak internasional.

Oleh karena itu, Kemenkeu mengundang pihak-pihak terkait untuk ikut serta memberi masukan dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) yang menjadi inisiatif DPR. Omnibus Law sektor keuangan itu diharapkan bisa turut mendorong perkembangan dari industri asuransi dan reasuransi.

"Saya berharap bahwa dunia reasuransi Indonesia dan sektor asuransi Indonesia akan dapat memberikan masukan dan memberikan perspektif dalam pengembangan industri asuransi dan reasuransi di Indonesia. Tentu nanti kita perlu menyusun struktur regulasi yang baik," kata Suahasil.

Dia menerangkan, belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, diperlukan suatu inisiatif menjaga pembangunan, menjaga ekonomi, menjaga dari berbagai macam risiko perekonomian. Karena itu, sektor asuransi menjadi sektor yang sangat penting untuk dijaga bersama. PT BESTPROFIT FUTURES

BPF


Adapun salah satu ekosistem di dalam sektor asuransi adalah perusahaan reasuransi. Perusahaan reasuransi menjadi tempat untuk melakukan pooling risiko di antara perusahaan-perusahaan asuransi. "Untuk kasus Indonesia, menjadi sangat penting untuk memiliki perusahaan reasuransi yang baik karena dunia asuransi Indonesia akan masih terus meningkat," kata dia.

Ketika risiko yang dihadapi perusahaan-perusahaan asuransi dilakukan pooling pengalihan kepada perusahan reasuransi, maka perusahaan reasuransi juga harus menjadi sangat sehat. Kemenkeu mengajak industri reasuransi untuk terus melihat praktik-praktik terbaik di dunia internasional menyangkut cara mengelola perusahaan reasuransi yang baik di tingkat nasional. Jakarta, Beritasatu.com

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BPFJAMBI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger